Istilah morning surge mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Morning surge adalah kondisi ketika tekanan darah meningkat di pagi hari. Banyak yang menganggap bahwa kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung. Namun, apakah anggapan tersebut benar adanya?

Penyebab terjadinya morning surge sejauh ini belum diketahui secara pasti. Namun, peningkatan tekanan darah di pagi hari karena morning surge diduga berkaitan dengan irama sirkadian atau pengatur siklus tidur alami tubuh yang berpusat di otak.

Kenali Apa Itu Morning Surge dan Kaitannya dengan Serangan Jantung - Alodokter

Saat bangun tidur, otak akan melepaskan beberapa macam hormon, seperti kortisol, epinefrin, dan norepinefrin. Pelepasan hormon-hormon tersebutlah yang diduga menjadi penyebab meningkatnya tekanan darah di pagi hari.

Selain karena pelepasan hormon di pagi hari, beberapa studi menunjukkan bahwa faktor tertentu, seperti stres, konsumsi garam yang berlebihan, kebiasaan merokok, atau kurang tidur, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya morning surge.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Morning Surge

Morning surge sebetulnya bukanlah suatu penyakit, melainkan mekanisme alami untuk mempersiapkan tubuh dalam menjalani aktivitas setelah bangun tidur. Oleh karena itu, morning surge umumnya tidak berbahaya.

Akan tetapi, morning surge bisa berbahaya pada orang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak terkontrol. Ketika tekanan darah tinggi tidak terkontrol, kondisi ini cenderung akan semakin parah di pagi hari saat baru bangun tidur, tepatnya ketika terjadi morning surge.

Tekanan darah yang sangat tinggi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada aliran darah atau bahkan pecahnya pembuluh darah di dalam organ-organ tubuh. Hal ini kemudian dapat menimbulkan berbagai penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.

Kaitan Morning Surge dengan Serangan Jantung

Dalam kondisi normal, morning surge biasanya hanya akan menyebabkan sedikit peningkatan tekanan darah di pagi hari dan tidak berbahaya. Tekanan darah yang sedikit meningkat tersebut umumnya akan turun kembali di siang hari.

Morning surge baru berisiko menimbulkan masalah kesehatan, seperti serangan jantung, ketika terjadi pada penderita hipertensi yang tidak tertangani dengan baik atau tidak terdiagnosis. Serangan jantung sendiri sebenarnya dapat terjadi kapan saja dan merupakan kondisi darurat yang perlu segera ditangani.

Saat terkena serangan jantung di pagi hari atau setelah bangun tidur, seseorang dapat merasakan gejala berupa nyeri dada berat yang menjalar hingga ke leher, rahang, bahu, atau punggung, sesak napas, sakit kepala, lemas, keringat dingin, dan berdebar-debar.

Oleh sebab itu, untuk mengurangi risiko terjadinya serangan jantung atau stroke di pagi hari ketika tubuh mengalami morning surge, Anda perlu menjaga tekanan darah tetap stabil dengan beberapa cara berikut ini:

  • Melakukan olahraga secara rutin dan teratur
  • Menjalani pola makan sehat bergizi seimbang dan membatasi asupan garam (tidak lebih dari 2 sendok teh per hari)
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein
  • Menjauhi rokok ataupun asap rokok
  • Mendapatkan tidur yang cukup
  • Mengurangi stres

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter untuk mengukur tekanan darah dan menilai apakah Anda berisiko mengalami penyakit jantung. Selain di tempat praktek dokter, pemeriksaan tekanan darah juga bisa Anda lakukan di rumah dengan menggunakan tensimeter.

Jika hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi atau berisiko terkena penyakit jantung, dokter akan memberikan obat-obatan, seperti obat antihipertensi, untuk mengatasi kondisi yang Anda derita dan untuk mencegah terjadinya komplikasi ketika tubuh Anda mengalami morning surge.