Cimino atau arteriovenous shunt atau arteriovenous fistula dalah prosedur operasi kecil untuk menghubungkan salah satu pembuluh arteri dengan pembuluh vena. Pembuluh arteri, yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh, akan disatukan dengan pembuluh balik atau vena, yang mengalirkan darah kembali menuju jantung guna akses pembuluh darah saat cuci darah.

Prosedur ini disebut juga Cimino-Brescia fistula, yang disesuaikan dengan nama penemunya, yaitu dokter James E. Cimino dan Michael Brescia. Tujuan utama Cimino adalah menjaga kelancaran aliran darah ke mesin saat proses hemodialisis atau cuci darah.

Kenali Apa Itu Cimino - Alodokter

Sejumlah kelebihan Cimino dibandingkan akses pembuluh darah lainnya, yaitu:

  • Memiliki risiko terjadinya komplikasi, seperti infeksi atau penggumpalan darah, lebih kecil dibandingkan akses vaskular lainnya, misalnya kateter vena sentral.
  • Aliran darah yang dihasilkan paling sesuai dengan mesin cuci darah.
  • Cimino bertahan lebih lama dibandingkan dengan akses vaskular lainnya.

Indikasi Cimino

Cimino merupakan salah satu dari akses pembuluh darah untuk keperluan cuci darah, selain arteriovenous graft, kateter vena sentral, atau tunnelling. Cimino menjadi salah satu prosedur yang wajib dilakukan bagi penderita gagal ginjal kronis yang akan menjalani cuci darah berulang untuk waktu yang lama.

Sebelum Cimino

Sebelum prosedur bedah dilakukan, dokter akan melakukan pemetaan pembuluh darah dengan menggunakan ultrasonografi (USG) Doppler untuk mendeteksi lokasi pembuluh darah yang akan disatukan. Penggunaan USG tidak menyebabkan rasa sakit. Alat ini berfungsi untuk mengubah gelombang suara di dalam organ menjadi sebuah gambar yang ditampilkan pada layar pantau.

Prosedur Cimino

Prosedur cimino dilakukan di ruang operasi rumah sakit. Prosedur Cimino untuk pasien dewasa, menggunakan obat bius atau anestesi lokal sehingga memberikan sensasi mati rasa di sekitar area bedah, namun pasien tetap dalam keadaan sadar. Jika Cimino dilakukan pada pasien anak-anak, dokter akan menggunakan anestesi umum atau bius total.

Setelah memberikan anestesi, dokter bedah akan membuat sayatan kecil di daerah lengan, biasanya pergelangan tangan, untuk menghubungkan pembuluh arteri dengan vena.

Setelah Cimino

Pasien akan diperbolehkan pulang ke rumah dan dokter akan menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah pasien menjalani Cimino, antara lain:

  • Menjaga luka operasi tetap kering hingga benar-benar sembuh.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.
  • Istirahat yang cukup.
  • Usahakan posisikan lengan lebih tinggi dari jantung.
  • Anda akan diminta untuk melakukan latihan meremas bola karet untuk membantu “pematangan” fistula.

Hemodialisis dilakukan ketika fistula “matang”, yaitu kondisi yang ditandai dengan bunyi bising saat pemeriksaan dengan stetoskop. Cimino membutuhkan waktu 1-4 bulan untuk “matang”. Oleh sebab itu, prosedur ini wajib dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya, minimal 6 bulan sebelum cuci darah.

Jika Cimino gagal yang ditandai dengan tidak “matangnya” fistula, maka tindakan pembuatan Cimino dapat diulang di area yang berbeda atau membuat akses pembuluh darah lainnya untuk cuci darah.

Risiko Cimino

Risiko Cimino tergolong sangat kecil dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen dibandingkan tindakan akses vaskular lainnya. Risiko prosedur akses vaskular dapat berupa infeksi, penggumpalan darah di lokasi Cimino, atau efek samping obat bius seperti berupa sakit kepala, pusing, muntah, dan nyeri tenggorokan. Segera menghubungi dokter jika mengalami gejala, seperti sesak napas, demam, nyeri, bengkak, kulit kemerahan, perdarahan, sensasi hangat di sekitar Cimino, dan membirunya kuku jari.