Individu yang berisiko tinggi terserang penyakit ini dapat melakukan skrining kanker hati. Skrining dilakukan tiap 6-12 bulan sekali, yaitu dengan USG perut dan tes darah untuk mengukur kadar protein dalam darah yang disebut alpha-fetoprotein (AFP). Langkah ini bisa mendeteksi kanker hati pada stadium awal dan meningkatkan kemungkinan sembuh.

Bila pasien diduga menderita kanker hati, dokter akan menjalankan sejumlah tes, untuk memastikan bahwa pasien menderita kanker hati primer, bukan kanker hati sekunder. Tes juga dilakukan untuk memeriksa stadium kanker hati, serta guna mengetahui kondisi organ hati dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa tes tersebut adalah:

  • Tes darah, untuk memeriksa fungsi organ hati dan kondisi kesehatan pasien secara umum.
  • Tes pencitraan, seperti USG, MRI dan CT scan, untuk mengetahui lokasi kanker dan penyebarannya.
  • Biopsi hati, yaitu dengan mengambil sedikit jaringan di organ hati untuk diuji di laboratorium.
  • Laparoskopi, untuk memeriksa kondisi bagian dalam perut, menggunakan selang berkamera.