Kanker mata melanoma adalah kanker yang menyerang sel melanosit di mata. Sel melanosit berfungsi memproduksi melanin, yaitu pigmen yang menghasilkan warna pada kulit, rambut, dan mata.

Kanker mata melanoma merupakan jenis kanker yang sangat langka. Akan tetapi, kanker ini merupakan jenis kanker mata primer yang paling sering terjadi. Kanker mata primer adalah kanker mata yang berasal dari sel-sel di mata itu sendiri, bukan kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain.

Kanker Mata Melanoma - Alodokter

Kanker mata melanoma sering kali menyerang jaringan uvea yang terdiri dari iris (selaput pelangi), badan siliar, dan koroid. Kanker mata melanoma yang terjadi di uvea disebut juga dengan melanoma intraokular.

Kanker mata melanoma sulit terdeteksi karena jarang menimbulkan gejala spesifik pada stadium awal. Namun, pada tahap lanjut, pertumbuhan sel kanker bisa menyebabkan gangguan penglihatan, munculnya floaters, bahkan kebutaan.

Penyebab Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma disebabkan oleh mutasi atau perubahan genetik pada sel melanosit. Mutasi tersebut menyebabkan sel-sel melanosit tumbuh tidak terkendali dan merusak sel serta jaringan di sekitarnya.

Menurut ukurannya, kanker mata melanoma dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Kecil, jika jaringan melanoma memiliki lebar 5–16 mm dan ketebalan sampai dengan 1–3 mm
  • Sedang, jika lebar jaringan melanoma memiliki lebar tidak lebih dari 16 mm dengan ketebalan sekitar 3–8 mm
  • Besar, jika lebar jaringan melanoma lebih dari 16 mm atau ketebalannya lebih dari 8 mm

Penyebab terjadinya mutasi gen ini belum diketahui secara pasti. Namun, ada faktor dan kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker mata melanoma, antara lain:

  • Berkulit putih
  • Berusia lanjut
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker mata melanoma
  • Memiliki warna mata yang terang, seperti biru, hijau, atau abu-abu
  • Sering terpapar sinar matahari atau sinar ultraviolet, misalnya karena sering menggunakan lampu ultraviolet (sunbed) untuk menggelapkan kulit (tanning)
  • Menderita kondisi kulit tertentu, seperti dysplastic nevus syndrome, yaitu kondisi saat tahi lalat tumbuh dalam jumlah banyak dan menyebar di berbagai bagian tubuh
  • Menderita nevus of Ota atau oculodermal melanocytosis, yaitu kondisi ketika terdapat kelebihan melanosit pada jaringan sehingga terjadi hiperpigmentasi (lebih gelap atau muncul bercak coklat) di mata, termasuk bagian uvea

Selain beberapa kondisi yang telah disebutkan sebelumnya, jenis pekerjaan tertentu juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker mata melanoma. Contohnya adalah tukang las. Namun, hubungan dan kaitan keduanya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Gejala Kanker Mata Melanoma

Kanker mata melanoma dapat menyerang bagian mata mana pun, termasuk lapisan terluar mata (konjungtiva). Namun, kanker ini paling sering menyerang bagian uvea mata yang terdiri dari jaringan iris, badan siliaris, dan jaringan koroid.

Sebagian besar kanker mata melanoma yang tumbuh di bagian uvea cenderung tidak terlihat sehingga sulit untuk terdeteksi. Biasanya, kanker mata melanoma baru akan menimbulkan gejala jika sudah berkembang ke tahap lanjut.

Gejala kanker mata melanoma bisa bervariasi. Hal ini tergantung pada lokasi dan ukuran kanker, serta apakah pertumbuhan sel kanker sudah memengaruhi retina. Secara umum, beberapa gejala yang menandakan kanker mata melanoma adalah:

  • Pandangan kabur, buram, atau tidak bisa melihat
  • Hilangnya penglihatan tepi
  • Muncul bintik hitam di iris yang terlihat makin membesar
  • Muncul sensasi seperti kilatan cahaya atau debu kecil (floaters)
  • Terasa ada bintik-bintik atau garis yang menghalangi pandangan
  • Tumbuh benjolan di kelopak mata yang bertambah besar
  • Satu mata terlihat lebih menonjol
  • Perubahan pada bentuk pupil

Pada tahap lanjut, kanker mata melanoma bahkan bisa menimbulkan nyeri di sekitar mata. Akan tetapi, kondisi ini terjadi jika kanker telah menyebar ke organ lain.

Kapan harus ke dokter

Kanker mata melanoma sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun pada awal perkembangannya. Kondisi ini biasanya diketahui saat penderita memeriksa mata untuk keluhan atau penyakit yang lain.

