Kenapa bayi baru lahir harus menangis sering menjadi pertanyaan banyak orang tua baru, terutama saat menyaksikan proses persalinan yang menegangkan. Tangisan pertama ini tidak hanya menjadi momen haru, tetapi juga memiliki peran penting bagi kesehatan dan keselamatan bayi yang baru lahir.
Setelah bayi dilahirkan, salah satu tanda vital yang paling ditunggu oleh dokter dan keluarga adalah tangisan pertamanya. Bukan sekadar simbol kehidupan, tangisan pertama bayi merupakan bagian penting dari proses adaptasi tubuh bayi terhadap dunia di luar rahim. Inilah alasan kenapa bayi baru lahir harus menangis dan mengapa hal ini sering dianggap sebagai tanda awal kondisi bayi yang baik.

Alasan Kenapa Bayi Baru Lahir Harus Menangis
Tangisan pertama bayi baru lahir membawa banyak manfaat penting bagi kesehatan dan proses penyesuaian tubuhnya, di antaranya:
1. Membantu paru-paru bayi mulai bekerja
Salah satu alasan kenapa bayi baru lahir harus menangis adalah untuk membantu paru-parunya mulai bekerja. Saat masih berada di dalam kandungan, bayi tidak bernapas menggunakan paru-paru karena oksigen diperoleh melalui plasenta dari ibu.
Setelah lahir, tangisan pertama membantu udara masuk ke paru-paru sehingga paru-paru dapat mengembang dan mulai berfungsi. Proses ini penting agar bayi bisa bernapas sendiri dan tubuhnya mendapatkan oksigen yang cukup.
2. Membantu membersihkan saluran napas
Tangisan bayi juga membantu membersihkan saluran napas dari sisa cairan ketuban atau lendir yang mungkin masih berada di mulut, hidung, atau saluran napas. Saat bayi menangis, tekanan di dalam dada meningkat sehingga membantu mendorong cairan tersebut keluar.
Dengan saluran napas yang lebih bersih, bayi dapat bernapas dengan lebih lancar setelah lahir.
3. Menandakan sistem saraf dan refleks bekerja baik
Tangisan pertama juga dapat menjadi tanda bahwa sistem saraf bayi berfungsi dengan baik. Setelah lahir, bayi akan merespons berbagai rangsangan baru, seperti cahaya, suara, perubahan suhu, dan sentuhan.
Respons berupa tangisan menunjukkan bahwa otak dan sistem saraf pusat bayi mampu menerima dan menanggapi rangsangan dari lingkungan di sekitarnya.
4. Membantu mengaktifkan sirkulasi darah
Ketika bayi mulai menangis dan bernapas, sirkulasi darah dalam tubuhnya juga mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Paru-paru yang mulai bekerja akan membantu proses pertukaran oksigen, sementara jantung memompa darah ke seluruh tubuh dengan lebih efektif.
Hal ini membantu memastikan semua organ tubuh bayi mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.
5. Menjadi salah satu tanda bayi dalam kondisi stabil
Alasan kenapa bayi baru lahir harus menangis adalah karena tangisan pertama sering dianggap sebagai salah satu tanda bahwa bayi cukup kuat untuk beradaptasi setelah lahir. Tangisan ini menunjukkan bahwa paru-paru bayi mulai bekerja dan bayi mampu bernapas dengan baik di luar rahim.
Meski demikian, tenaga medis tidak hanya menilai kondisi bayi dari tangisannya saja. Dokter dan bidan juga memperhatikan tanda vital lainnya, seperti warna kulit, pola pernapasan, detak jantung, serta aktivitas atau respons bayi setelah dilahirkan.
6. Menandakan skor Apgar bayi bagus
Tangisan pertama bayi juga dapat menjadi salah satu tanda bahwa skor Apgar bayi baik. Skor Apgar adalah penilaian cepat yang dilakukan tenaga medis segera setelah bayi lahir untuk melihat kondisi kesehatannya. Penilaian ini mencakup lima hal, yaitu warna kulit, detak jantung, respons terhadap rangsangan, kekuatan gerakan otot, dan pernapasan.
Bayi yang menangis biasanya menunjukkan pernapasan dan respons yang baik, sehingga dapat membantu menunjukkan bahwa bayi mampu beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim.
Risiko Jika Bayi Baru Lahir Tidak Menangis
Tidak semua bayi langsung menangis keras setelah lahir. Namun, jika bayi tidak menangis atau tidak segera bernapas dengan baik, tenaga medis akan melakukan evaluasi lebih lanjut. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Risiko kekurangan oksigen (asfiksia)
Bayi yang tidak segera bernapas atau menangis setelah lahir dapat berisiko mengalami kekurangan oksigen. Kondisi ini dikenal sebagai asfiksia dan dapat memengaruhi fungsi organ jika tidak segera ditangani.
2. Memerlukan bantuan pernapasan
Jika bayi tidak langsung menangis atau bernapas dengan baik, dokter atau bidan akan melakukan tindakan awal, seperti memberikan stimulasi ringan, membersihkan saluran napas dari cairan, atau melakukan bantuan napas bila diperlukan.
Perlu diketahui bahwa tidak semua bayi yang tidak langsung menangis mengalami masalah serius. Pada beberapa kasus, bayi mungkin hanya membutuhkan sedikit stimulasi sebelum akhirnya mulai bernapas dan menangis.
Tangisan pertama bayi memang sering dijadikan salah satu indikator bahwa bayi mampu beradaptasi setelah lahir. Namun, yang paling penting adalah memastikan pernapasan bayi lancar serta tanda vital lainnya berada dalam kondisi baik.
Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai kondisi bayi setelah lahir, termasuk ingin memahami lebih jauh kenapa bayi baru lahir harus menangis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.