Kandungan skincare untuk bruntusan adalah kunci utama agar kulit kembali halus dan sehat. Kandungan ini mampu meredakan keluhan kulit bruntusan dan mencegahnya muncul kembali, sehingga kamu terbebas dari kulit wajah tampak kasar, terlebih saat memakai makeup.

Bruntusan dapat dialami siapa saja, baik remaja maupun dewasa muda. Penyebabnya bisa berbagai faktor, seperti perubahan hormon, paparan debu, keringat, hingga sisa makeup yang menempel. Bruntusan biasanya muncul sebagai bintik-bintik kecil di dahi, pipi, atau dagu.

Kandungan Skincare untuk Bruntusan, Ini Daftarnya - Alodokter

Jika tidak diatasi dengan kandungan skincare untuk bruntusan yang sesuai, kulit bisa makin kasar, mudah iritasi, hingga semakin parah.

Kandungan Skincare untuk Bruntusan yang Paling Direkomendasikan

Supaya efektif mengatasi keluhan, pemilihan kandungan skincare untuk bruntusan yang tepat sangat penting. Berikut kandungan yang sering direkomendasikan dan bagaimana cara kerjanya pada kulit:

1. Salicylic acid (asam salisilat)

Salicylic acid merupakan salah satu kandungan skincare untuk bruntusan yang paling populer. Bahan ini termasuk dalam golongan beta hydroxy acid (BHA) yang larut dalam minyak, sehingga mampu menembus lapisan pori-pori yang tersumbat oleh sebum dan kotoran. 

Salicylic acid bekerja dengan mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit, membersihkan pori-pori, serta membantu meredakan peradangan ringan. Jika digunakan secara rutin, kandungan ini dapat mencegah terbentuknya bruntusan baru dan membuat tekstur kulit terasa lebih halus.

Salicylic acid sangat cocok untuk kulit berminyak, kulit kombinasi, atau kulit yang sering mengalami komedo dan jerawat. Meski begitu, gunakan pada konsentrasi rendah terlebih dahulu untuk menghindari iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

2. Retinol

Retinol, bentuk turunan vitamin A, juga sangat direkomendasikan sebagai kandungan skincare untuk bruntusan. Retinol bekerja dengan cara meningkatkan pergantian sel kulit, membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, serta merangsang produksi kolagen.

Selain menghaluskan tekstur kulit dan memudarkan bekas bruntusan, retinol juga mendukung regenerasi kulit sehingga permukaan wajah tampak lebih rata dan cerah.

Untuk hasil terbaik, gunakan retinol di malam hari dengan konsentrasi rendah terlebih dahulu. Jangan lupa aplikasikan pelembap dan sunscreen pada pagi hari, karena retinol dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Hindari penggunaan bersamaan dengan bahan aktif eksfoliator lain untuk mencegah iritasi.

3. Niacinamide

Niacinamide adalah bentuk vitamin B3 yang populer menjadi kandungan skincare untuk bruntusan. Kandungan ini bekerja dengan menenangkan kulit yang sedang iritasi, mengurangi kemerahan, serta membantu mengontrol produksi minyak berlebih. 

Niacinamide juga efektif untuk memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier), sehingga kulit jadi lebih tahan terhadap polusi dan paparan luar. Selain itu, niacinamide membantu memudarkan bekas jerawat atau kemerahan akibat peradangan ringan. 

Keunggulan niacinamide adalah bisa digunakan oleh hampir semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif, tanpa menyebabkan rasa perih atau kering. Penggunaan secara teratur juga dapat membuat kulit tampak lebih cerah merata.

4. Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide adalah kandungan skincare untuk bruntusan yang banyak direkomendasikan untuk pemilik kulit berminyak atau rentan jerawat. Fungsinya sebagai antibakteri sangat efektif untuk membunuh bakteri penyebab jerawat yang sering memicu timbulnya bruntusan. 

Bahan ini juga membantu membersihkan pori-pori dari sebum dan sel kulit mati yang menyumbat. Penting untuk memulai dari konsentrasi rendah, karena benzoyl peroxide dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, hingga mengelupas jika digunakan berlebihan. 

