Kandung kemih overaktif atau overactive bladder (OAB) adalah kondisi ketika kandung kemih berkontraksi tiba-tiba dan sulit dikendalikan, meski volume urine di dalamnya belum banyak. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya sering ingin buang air kecil, sulit menahan kencing, bahkan mengalami kebocoran urine sebelum sempat mencapai toilet.
Kandung kemih overaktif bukanlah penyakit yang mengancam nyawa. Namun, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, pekerjaan, hingga kepercayaan diri penderitanya. Meski lebih sering terjadi pada orang lanjut usia, kandung kemih overaktif juga dapat dialami oleh orang dewasa yang lebih muda.

Banyak penderita kandung kemih overaktif menganggap keluhannya sebagai bagian normal dari proses penuaan sehingga tidak mencari pertolongan medis. Padahal, kondisi ini dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup, latihan atau olahraga khusus, serta konsumsi obat-obatan sesuai penyebabnya.
Penyebab Kandung Kemih Overaktif
Pada kondisi normal, kandung kemih akan menyimpan urine hingga volumenya cukup banyak sebelum mengirimkan sinyal ke otak untuk buang air kecil. Pada kandung kemih overaktif, otot kandung kemih dapat berkontraksi lebih awal atau terlalu sering sehingga muncul dorongan untuk buang air kecil secara mendadak.
Penyebab kandung kemih overaktif belum bisa diketahui dengan pasti. Namun, kandung kemih overaktif lebih berisiko terjadi pada orang dengan kondisi di bawah ini:
- Berusia di atas 40 tahun
- Berjenis kelamin wanita, terutama setelah menopause
- Menderita gangguan saraf, seperti stroke, penyakit Parkinson, atau multiple sclerosis
- Mengalami infeksi saluran kemih berulang atau batu kandung kemih
- Mengalami pembesaran prostat pada pria
- Menderita diabetes
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
- Memiliki riwayat operasi pada area panggul
- Sering mengonsumsi minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih, seperti kopi, teh, minuman bersoda, atau alkohol
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik
Pada sebagian penderita, kandung kemih overaktif dapat terjadi tanpa ditemukan penyebab yang jelas. Selain itu, tidak semua orang dengan faktor risiko di atas akan mengalami kandung kemih overaktif.
Gejala Kandung Kemih Overaktif
Gejala utama kandung kemih overaktif adalah munculnya keinginan buang air kecil yang sangat kuat dan sulit ditahan. Keluhan ini dapat disertai gejala lain, seperti:
- Buang air kecil lebih dari 8 kali dalam sehari
- Sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil (nokturia)
- Kebocoran urine yang terjadi setelah muncul dorongan berkemih yang mendadak (urge incontinence)
- Merasa harus segera mencari toilet ketika muncul keinginan buang air kecil
- Sulit menjalani aktivitas sehari-hari karena khawatir tidak menemukan toilet
Berdasarkan ada atau tidaknya kebocoran urine, kandung kemih overaktif dapat dibedakan menjadi dua jenis.
Pada sebagian penderita, keinginan buang air kecil yang mendadak tidak disertai kebocoran urine (overactive bladder over). Namun, pada sebagian lainnya, dorongan berkemih yang kuat dapat menyebabkan urine keluar sebelum sempat mencapai toilet (wet overactive bladder).
Kapan harus ke dokter
Lakukan konsultasi ke dokter melalui Chat Bersama Dokter jika Anda sering merasa ingin buang air kecil secara tiba-tiba, sulit menahan kencing, atau sering terbangun pada malam hari untuk berkemih.
Pemeriksaan juga perlu dilakukan apabila keluhan disertai nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, demam, nyeri pinggang, atau kebocoran urine yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Segera periksakan diri ke dokter jika tidak mampu menahan kencing sama sekali, mengalami kelemahan pada tungkai, atau muncul gejala gangguan saraf lainnya.
Diagnosis Kandung Kemih Overaktif
Untuk mendiagnosis kandung kemih overaktif, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, pola buang air kecil, konsumsi obat-obatan, serta riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan dapat menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:
- Urinalisis, untuk mendeteksi infeksi saluran kemih atau adanya darah dalam urine (hematuria)
- Kultur urine, bila dicurigai terdapat infeksi
- Pemeriksaan kadar gula darah, untuk menilai kemungkinan diabetes
- USG saluran kemih, untuk menilai kondisi kandung kemih dan jumlah urine yang tersisa setelah berkemih
- Urodinamik, untuk mengevaluasi fungsi kandung kemih dan aliran urine
- Sistoskopi, pada kondisi tertentu untuk melihat bagian dalam kandung kemih
Diagnosis kandung kemih overaktif ditegakkan berdasarkan gejala khas, hasil pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.
