Keju mozzarella adalah jenis keju asal Italia yang dikenal dengan teksturnya yang lembut, mudah meleleh, dan rasanya yang gurih. Meski mengandung berbagai nutrisi bermanfaat bagi tubuh, keju ini tetap perlu dikonsumsi secara bijak agar tidak menambah asupan lemak dan garam berlebih.

Keju mozzarella sering menjadi pelengkap berbagai hidangan, seperti pizza, sandwich, dan salad, karena teksturnya yang elastis serta rasanya yang lembut. Di Indonesia, keju ini umumnya dibuat dari susu sapi yang difermentasi.

Keju Mozzarella, Si Lumer Gurih yang Punya Banyak Manfaat - Alodokter

Tekstur mozzarella yang kenyal dan mudah meleleh berasal dari proses khusus bernama pasta filata, yaitu pemanasan dan penarikan adonan keju hingga terbentuk serat halus. Berbeda dari keju lainnya, seperti cheddar atau parmesan, yang lebih padat, mozzarella memiliki kadar air lebih tinggi. Inilah yang membuat keju mozzarella tampak “melar” atau stretchy saat dipanaskan.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Keju Mozzarella

Keju mozzarella kaya akan lemak, protein, kalsium, fosfor, vitamin B12, serta mengandung bakteri baik yang berperan sebagai probiotik. Lemak merupakan nutrisi yang paling dominan dalam keju ini, sehingga memberikan energi tinggi.

Berikut beberapa manfaat keju mozzarella untuk tubuh:

1. Meningkatkan energi

Lemak dan kalori tinggi dalam keju mozzarella membuatnya menjadi sumber energi yang praktis. Lemak sehat yang terkandung dapat dibakar tubuh untuk menghasilkan tenaga, sehingga membantu menunjang aktivitas fisik sehari-hari, menjaga stamina, dan mencegah cepat lelah.

2. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Kandungan kalsium dan fosfor dalam keju mozzarella berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang serta mencegah risiko pengeroposan tulang (osteoporosis). Nutrisi ini juga membantu mempertahankan struktur gigi agar tetap kuat.

3. Mendukung pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh

Protein yang cukup tinggi di dalam mozzarella membantu tubuh memperbaiki sel dan jaringan yang rusak, sekaligus menjaga massa otot. Asupan protein juga bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

4. Menjaga fungsi saraf dan otak

Vitamin B12 yang terkandung di dalam keju mozzarella berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf. Asupan yang cukup dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan mencegah kelelahan.

5. Mendukung kesehatan pencernaan

Mozzarella segar mengandung bakteri baik, seperti Lactobacillus casei dan Lactobacillus fermentum. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, keju ini dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan memperlancar proses pencernaan.

6. Mendukung pertambahan berat badan

Bagi orang dengan berat badan rendah, konsumsi keju mozzarella bisa membantu menaikkan berat badan secara sehat. Kandungan lemak dan kalori tinggi dalam keju ini menambah asupan energi, sehingga tubuh memperoleh kalori tambahan yang diperlukan untuk menambah massa tubuh tanpa harus mengorbankan nutrisi penting lainnya.

5. Meningkatkan daya tahan tubuh

Kandungan probiotik pada keju mozzarella juga berperan dalam memperkuat sistem imun. Dengan sistem kekebalan yang baik, tubuh lebih mampu melawan infeksi dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Tips Aman Menikmati Keju Mozzarella

Meskipun keju mozzarella memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan tetap bisa menimbulkan efek kurang baik bagi kesehatan. Keju mozzarella segar sebenarnya tergolong rendah natrium, tetapi beberapa produk kemasan bisa mengandung garam lebih tinggi untuk menambah cita rasa dan daya tahan.

Kandungan tersebut berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama bila dikonsumsi berlebihan. Selain itu, mozzarella juga tetap mengandung lemak jenuh yang dapat memicu kenaikan kadar kolesterol jika dikonsumsi tanpa batas.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa, sebaiknya hindari konsumsi keju mozzarella agar tidak menimbulkan reaksi alergi maupun gangguan pencernaan.

Agar keju mozzarella tetap menjadi bagian dari pola makan sehat, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Perhatikan porsi konsumsi, idealnya sekitar 30–50 gram per porsi dan jadikan hanya sebagai pelengkap, bukan makanan utama.
  • Pilih keju mozzarella segar yang tidak mengandung bahan pengawet atau pewarna tambahan.
  • Simpan keju dengan benar di dalam lemari pendingin untuk menjaga kesegarannya dan mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Padukan dengan makanan berserat, seperti sayur, buah, atau roti gandum, agar asupan nutrisi harian tetap seimbang.
  • Biasakan membaca label kandungan gizi dan batasi produk dengan kadar natrium tinggi.

Keju mozzarella bisa menjadi pilihan yang sehat jika dikonsumsi dengan bijak, terutama bagi Anda yang ingin menjaga berat badan, kadar kolesterol, atau tekanan darah.

Namun, untuk memastikan konsumsi keju mozzarella aman bagi kesehatan Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan gizi Anda.