Kehamilan sering ditandai dengan kemunculan rasa mual, pusing, terlambat datang bulan, atau payudara menjadi lebih sensitif. Namun, sebagian wanita mengalami tanda-tanda hamil yang jarang terjadi.

Banyak wanita yang seringkali bingung apakah dirinya sedang hamil atau tidak, karena tidak mengenali tanda-tanda kehamilan yang ada. Beberapa tanda-tanda hamil yang jarang terjadi, dianggap memalukan bagi sebagian wanita. Selain itu, tanda-tanda hamil ini juga jarang diketahui, sehingga ada baiknya Anda mencoba mengenali apa saja tanda-tanda kehamilan yang jarang terjadi ini. Sebaiknya jangan segan untuk menceritakan ke dokter untuk memastikan apakah tanda-tanda hamil tersebut masih tergolong normal.

Kenali Tanda-tanda Hamil yang Jarang Terjadi Ini - Alodokter

Tanda-tanda Hamil yang Masih Tergolong Normal

Untuk mengenali lebih jauh, di bawah ini adalah beberapa tanda-tanda hamil yang jarang terjadi, namun bisa saja Anda alami.

  • Sering berkeringat
    Pada kasus tertentu, kehamilan bisa ditandai dengan kemunculan keringat berlebih di beberapa bagian tubuh, seperti di ketiak, di pangkal paha, di perut, atau di wajah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kinerja sistem metebolisme tubuh dan tekanan di dalam darah. Untuk menghadapinya, jangan menggunakan pakaian yang tebal dan sulit menyerap keringat, serta perbanyak minum air putih.
  • Mendengkur saat tidur
    Tanda-tanda hamil yang jarang terjadi lainnya adalah mendengkur saat tidur. Hal ini terjadi karena selaput lendir yang membengkak dan membuat hidung tersumbat. Akibatnya, Anda bernapas melalui mulut dan mendengkur. Untuk menghentikannya, posisi tidur ibu hamil disarankan miring atau menggunakan obat tetes hidung sebelum tidur untuk memperlancar pernapasan.
  • Sering meludah
    Saat hamil, wanita bisa memproduksi tiga sampai empat liter air liur per hari karena pengaruh perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan Anda sering meludah. Selain meludah, Anda bisa untuk mencoba mengurangi air liur itu dengan mengonsumsi air putih dengan perasan buah lemon.
  • Kaki bengkak
    Pada kasus tertentu, kaki wanita saat hamil bisa bengkak karena penumpukan cairan di dalam tubuh yang terjadi selama hamil. Tanda-tanda hamil yang jarang terjadi ini umumnya baru disadari saat sepatu Anda terasa sempit dan tidak nyaman lagi untuk digunakan. Jangan memaksakan diri untuk menggunakan sepatu yang sempit. Lebih baik membeli sepatu baru dengan ukuran yang lebih besar.
  • Gusi berdarah
    Perubahan hormonal pada masa awal kehamilan menyebabkan darah mengalir lebih banyak ke gusi dan rongga mulut. Hal ini bisa membuat gusi membengkak dan lebih sensitif. Untuk menghindari gusi berdarah, Anda bisa menyikat gigi secara rutin dua kali sehari dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  • Suara menjadi serak
    Perubahan suara menjadi serak juga bisa terjadi pada masa awal kehamilan. Perubahan suara itu terjadi karena hormon estrogen dan progesteron menyebabkan pembengkakan di pita suara. Jika mengalami kondisi ini, Anda tak perlu khawatir. Suara Anda bisa kembali ke kondisi normal dalam beberapa bulan atau setelah bayi Anda lahir.
  • Jantung berdebar-debar
    Pada trimester pertama kehamilan, Anda bisa merasakan detak jantung yang tidak beraturan dan lebih cepat dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan volume darah yang terjadi secara drastis dan memaksa jantung bekerja lebih keras. Pada kondisi ini, detak jantung Anda bisa meningkat 10 sampai 15 kali setiap menitnya.
  • Flu dan pusing
    Sistem kekebalan tubuh akan melemah ketika Anda positif hamil. Kondisi ini bisa menyebabkan Anda mudah mengalami flu, batuk, pilek, pusing dan keluhan-keluhan lain yang akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Flu saat hamil juga bisa terjadi karena peningkatan produksi darah menyebabkan selaput lendir di dalam hidung membengkak, kering, bahkan sampai berdarah.
  • Keputihan
    Anda mungkin akan mengalami keputihan pada masa awal kehamilan, sebagai tanda-tanda hamil yang jarang terjadi. Kondisi ini dapat mengganggu karena mengharuskan Anda untuk sering berganti pakaian dalam. Agar kondisi ini tidak menimbulkan infeksi, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan organ intim Anda secara berkala dan menggunakan pembalut agar tidak terlalu sering berganti pakaian dalam.
  • Sembelit
    Perubahan hormon yang terjadi saat hamil juga bisa mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit. Biasanya kemunculan kondisi ini ditandai dengan perut kembung, kesulitan buang angin, dan susah buang air besar. Untuk menguranginya, Anda bisa makan lebih sering dengan porsi kecil, atau hindari konsumsi makanan yang mengandung gas seperti brokoli, kol, jagung, serta minuman bersoda.

Harus Tetap Waspada

Untuk memastikan tanda-tanda hamil yang jarang terjadi yang Anda alami masih tergolong normal, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penjelasan dan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui kondisi Anda, salah satunya tes kehamilan.

Jika Anda positif hamil, dokter akan menyarankan Anda berkonsultasi ke dokter kandungan untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Wanita hamil lebih rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, penanganan yang tepat akan membantu mencegah timbulnya masalah kesehatan yang akan membahayakan ibu dan bayinya.

Ibu hamil kemungkinan dianjurkan untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi selama hamil. Makanan itu antara lain telur, susu, daging tanpa lemak, ayam, ikan, brokoli, bayam, dan sayuran hijau lainnya, serta buah-buahan. Asupan gizi yang seimbang akan meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya.