Memang tidak semua kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi perlu ditangani dengan obat. Kadang perubahan gaya hidup dan pola makan saja sudah cukup untuk mengontrol tekanan darah. Jadi, kapan obat antihipertensi perlu dikonsumsi?

Secara umum, hipertensi dibagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi tergolong primer jika penyebabnya tidak diketahui. Hipertensi masuk kategori sekunder jika disebabkan oleh kondisi lain, seperti gangguan ginjal, kelainan bawaan lahir, atau penyalahgunaan obat.

Kapan Obat Antihipertensi Perlu Dikonsumsi? - Alodokter

Tekanan darah tinggi dapat diobati dengan obat-obatan antihipertensi. Namun, tidak semua hipertensi harus ditangani dengan obat. Menerapkan gaya hidup sehat dan mengatur pola makanan sehari-hari juga dapat mengendalikan tekanan darah tinggi.

Cara Menangani Hipertensi

Di dunia kedokteran, penanganan terhadap hipertensi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu penanganan dengan obat dan tanpa obat. Berikut penjelasannya:

Penanganan hipertensi tanpa obat

Jika tekanan darah pasien berkisar antara 130-139/85-89 mmHg (normal cenderung tinggi), dokter tidak akan memberikan obat darah tinggi kepada pasien. Sebagai gantinya, dokter akan menyarankan pasien untuk mulai menerapkan pola hidup sehat. Cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Melakukan olahraga ringan secara teratur, seperti berjalan, jogging, bersepeda, atau berenang.
  • Membatasi asupan daging merah, lemak jenuh, dan garam dapur.

Penanganan hipertensi dengan obat  

Bila perbaikan gaya hidup tidak mampu memperbaiki tekanan darah, dokter akan memberikan obat antihipertensi atau obat penurun darah tinggi. Ada berbagai jenis obat antihipertensi, antara lain:

Dokter akan menyesuaikan jenis obat antihipertensi dengan penyebab dan keparahan hipertensi, kondisi kesehatan, serta respons tubuh pasien terhadap obat. Biasanya pasien hanya diberikan satu macam obat antihipertensi. Namun, tidak sedikit pasien yang perlu mengonsumsi kombinasi beberapa obat antihipertensi.

Kapan Obat Antihipertensi Perlu Diberikan?

Seperti dikatakan sebelumnya, obat antihipertensi diberikan bila perubahan gaya hidup dan pola makan saja tidak cukup untuk mengontrol tekanan darah pasien.

Terapi hipertensi dengan obat perlu dilakukan jika pasien telah mengubah gaya hidup dan mengatur nutrisi, namun gagal mencapai target tekanan darah yang telah ditetapkan (<140/90 mmHg) selama 3 bulan pertama.

Obat antihipertensi juga biasanya diberikan jika pasien mengalami kondisi berikut:

  • Hipertensi derajat 1 (tekanan darah 140-149/90-99 mmHg).
  • Hipertensi derajat 2 (tekanan darah 160-169/100-109 mmHg).
  • Hipertensi derajat 3 (tekanan darah >=180 mmHg/>=100mmHg).
  • Hipertensi dengan komplikasi yang menyebabkan kerusakan organ tubuh, seperti jantung, ginjal, atau mata.

Perlu diketahui, obat antihipertensi perlu dikonsumsi seumur hidup.

Pada awal pengobatan, dokter akan memberikan satu jenis obat. Namun jika pasien memiliki risiko penyakit jantung, stroke, ginjal, dan gangguan mata, dokter akan memberikan kombinasi dua jenis obat. Jika target tekanan darah yang diinginkan masih juga belum tercapai, dokter dapat memberikan kombinasi tiga jenis obat.

Jika terdapat riwayat penyakit darah tinggi, penyakit jantung, stroke, atau diabetes dalam keluarga, Anda patut waspada dan rajin memeriksakan diri ke dokter minimal satu tahun sekali.

Ingat, jangan pernah mengonsumsi obat antihipertensi tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Obat antihipertensi yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk Anda.

Ditulis oleh:

dr. Ida Bagus Aditya Nugraha, SpPD
(Dokter Spesialis Penyakit Dalam)