Kanker payudara bisa dicegah melalui beberapa hal berikut ini:

  • Rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Dengan rutin melakukan SADARI, seorang wanita akan semakin mengenali payudaranya sendiri, sehingga bila terdapat kelainan seperti perubahan bentuk atau muncul benjolan, dapat segera memeriksakan diri ke dokter. SADARI baik dilakukan setiap bulan di hari ke 7-10 setelah haid pertama.
  • Rutin melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). SADANIS merupakan pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh petugas medis. Diskusikan dengan dokter mengenai kapan waktu yang tepat memulai SADANIS dan pemeriksaan penyaring kanker payudara, yaitu foto Rontgen payudara (mammografi), serta risiko dan manfaatnya.
  • Olahraga rutin. Lakukan olahraga 30 menit setiap hari.
  • Berhati-hati dalam melakukan terapi pengganti hormon pasca menopause. Kombinasi terapi hormon bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Konsultasikan dengan dokter manfaat dan risiko terapi pengganti hormon.
  • Pertahankan berat badan ideal. Bila memiliki berat badan berlebih, konsultasikan dengan dokter mengenai strategi untuk menurunkan berat badan dan agar berat badan tetap
  • Hentikan konsumsi alkohol.

Pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, pencegahan bisa dilakukan dengan obat-obatan atau dengan prosedur bedah.

Obat penghambat estrogen, seperti penghambat enzim aromatase dan selective estrogen receptor modulators, bisa digunakan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi terkena penyakit ini.

Sedangkan untuk pencegahan dengan metode bedah, dokter bisa melakukan bedah pengangkatan payudara (prophylactic mastectomy) atau bedah untuk mengangkat indung telur (prophylactic oophorectomy).