Keguguran pada usia kehamilan berapa pun dapat menjadi pengalaman yang emosional. Selain itu, banyak pula yang mempertanyakan tindakan medis yang diperlukan dalam menghadapinya, termasuk mengenai perlu atau tidaknya keguguran 1 bulan menjalani proses kuret.

Tanpa penanganan yang tepat, keguguran bisa berakibat fatal, bukan hanya pada janin, tapi juga pada sang ibu. Tujuan utama penanganan yang diberikan oleh dokter, baik selama maupun setelah terjadi keguguran, yaitu untuk menghindari perdarahan dan infeksi.

Keguguran 1 Bulan dan Tindakan Medis yang Diperlukan - Alodokter

Tindakan yang Dibutuhkan

Keguguran 1 bulan atau empat minggu,  termasuk keguguran tahap awal yang umumnya terjadi di bawah 12 minggu kehamilan. Untuk memastikan terjadinya keguguran, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul dan pemeriksaan USG, serta tes darah bila diperlukan.

Pemeriksaan panggul dilakukan untuk mengetahui kondisi leher rahim (serviks). Jika terjadi keguguran, serviks akan melebar. Sedangkan pemeriksaan USG bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya detak jantung janin.

Tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan adalah tes darah, untuk melihat kadar hCG dalam darah. Kadar hCG yang rendah pada ibu hamil dapat menandakan bahwa kehamilannya rentan mengalami keguguran. Pada awal kehamilan, kadar hCG dalam darah seharusnya mengalami peningkatan berlipat ganda.

Nah, jika dari hasil pemeriksaan dokter menemukan keguguran lengkap dan rahim sudah bersih dari bakal janin, maka tidak diperlukan tindakan apapun. Dokter hanya perlu melakukan pemantauan untuk beberapa saat. Keguguran lengkap yang terjadi secara alami, umumnya diikuti dengan perdarahan sekitar 7-10 hari. Namun, baru akan benar-benar berhenti setelah 2-3 minggu.

Sebaliknya, jika pada hasil pemeriksaan ditemukan keguguran tidak lengkap, maka dokter akan melakukan tindakan dilatasi dan kuretase (D/C), yang lebih dikenal masyarakat sebagai kuret. Dalam prosedur ini, dokter akan melakukan pelebaran leher rahim secara bertahap, serta pengangkatan sisa ari-ari dan janin dari rahim.

Selain itu, ada pula pilihan berupa obat-obatan yang dapat merangsang tubuh mengeluarkan sisa ari-ari atau janin. Pemberian obat ini dilakukan terutama pada wanita yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau yang perlu menghindari tindakan operasi.

Upaya Memperoleh Kehamilan Sehat

Dalam dunia medis, istilah keguguran masih digunakan pada kehamilan yang berusia di bawah 20 minggu. Keguguran dapat dikenali dengan gejala berupa perdarahan, kram atau nyeri perut, demam, lemas, dan nyeri punggung.

Penyebab yang paling sering menyebabkan keguguran tahap awal, termasuk keguguran 1 bulan, adalah adanya gangguan pembentukan embrio yang disebabkan oleh kelainan kromosom. Hal ini umumnya tidak terkait dengan kondisi kesehatan ibu. Meski demikian, beberapa gangguan yang dialami ibu hamil dapat memicu keguguran, termasuk infeksi, diabetes, penyakit tiroid, gangguan hormon, respons sistem imun tubuh, dan kelainan pada rahim.

Keguguran yang disebabkan oleh kelainan kromosom memang sulit untuk dicegah. Namun, calon ibu hamil dapat melakukan beberapa upaya sebelum pembuahan agar memperoleh kehamilan yang sehat, termasuk memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat, berolahraga secara teratur, mempertahankan berat badan ideal, berhenti merokok, dan menghindari stres berlebihan. Selain itu, sejak masa perencanaan kehamilan, calon ibu juga dianjurkan untuk mulai mengonsumsi suplemen asam folat.

Untuk wanita yang mengalami keguguran lebih dari dua kali berturut-turut, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan darah, tes genetik, atau pemeriksaan lainnya untuk mencari penyebab keguguran tersebut, sehingga dapat diantisipasi pada kehamilan berikutnya.

Jika Anda mencurigai terjadinya keguguran, termasuk keguguran 1 bulan, segeralah memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dokter akan memastikan kondisi Anda dan menentukan tindakan medis yang mungkin diperlukan.