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika muncul gejala di atas. Gejala kanker mata melanoma dapat menyerupai keluhan dari kondisi medis lain. Pemeriksaan sejak dini dapat memastikan penyebab keluhan yang Anda alami.

Segera ke dokter jika Anda tidak bisa melihat secara mendadak. Hal tersebut dapat menandakan adanya kondisi yang berbahaya.

Diagnosis Kanker Mata Melanoma

Untuk menentukan penyebab keluhan yang dialami, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, dan riwayat pekerjaan.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi mata pasien. Pada pemeriksaan mata, dokter mungkin akan meneteskan obat pada mata untuk memperbesar pupil. Hal ini bertujuan agar dokter bisa melihat seluruh bagian mata.

Setelah itu, pemeriksaan mata akan dilakukan dengan bantuan beberapa alat, seperti:

  • Oftalmoskopi, untuk melihat bagian dalam mata, termasuk retina dan saraf optik
  • Slit-lamp biomicroscopy, untuk memeriksa retina, saraf optik, dan bagian lain di mata menggunakan pancaran sinar dan mikroskop yang khusus digunakan untuk mata
  • Gonioskopi, untuk melihat pertumbuhan kanker pada area yang sulit dilihat, sekaligus untuk melihat ada tidaknya penyumbatan di tempat keluarnya cairan mata

Jika dibutuhkan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut untuk memastikan kondisi mata dan penyebaran kanker:

  • Pemindaian dengan USG mata, CT scan, PET scan, dan MRI, untuk melihat kondisi bagian dalam mata dan untuk melihat penyebaran kanker mata
  • Angiografi mata, untuk memetakan kondisi pembuluh darah mata, termasuk mengetahui keberadaan tumor
  • Biopsi mata, untuk mendeteksi sel kanker dengan mengambil sampel jaringan mata
  • Ocular coherence tomography (OCT), untuk mengetahui kondisi mata dengan menggunakan gelombang cahaya

Kanker mata melanoma dapat dikelompokkan sebagai kanker stadium lanjut jika sudah menyebar ke jaringan lain di sekitar mata dan saraf optik. Selain di sekitar mata, kanker mata juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening dan hati.

Pengobatan Kanker Mata Melanoma

Metode pengobatan kanker mata melanoma tergantung pada lokasi, ukuran, stadium, serta usia dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Jika melanoma masih berukuran sangat kecil dan tidak menyebar, dokter akan melakukan pengamatan dengan meminta pasien untuk kontrol rutin.

Apabila melanoma tumbuh dengan cepat, dokter akan memberikan pengobatan. Metode pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

Operasi

Operasi bertujuan untuk mengangkat jaringan melanoma di mata. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada ukuran dan gejala kanker. Jika kanker berukuran kecil, operasi dilakukan dengan mengangkat jaringan kanker dan sedikit jaringan sehat di sekeliling kanker.

Beberapa metode operasi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Iridektomi atau pengangkatan sebagian iris
  • Iridosiklektomi, yaitu pengangkatan iris dan badan siliaris
  • Sclerouvectomy atau endoreseksi, yaitu pengangkatan tumor dengan mengangkat sesedikit mungkin bagian lain di mata

Khusus untuk kanker yang berukuran besar, operasi dilakukan untuk mengangkat seluruh bola mata (enukleasi). Operasi ini dapat disertai pemasangan bola mata palsu (prostetik) untuk memperbaiki tampilan pada mata.

Radioterapi

Radioterapi dilakukan dengan menembakkan sinar radiasi berenergi tinggi ke jaringan kanker. Radioterapi biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker mata berukuran sedang.

Jenis radioterapi yang umum digunakan untuk menangani kanker mata melanoma adalah brachytherapy dan stereotactic radiotherapy.

Krioterapi

Krioterapi dilakukan dengan cara membekukan jaringan kanker di mata sehingga rusak dan mati.

Terapi penyinaran

Terapi ini menggunakan sinar dengan frekuensi tertentu. Salah satu contohnya adalah termoterapi yang menggunakan sinar inframerah.

Terapi penyinaran dapat dikombinasikan juga dengan terapi lain, terutama radioterapi.

Komplikasi Kanker Mata Melanoma

Jika tidak ditangani dengan baik, kanker mata melanoma dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti:

Pencegahan Kanker Mata Melanoma

Penyebab kanker mata melanoma masih belum diketahui secara pasti. Namun, Anda bisa menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, misalnya dengan:

  • Menghindari paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, misalnya dengan mengenakan kacamata pelindung saat melakukan terapi dengan lampu ultraviolet (sunbed), atau mengenakan kacamata hitam saat beraktivitas di bawah terik matahari
  • Mengenakan alat pelindung mata saat melakukan aktivitas yang berisiko mencederai atau membahayakan mata