Gunakan tipis-tipis, oleskan hanya pada area yang berjerawat atau bruntusan, dan selalu gunakan pelembap setelahnya.

5. Alpha hydroxy acids (AHA)

Glycolic acid dan lactic acid merupakan dua jenis AHA yang sering digunakan sebagai kandungan skincare untuk bruntusan. Bahan ini bekerja di permukaan kulit dengan cara mengangkat sel kulit mati yang menumpuk dan mempercepat proses regenerasi sel. 

Dengan rutin menggunakan AHA, kulit akan terasa lebih halus, bercahaya, dan warna kulit tampak merata. Glycolic acid umumnya lebih kuat, sehingga dianjurkan untuk kulit normal hingga berminyak, sedangkan lactic acid cenderung lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif atau kering. 

Efek samping yang mungkin timbul adalah kulit menjadi lebih sensitif terhadap matahari, sehingga pemakaian sunscreen setiap pagi sangat dianjurkan.

6. Tea tree oil

Tea tree oil adalah kandungan skincare untuk bruntusan yang berasal dari ekstrak daun tanaman Melaleuca alternifolia. Minyak alami ini terkenal dengan sifat antimikroba dan antiradang yang dapat membantu meredakan bruntusan ringan hingga sedang. 

Tea tree oil membantu mengurangi bakteri di permukaan kulit sekaligus menenangkan kemerahan akibat peradangan. Keunggulannya adalah tidak membuat kulit terlalu kering, sehingga sering dipilih oleh pemilik kulit sensitif. 

Meski alami, tea tree oil tetap berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang, sehingga selalu lakukan uji coba di area kecil sebelum diaplikasikan secara menyeluruh.

Penting untuk menyesuaikan penggunaan kandungan skincare untuk bruntusan di atas dengan kondisi dan jenis kulitmu. Jangan menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus dalam satu waktu, karena kulit bisa iritasi. Selain itu, perhatikan reaksi kulit dan konsultasikan ke dokter kulit jika muncul keluhan tak biasa.

Cara Menggunakan Skincare untuk Bruntusan yang Aman

Agar kandungan skincare untuk bruntusan memberikan hasil yang optimal, lakukan beberapa langkah berikut:

1. Mulai dari konsentrasi rendah

Sebelum rutin digunakan, uji coba dulu produk di area kecil wajah. Hal ini penting agar kulit bisa beradaptasi dengan skincare yang baru.

2. Lakukan bertahap dan disesuaikan

Jika ingin mengombinasikan beberapa kandungan skincare untuk bruntusan, lakukan secara perlahan. Misalnya, gunakan salicylic acid pada pagi hari dan niacinamide di malam hari.

3. Gunakan pelembap setelahnya

Pelembap sangat dibutuhkan setelah memakai skincare yang dikhususkan untuk kulit bruntusan. Hal ini bertujuan agar kulit tetap lembap dan tidak mudah mengelupas.

4. Selalu pakai sunscreen

Banyak kandungan skincare untuk bruntusan, seperti AHA atau BHA, membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. Jadi, gunakan sunscreen setiap pagi, walaupun kamu hanya beraktivitas di dalam ruangan.

5. Hindari menggosok kulit berlebihan

Eksfoliasi memiliki banyak manfaat untuk kulit. Namun, jangan melakukan eksfoliasi terlalu sering dengan produk yang dirancang khusus untuk kulit bruntusan. Sebab, hal ini justru bisa memperparah iritasi.

Memilih kandungan skincare untuk bruntusan memang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Hasilnya pun biasanya baru terlihat setelah beberapa minggu penggunaan rutin. Jadi, jangan tergoda oleh janji perubahan instan, dan selalu baca komposisi produk sebelum membeli ya.

Di samping itu, pastikan produk dengan kandungan skincare untuk bruntusan yang kamu pilih terdaftar di BPOM, agar keamanannya terjamin. Jika ragu atau khawatir, jangan sungkan untuk Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapat saran profesional sebelum memulai produk baru.

Kamu juga sangat dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter apabila bruntusan tidak menunjukkan tanda perbaikan setelah penggunaan kandungan skincare untuk bruntusan selama 1–2 minggu, atau muncul keluhan seperti gatal hebat, bengkak, atau bernanah.