Dokter akan menjalankan pemeriksaan fisik pada kedua payudara dan kelenjar getah bening di ketiak untuk mengetahui adanya benjolan atau kelainan lain. Sejumlah tes penunjang juga bisa menjadi pilihan untuk mendiagnosis kanker payudara.

Tes mammografi adalah tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kanker payudara, khususnya pada stadium awal. Meski umumnya tes ini bisa mendeteksi benjolan pada payudara ganas atau tidak, namun tetap bisa terjadi kesalahan 10 hingga 15 persen, karena mammografi bukan merupakan tes untuk memastikan kanker payudara. Tes lain yang umum dijalankan untuk kanker payudara adalah USG mammae. Pada tes ini, gelombang suara akan menghasilkan gambaran di dalam payudara, sehingga diketahui apakah benjolan yang muncul berupa struktur padat atau kista yang berisi cairan. Jika diperlukan, tes MRI bisa dilakukan untuk memberi gambaran yang lebih jelas daripada hasil yang didapatkan dari tes mammografi atau USG.

Untuk mengetahui secara pasti apakah pasien menderita kanker payudara, dokter akan melakukan biopsi yaitu, yaitu dengan memeriksa sampel jaringan di laboratorium. Sampel akan diteliti untuk mengetahui jenis sel yang menyebabkan benjolan atau kanker, tingkat agresifitas kanker, dan apakah sel tersebut mengandung reseptor hormon atau protein (ER, PR, dan HER2).

Stadium Kanker Payudara

Setelah hasil biopsi menunjukkan jaringan tersebut merupakan kanker payudara, dokter akan menentukan stadium kanker pada pasien. Stadium ini diklasifikasikan berdasarkan seberapa luas area penyebaran kanker payudara. Klasifikasi ini membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang akan dipilih.

Stadium 0

Kanker tidak berkembang lebih jauh dari tempat tumbuhnya di duktus atau lobulus, dan belum menyebar ke jaringan di sekitarnya. Kondisi ini disebut in situ.

Stadium 1

Stadium 1a – Tumor berukuran hingga 20 mm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak.

Stadium 1b – Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, dengan ukuran lebih besar dari 0,2 mm namun kurang dari 2 mm. Sedangkan pada payudara terdapat tumor dengan ukuran tidak lebih dari 20 mm atau bisa tidak nampak tumor.

Stadium 2

Stadium 2a – Kanker payudara sudah masuk pada stadium ini jika:

  • Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dengan ukuran 2 mm atau lebih, dengan tumor di payudara tidak lebih dari 20 mm atau tidak tampak tumor di payudara.
  • Ukuran tumor lebih besar dari 20 mm, namun tidak lebih besar dari 50 mm, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak.

Stadium 2b – Stadium ini ditandai dengan:

  • Ukuran tumor lebih besar dari 20 mm, namun tidak lebih besar dari 50 mm, dan sudah menyebar ke 1 hingga 3 kelenjar getah bening di ketiak.
  • Ukuran tumor lebih besar dari 50 mm, namun tidak menyebar ke kelenjar getah bening.

Stadium 3

Kanker semakin membesar dan menyebar ke dinding payudara atau ke kulit di sekitar payudara. Sel kanker juga menyebar ke lebih banyak kelenjar getah bening.

Stadium 3a – Kanker payudara sudah masuk pada stadium ini jika:

  • Kanker sudah menyebar ke 4 hingga 9 kelenjar getah bening di ketiak atau kelenjar getah bening di dalam payudara, dengan ukuran tumor di payudara hingga 50 mm. Bisa juga tidak ada tumor di payudara.
  • Ukuran tumor lebih besar dari 50 mm, dan sudah menyebar ke 1 hingga 3 kelenjar getah bening di ketiak.

Stadium 3b – Tumor sudah menyebar ke kulit dinding payudara.

Stadium 3c – Ukuran tumor bisa bervariasi, dan telah menyebar hingga ke 10 kelenjar getah bening atau lebih di ketiak, atau sudah menyebar ke kelenjar getah bening di dalam payudara dan leher.

Stadium 4

Pada stadium ini, ukuran tumor bisa bervariasi, dan telah menyebar jauh ke organ lain, seperti tulang, paru-paru, hati, atau otak.