Kalpanax bermanfaat untuk mengatasi infeksi kulit akibat jamur, seperti kutu air dan panu. Kalpanax tersedia dalam beberapa bentuk sediaan, yaitu Kalpanax krim, Kalpanax salep, dan Kalpanax cair.

Kalpanax merupakan obat bebas yang bisa Anda dapatkan di apotek. Obat ini mengandung bahan utama, yaitu miconazole nitrate, yang bekerja dengan cara mencegah perkembangan jamur pada kulit. Bahan-bahan lain seperti kombinasi asam salisilat, asam benzoat, serta sulfur juga terkandung dalam beberapa variasi produk Kalpanax.

Kalpanax

Jenis dan Kandungan Kalpanax

Ada tiga produk Kalpanax yang tersedia di Indonesia, yaitu:

  • Kalpanax Cream (Kalpanax K)
    Kalpanax mengandung bahan aktif miconazole nitrate dan dikemas dalam bentuk sediaan krim. Produk ini dapat mengatasi berbagai jenis infeksi jamur, seperti panu, kutu air, dan kurap.
  • Kalpanax Salep
    Salep Kalpanax mengandung bahan aktif asam salisilat, asam benzoat, dan sulfur. Selain dipercaya dapat mengatasi infeksi jamur kulit, Kalpanax Salep juga dapat digunakan untuk eksim dan gigitan serangga.
  • Kalpanax Cair
    Kalpanax Cair mengandung bahan aktif asam salisiat, asam benzoat dan povidone iodine. Produk ini dikemas dalam bentuk tincture (cairan tetes), dan memiliki fungsi yang sama dengan Kalpanax Salep.

Apa Itu Kalpanax?

Bahan Aktif Miconazole nitrat
Golongan Antijamur
Kategori Obat bebas
Manfaat Mengatasi jamur kulit, seperti panu, kutu air, dan kurap.
Digunakan oleh Dewasa
Kalpanax untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Oleh karena itu, jangan menggunakan Kalpanax selama kehamilan tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter.

 

Kalpanax belum diketahui terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberitahu dokter.

Bentuk obat Krim, salep, dan cair.

Peringatan sebelum Menggunakan Kalpanax

  • Harap berhati-hati menggunakan Kalpanax bila Anda memilik riwayat alergi pada produk laut, seperti seafood ataupun rumput laut.
  • Hati-hati menggunakan Kalpanax jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau obat herbal.
  • Beritahu dokter jika Anda akan menjalani operasi ketika sedang menggunakan Kalpanax.
  • Hentikan penggunaan Kalpanax bila terjadi gejala mual, muntah, dan mudah memar saat terkena benturan setelah menggunakan Kalpanax.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat setelah menggunakan Kalpanax.

Dosis dan Aturan Pakai Kalpanax

Dosis Kalpanax berbeda-beda, tergantung jenis produk yang digunakan. Secara umum, obat ini dioleskan atau diteteskan pada bagian kulit yang terinfeksi jamur sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Gunakan Kalpanax selama 2 minggu atau sesuai aturan yang tertera pada kemasan obat.

Cara Menggunakan Kalpanax dengan Benar

Sebelum menggunakan Kalpanax, pastikan baca dan ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan lupa mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan obat. Cuci dan keringkan juga area yang mengalami infeksi jamur sebelum mengoleskan atau meneteskan Kalpanax.

Selanjutnya, oles atau teteskan obat ini ke area kulit yang mengalami infeksi jamur dan usap perlahan untuk meratakannya. Jangan menggunakan obat ini dekat area mata, hidung, atau mulut. Jangan juga menggunakannya pada kulit yang kering, pecah-pecah, terluka, atau mengalami iritasi. Bila terlanjur terkena, segera bersihkan dengan air.

Setelah mengoleskan Kalpanax, jangan menutup area yang infeksi, kecuali disarankan oleh dokter. Untuk meningkatkan efektivitas Kalpanax, jangan mengenakan pakaian ketat atau berbahan sintesis yang menyebabkan area infeksi mudah berkeringat dan lembap. Kenakan pakaian longgar dan berbahan katun atau bahan alami lainnya.

Bila lupa menggunakan Kalpanax, disarankan untuk segera menggunakannya begitu ingat, jika jeda dengan jadwal penggunaan berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Bagi penderita kutu air di kaki, sebaiknya menggunakan kaus kaki dan alas kaki yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Penderita kutu air juga disarankan untuk tidak menggunakan kaus kaki secara berulang.

Kalpanax perlu disimpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Kalpanax dengan Obat Lain

Harap berhati-hati jika menggunakan Kalpanax bersamaan dengan obat-obatan lain, karena dapat menimbulkan efek interaksi obat berupa:

  • Meningkatnya efek samping obat bila digunakan bersama obat ethinylestradiol.
  • Meningkatnya risiko perdarahan bila digunakan bersama obat-obatan pengencer darah, seperti warfarin.

Efek Samping dan Bahaya Kalpanax

Kalpanax merupakan obat antijamur yang aman jika digunakan sesuai pentunjuk kemasan. Namun, kandungan miconazole nitrate di dalamnya dapat menimbulkan efek samping, seperti:

  • Kulit terbakar, terasa menyengat, nyeri saat disentuh, atau kering.
  • Kulit iritasi, kemerahan, atau mengelupas.

Hubungi dokter bila efek samping di atas dirasa memberat atau tak kunjung menghilang. Walaupun jarang terjadi, segera ke dokter jika mengalami sejumlah efek samping berikut saat menggunakan obat antijamur oles:

  • Timbul luka lepuh, luka terbuka, atau keluar nanah dari area infeksi.
  • Lidah terasa nyeri atau mengalami mual, muntah, serta diare.
  • Sakit kepala, sakit gigi, atau gusi membengkak.
  • Terjadi reaksi alergi, seperti muncul ruam dan bengkak di berbagai bagian tubuh, hingga sulit bernapas.