Selain menghasilkan madu, lebah juga dapat memproduksi produk yang disebut propolis. Propolis sudah digunakan sejak lama sebagai obat herba yang diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Itulah sebabnya, propolis banyak dikonsumsi sebagai suplemen kesehatan.

Propolis dihasilkan dari getah tumbuh-tumbuhan yang digunakan oleh lebah untuk menutupi atau memperbaiki celah pada sarangnya. Sejak ribuan tahun lalu, propolis telah digunakan untuk mengobati luka, infeksi, serta membantu proses pemulihan di kala sakit.

Seputar Propolis dan Manfaatnya bagi Kesehatan - Alodokter

Fakta dan Kandungan Propolis

Propolis umumnya memiliki kandungan zat dan nutrisi yang mirip dengan madu, sehingga baik digunakan untuk kesehatan dan kecantikan. Berikut ini adalah beberapa zat dan nutrisi yang terkandung di dalam propolis:

  • Karbohidrat
  • Lemak
  • Protein
  • Magnesium
  • Kalium
  • Natrium
  • Zat besi
  • Vitamin B
  • Vitamin C
  • Vitamin E

Propolis juga mengandung zat lain, seperti antioksidan polifenol dan flavonoid, serta minyak esensial.

Namun, komposisi propolis bisa berbeda-beda tergantung lokasi lebah dan tumbuhan yang digunakan untuk bersarang. Propolis yang berasal dari Eropa mungkin akan mengandung nutrisi dan zat yang sedikit berbeda dengan propolis dari Asia atau Amerika.

Manfaat Propolis Berdasarkan Penelitian Medis

Propolis biasanya terkandung di dalam madu walau kadarnya hanya sedikit. Selain itu, propolis juga sering ditemukan dalam bentuk suplemen, salep atau losion, pasta gigi, dan obat kumur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa propolis memiliki sifat antibakteri, antijamur, antivirus, antiradang, dan antikanker. Hal ini membuat propolis diklaim memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, di antaranya:

1. Menyembuhkan luka di kulit

Propolis sudah digunakan sejak zaman dahulu sebagai salah satu obat untuk menyembuhkan luka di kulit, termasuk luka bakar ringan.

Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa propolis dapat mempercepat proses pemulihan luka. Hal ini berkat kandungan zat di dalam propolis yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antiradang.

2. Mengontrol kadar gula darah dan kolesterol

Salah satu manfaat propolis yang sudah cukup terkenal adalah mengurangi kolesterol dan gula darah. Beberapa riset menunjukkan bahwa propolis dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah terjadinya resistensi insulin yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Selain itu, propolis juga bermanfaat untuk mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Efek ini menjadikan propolis baik dikonsumsi untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung.

Sayangnya, penelitian tersebut masih terbatas pada studi berskala kecil. Hingga saat ini, masih diperlukan riset lebih lanjut untuk menilai efektivitas dan keamanan manfaat propolis yang satu ini.

3. Mengatasi radang gusi

Propolis telah dimanfaatkan sejak lama untuk membersihkan gigi, gusi, dan mulut. Beberapa riset pun menunjukkan bahwa propolis dalam bentuk gel atau obat kumur terlihat dapat mencegah dan meringankan masalah radang gusi.

Ini dikarenakan kandungan zat yang memiliki efek antibakteri dan antiradang di dalam bahan herba tersebut.

4. Meringankan nyeri dan pembengkakan pada sendi

Nyeri dan pembengkakan pada sendi sering kali disebabkan oleh peradangan, misalnya pada penyakit osteoarthritis. Penyakit ini bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan, mencukupi waktu istirahat, dan menjaga berat badan tetapi ideal.

Kondisi radang sendi juga dipercaya dapat diatasi dengan pemakaian propolis. Meski demikian, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter bila hendak memanfaatkan propolis untuk mengobati kondisi tersebut.

5. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Propolis memiliki senyawa antioksidan yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa antioksidan ini juga berperan penting dalam menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

6. Menguatkan daya tahan tubuh

Memiliki daya tahan tubuh yang kuat sangatlah penting agar tubuh tidak mudah terserang penyakit. Beberapa riset menunjukkan bahwa propolis dapat menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, sehingga tubuh tidak mudah terserang infeksi.

Namun, belum ada studi yang dapat memastikan bahwa produk herba ini efektif dan aman digunakan sebagai pengobatan atau pencegahan penyakit infeksi.

Oleh karena itu, untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, Anda perlu melakukan cara lainnya, seperti rutin olahraga, konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan kurangi stres.

7. Menjaga fungsi dan kesehatan otak

Propolis juga bermanfaat untuk kesehatan dan fungsi otak. Zat antiradang dan antioksidan pada propolis diketahui dapat mendukung proses perbaikan jaringan saraf dan otak, serta meningkatkan daya ingat.

Beberapa riset bahkan menunjukkan bahwa konsumsi propolis terlihat dapat mengurangi risiko terjadinya pikun atau demensia.

Selain itu, propolis juga dipercaya dapat meringankan gejala atau mengurangi risiko terjadinya beberapa penyakit, seperti sariawan, tuberkulosis, kanker tenggorokan, infeksi jamur di mulut, diare, cacingan, dan vaginitis.

Namun, perlu diingat, efektivitas dan keamanan propolis untuk mengobati penyakit tertentu masih belum dapat dipastikan dan perlu diteliti lebih lanjut.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Propolis

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi propolis, terlebih jika Anda memiliki kondisi berikut ini:

Asma

Beberapa ahli percaya bahwa sejumlah bahan kimia dalam propolis dapat memperburuk asma yang Anda derita. Selain itu, jika Anda memiliki alergi terhadap produk lebah sebaiknya hindari konsumsi propolis.

Penyakit atau gangguan perdarahan

Jika Anda mengalami penyakit atau gangguan perdarahan, sebaiknya hindari propolis. Senyawa yang terkandung dalam propolis mungkin dapat mengganggu proses pembekuan darah, sehingga Anda bisa berisiko mengalami perdarahan.

Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen atau produk herba yang mengandung propolis setidaknya selama 2 minggu, jika hendak menjalani operasi.

Ibu hamil atau menyusui

Hingga saat ini, belum banyak riset yang menunjukkan efek dan keamanan propolis pada ibu hamil dan menyusui. Oleh karena itu, ibu hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi propolis.

Propolis umumnya aman jika dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan produknya. Namun, apabila memiliki kondisi medis atau penyakit tertentu, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum mengonsumsi propolis.

Selain itu, saat hendak membeli atau mengonsumsi propolis, pastikan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di BPOM sehingga keamanannya lebih terjamin.