Blefaritis adalah peradangan kelopak mata yang dapat mengganggu siapa saja. Ada beragam cara mengatasi blefaritis, baik itu melalui penanganan di rumah maupun pengobatan dari dokter.

Cara-cara mengatasi blefaritis dapat dilakukan untuk meredakan gejala serta menjauhi berbagai risiko komplikasi. Blefaritis dapat menyebabkan gejala yang terasa tidak nyaman, mulai dari kedua kelopak mata bengkak, merah gatal, dan terasa seperti terbakar.

Kenali Cara Mengatasi Blefaritis dengan Tepat - Alodokter

Selain gejala yang tidak nyaman, blefaritis yang tidak segera diatasi juga bisa menyebabkan bulu mata rontok, mata kabur, dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

Berbagai Cara Mengatasi Blefaritis di Rumah

Sebagian besar kasus blefaritis dapat diatasi melalui penanganan di rumah. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Siapkan kain atau waslap bersih kemudian rendam ke dalam air hangat.
  • Kompres hangat di atas kelopak mata Anda selama 5 menit. Tujuannya adalah untuk melunakkan kerak dan mencegah endapan minyak berlebihan di kelopak mata.
  • Pijat kelopak mata secara lembut ketika sedang kompres hangat.

Usai mengompres mata secara bergantian, langkah selanjutnya adalah membersihkan kelopak mata. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Letakkan kain atau waslap yang baru dan bersih di atas jari telunjuk Anda, kemudian celupkan ke dalam air hangat yang sudah dicampur beberapa tetes sampo bayi.
  • Tutup mata Anda, lalu gosokkan kain atau waslap hangat tersebut di atas bulu mata dan tepi kelopak mata Anda selama sekitar 30 detik.
  • Berikan tekanan ringan saat menggosok bulu mata Anda untuk memeras minyak yang tersumbat dari kelenjar di belakang bulu mata.
  • Bilas kelopak mata Anda dengan air hangat, lalu keringkan menggunakan handuk kering yang bersih.

Cara mengatasi blefaritis di rumah ini bisa Anda lakukan secara rutin selama 2–4 kali sehari, sampai gejala blefaritis yang Anda alami menghilang.

Cara Mengatasi Blefaritis dengan Obat

Penggunaan obat-obatan biasanya dilakukan setelah penanganan di rumah tidak cukup efektif dalam meredakan gejala blefaritis. Berikut ini adalah beberapa obat-obatan yang biasanya diresepkan dokter untuk mengatasi blefaritis:

Antibiotik

Pada kasus blefaritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, obat yang umumnya diresepkan adalah antibiotik dalam bentuk obat tetes mata atau salep. Namun, bila kedua obat tersebut belum cukup efektif dalam mengatasi blefaritis, dokter bisa meresepkan antibiotik dalam bentuk tablet.

Kortikosteroid

Pada kasus pasien blefaritis yang tidak disebabkan infeksi, dokter akan meresepkan obat tetes mata atau salep kortikosteroid yang berguna untuk mengurangi peradangan. Dalam kondisi tertentu, kortikosteroid juga bisa diresepkan bersama dengan antibiotik untuk menangani blefaritis yang disebabkan oleh infeksi.

Imunomodulator

Dalam kasus tertentu, dokter mungkin juga meresepkan obat imunomodulator, seperti ciclosporin. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan respons sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat mengurangi peradangan.

Sebelum mengonsumsi obat-obatan di atas, Anda disarankan untuk selalu memperhatikan kembali dosis dan cara pakainya sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada label kemasan obat.

Selama masa penyembuhan, baik dengan cara alami maupun pengobatan, Anda juga disarankan untuk menjaga kebersihan wajah dan rambut, karena ini turut berpengaruh pada kelopak mata. Hindari pula mengucek mata saat mata terasa gatal.

Dari kedua cara mengatasi blefaritis di atas, semuanya dinilai mampu meredakan gejala blefaritis selama dilakukan dengan tepat. Namun, jika gejala blefaritis tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.