Kedutan bibir bawah sering dianggap sebagai pertanda akan datangnya hal-hal baik. Padahal, kondisi ini biasanya muncul karena berbagai kondisi, seperti otot yang lelah atau kurangnya nutrisi tertentu. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Anda bisa lebih tenang dan tahu kapan kondisi ini perlu diperhatikan lebih lanjut.

Kedutan bibir bawah sering muncul tiba-tiba dan biasanya hilang sendiri. Kondisi ini umumnya berhubungan dengan aktivitas otot di sekitar mulut. Meski umumnya ringan, ada beberapa kondisi yang dapat memicu kedutan berulang atau disertai gejala lain.

Kedutan Bibir Bawah, Ketahui Penyebab dan Tips Menanganinya - Alodokter

Penyebab Kedutan Bibir Bawah

Kondisi kedutan bibir bawah bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari faktor ringan hingga kondisi kesehatan tertentu. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang penting untuk Anda ketahui:

1. Kelelahan otot 

Kedutan bibir bawah bisa disebabkan oleh kelelahan otot. Hal ini terjadi ketika otot di sekitar bibir menegang akibat kurang tidur, lelah, atau sedang banyak pikiran. Kondisi ini membuat otot menjadi lebih sensitif dan mudah berkedut.

Stres atau kecemasan yang berlangsung lama juga dapat memengaruhi saraf yang mengatur gerakan otot bibir. Akibatnya, kedutan bibir bawah bisa muncul lebih sering.

2. Kekurangan elektrolit atau dehidrasi

Kekurangan cairan dapat memengaruhi fungsi saraf dan otot, sehingga bibir lebih mudah berkedut. Magnesium, kalsium, dan kalium adalah mineral yang berperan penting dalam menjaga stabilitas otot.

Ketika kadar mineral tersebut menurun, sinyal saraf menjadi kurang stabil. Hal ini dapat memicu kedutan bibir bawah, terutama bila Anda kurang minum atau sedang banyak berkeringat.

3. Konsumsi kafein berlebihan

Minum kopi, teh, atau minuman berkafein terlalu banyak dapat merangsang sistem saraf. Akibatnya, otot menjadi lebih reaktif dan mudah berkedut, termasuk otot bibir.

Beberapa orang lebih sensitif terhadap kafein, sehingga kedutan bibir bawah dapat muncul meski konsumsi tidak berlebihan. Mengurangi kafein biasanya cukup membantu meredakan keluhan.

4. Efek samping obat

Beberapa obat yang bekerja pada saraf atau otot dapat menyebabkan kedutan. Contohnya adalah obat-obatan yang memengaruhi keseimbangan elektrolit atau aktivitas neuromuskular, yaitu gangguan yang memengaruhi neuron motorik, otot, dan hubungan di antara keduanya

Efek samping ini berbeda pada setiap orang. Jika kedutan bibir bawah muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

5. Kondisi medis tertentu

Meski jarang, gangguan saraf seperti Bell’s palsy atau dystonia oromandibular bisa menyebabkan kedutan berulang. Cedera pada area wajah juga dapat memengaruhi saraf yang mengatur gerakan bibir.

Pada kondisi ini, kedutan bibir bawah biasanya disertai gejala tambahan, seperti kelemahan wajah atau kesulitan mengontrol gerakan mulut. 

Itulah beberapa penyebab kedutan bibir bawah yang sering terjadi. Masyarakat memang sering menghubungkan kedutan bibir bawah dengan mitos tertentu. Namun, tidak ada bukti yang mendukung hal ini. Kebanyakan kedutan berasal dari aktivitas otot, pola hidup, atau stres.

Jika kedutan muncul tanpa gejala lain, Anda tidak perlu khawatir. Yang penting, kenali tanda bahaya dan amati apakah keluhan berubah atau tidak.

Kedutan Bibir Bawah dan Tips Menanganinya

Beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan kedutan bibir bawah:

  • Istirahat cukup agar otot tidak tegang.
  • Cukupi kebutuhan cairan harian.
  • Konsumsi makanan kaya magnesium, kalsium, dan kalium.
  • Batasi minuman berkafein, seperti kopi dan teh.
  • Lakukan latihan relaksasi atau pernapasan.
  • Batasi kebiasaan menggerakkan bibir secara berlebihan.

Jika kedutan bibir bawah tidak membaik setelah beberapa hari, muncul terus-menerus, atau disertai mati rasa, kelemahan otot, nyeri yang kuat, perubahan pada wajah, maupun kesulitan berbicara, sebaiknya segera periksa ke dokter agar penyebabnya bisa dipastikan dan ditangani dengan tepat.

Jika Anda masih ragu mengenai penyebab kedutan bibir bawah yang Anda alami, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap dan sesuai dengaan kondisi Anda.