Pengobatan Kandung Kemih Overaktif
Pengobatan kandung kemih overaktif bertujuan mengurangi frekuensi buang air kecil, meningkatkan kemampuan menahan urine, dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Adapun beberapa metode pengobatan untuk menangani kandung kemih overaktif adalah:
Perubahan pola hidup
Agar keluhan berkurang, dokter dapat menyarankan beberapa langkah perubahan pola hidup seperti berikut:
- Mengurangi konsumsi kopi, teh, minuman berenergi, dan minuman bersoda
- Membatasi asupan cairan menjelang waktu tidur
- Menurunkan berat badan bila mengalami obesitas
- Berhenti merokok
- Mengatasi sembelit
- Mencatat jadwal dan frekuensi buang air kecil
Latihan khusus kandung kemih dan otot panggul
Latihan khusus kandung kemih dan otot panggul ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol terhadap kandung kemih, antara lain:
- Bladder training, yaitu melatih kandung kemih agar buang air kecil dilakukan pada jadwal tertentu
- Latihan otot dasar panggul atau senam Kegel, untuk memperkuat otot yang berperan dalam menahan urine
- Teknik menunda buang air kecil secara bertahap, untuk meningkatkan kapasitas kandung kemih dan mengurangi frekuensi buang air kecil, sesuai anjuran dokter
Obat-obatan
Apabila perubahan pola hidup dan latihan kandung kemih belum memberikan hasil yang optimal, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengurangi kontraksi kandung kemih yang berlebihan dan membantu meningkatkan kemampuan kandung kemih dalam menyimpan urine. Beberapa obat-obatannya adalah:
- Obat antispasmodik, misalnya tolterodine, untuk mengurangi kontraksi otot kandung kemih yang terjadi terlalu sering
- Agonis beta-3 adrenergik, seperti mirabegron, untuk membantu otot kandung kemih menjadi lebih rileks sehingga kandung kemih dapat menampung lebih banyak urine
- Kombinasi obat tertentu sesuai kondisi pasien, bila gejala tidak membaik dengan satu jenis obat atau terdapat kondisi lain yang turut menyebabkan gangguan berkemih
Tindakan medis lainnya
Pada kasus yang tidak membaik dengan terapi lain, dokter dapat mempertimbangkan tindakan medis berikut ini:
- Suntikan botulinum toxin (botox) ke otot kandung kemih, untuk mengurangi kontraksi kandung kemih yang terlalu aktif
- Stimulasi saraf sakral (sacral neuromodulation), untuk membantu mengendalikan dorongan buang air kecil
- Stimulasi saraf tibialis posterior, untuk membantu memperbaiki sinyal saraf yang berperan dalam proses berkemih
- Operasi tertentu pada kasus yang sangat jarang dan berat, untuk meningkatkan kapasitas kandung kemih atau mengurangi tekanan di dalam kandung kemih
Komplikasi Kandung Kemih Overaktif
Jika tidak ditangani dengan baik, kandung kemih overaktif dapat menimbulkan beberapa komplikasi berikut:
- Penurunan kualitas tidur akibat sering terbangun untuk buang air kecil
- Kecemasan dan stres
- Penurunan produktivitas dan kualitas hidup
- Gangguan aktivitas sosial
- Iritasi kulit akibat kebocoran urine yang berulang
- Peningkatan risiko jatuh pada lansia karena sering ke kamar mandi pada malam hari
Pencegahan Kandung Kemih Overaktif
Tidak semua kasus kandung kemih overaktif dapat dicegah. Namun, risiko terjadinya kondisi ini dapat dikurangi dengan berbagai cara, yaitu:
- Menjaga berat badan ideal
- Membatasi konsumsi kafein dan alkohol
- Berolahraga secara rutin
- Melatih otot dasar panggul secara teratur
- Mengontrol diabetes dan penyakit kronis lainnya dengan baik
- Menghindari kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama
- Menjaga kesehatan saluran kemih dengan memenuhi kebutuhan cairan harian