Siapa yang tidak tahu kisah Alice in Wonderland? Pada dongeng legendaris tersebut, tubuh Alice berubah menjadi sangat kecil, lalu menjadi sangat besar. Fenomena tersebut ternyata juga dapat terjadi di dunia nyata, lho. Kondisi ini disebut sindrom Alice in Wonderland.

Sindrom Alice in Wonderland, yang juga dikenal sebagai sindrom Todd atau dismetropsia, merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan perubahan persepsi dan disorientasi.

Kenali Lebih Jauh Sindrom Alice in Wonderland - Alodokter

Penderita sindrom ini bisa tiba-tiba merasa tubuh atau bagian tubuhnya menjadi lebih kecil atau lebih besar, atau merasa letak suatu benda menjadi sangat jauh atau sangat dekat, padahal kenyataannya tidak demikian.

Tak hanya penglihatan, sindrom Alice in Wonderland juga bisa memengaruhi persepsi terhadap waktu. Penderita bisa merasakan waktu berjalan lebih cepat atau lebih lambat daripada normal.

Berbagai Penyebab Sindrom Alice in Wonderland

Penyebab sindrom Alice in Wonderland masih belum diketahui secara pasti. Namun, sindrom ini diduga berkaitan dengan beberapa kondisi berikut:

  • Sakit kepala, seperti migrain, sakit kepala cluster, atau sakit kepala tegang.
  • Gangguan pada otak, seperti stroke atau tumor otak.
  • Penyakit infeksi, misalnya mononukleosis atau herpes simpleks.
  • Stres.
  • Gangguan kejiwaan, seperti depresi dan skizofrenia.
  • Epilepsi.
  • Efek samping obat-obatan.

Dari berbagai penyebab di atas, migrain diyakini menjadi penyebab sindrom Alice in Wonderland yang paling umum pada orang dewasa. Sedangkan pada anak-anak, kondisi ini sering disebabkan oleh penyakit infeksi.

Kondisi-kondisi di atas dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah di bagian otak yang berperan mengolah persepsi seseorang dalam melihat lingkungan sekitar.

Gejala Sindrom Alice in Wonderland

Gejala sindrom Alice in Wonderland dapat berbeda pada tiap penderita. Umumnya, gejala berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam, serta bisa berulang. Beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita sindrom Alice in Wonderland adalah:

  • Bagian tubuh atau benda-benda di sekitarnya terlihat lebih besar, lebih kecil, lebih jauh, atau lebih dekat dari kondisi aslinya.
  • Garis lurus terlihat bengkok atau bergelombang.
  • Benda yang diam terlihat bergerak.
  • Benda tiga dimensi tampak datar.
  • Warna terlihat lebih terang.
  • Waktu berjalan lebih cepat atau lebih lambat dari seharusnya.
  • Sering mendengar bunyi aneh atau bising yang tidak dimengerti dari mana asalnya.

Selain gejala-gejala di atas, dapat juga muncul gejala yang tidak terlalu khas, seperti mual, gelisah, dan pusing.

Langkah Penanganan dan Pencegahan Sindrom Alice in Wonderland

Hingga saat ini, belum ada pemeriksaan yang bisa mendiagnosis secara pasti sindrom Alice in Wonderland. Namun, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit lain dengan gejala yang serupa. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah tes darah, MRI, dan EEG.

Sindrom Alice in Wonderland umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, mengobati kondisi yang dicurigai menjadi penyebab sindrom Alice in Wonderland dapat mencegah gejala muncul kembali.

Karena sindrom Alice in Wonderland sering disebabkan oleh migrain, mengurangi munculnya serangan migrain juga dapat mencegah terjadinya sindrom ini, yaitu dengan:

  • Mengonsumsi banyak buah dan sayur.
  • Makan dalam porsi kecil, namun sering (5-6 kali per hari).
  • Mengurangi konsumsi makanan olahan, makanan yang banyak mengandung penyedap (MSG), serta minuman yang mengandung pemanis buatan.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Melakukan meditasi dan terapi relaksasi untuk mengendalikan stres.

Meski tidak berbahaya, sindrom Alice in Wonderland dapat menyebabkan disorientasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter saraf agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

Ditulis oleh:

dr. Andi Marsa Nadhira