Kepala bayi lonjong setelah lahir sering membuat para orang tua khawatir. Sebab, bentuk kepala ini ditakutkan menjadi tanda adanya gangguan pada bayi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa penyebabnya agar Bunda bisa lebih tenang.

Sebelum memahami lebih jauh, penting diketahui bahwa kepala bayi sangat lunak dan mudah berubah bentuk. Tengkorak bayi terdiri dari beberapa lempeng tulang yang belum sepenuhnya menyatu saat lahir. 

Kepala Bayi Lonjong, Inilah Penyebabnya - Alodokter

Nah, karena masih sangat lunak, kepala bayi menjadi fleksibel selama kelahiran, sehingga bentuknya bisa tampak lonjong atau tidak rata untuk sementara waktu. Selain itu, posisi bayi selama di kandungan dan saat persalinan juga bisa memengaruhi bentuk kepala bayi.

Penyebab Kepala Bayi Lonjong

Bentuk kepala bayi lonjong sering terjadi karena proses persalinan normal melalui vagina. Saat dilahirkan, bayi harus melewati jalan lahir yang sempit di panggul ibu. Untuk memudahkan proses ini, tulang tengkorak bayi saling bergeser, sehingga kepalanya tampak lebih panjang atau tidak bulat sempurna. 

Perubahan bentuk sementara ini disebut molding. Hal ini sangat wajar terjadi pada bayi baru lahir dan bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Selain proses kelahiran itu sendiri, lamanya bayi berada di jalan lahir juga ikut memengaruhi bentuk kepala. Makin lama waktu yang dibutuhkan untuk proses persalinan, makin besar pula kepala bayi menerima tekanan dan menjadi lebih lonjong.

Tidak hanya itu, posisi bayi selama dalam kandungan juga berperan. Jika kepala bayi sudah lama berada di panggul, tekanan yang terus-menerus dari dinding rahim dan tulang panggul bisa membuat satu sisi kepala bayi menjadi lebih rata atau lonjong.

Kondisi kepala bayi lonjong ini juga lebih sering ditemui pada anak pertama. Ini karena jalan lahir ibu masih kencang, sehingga kepala bayi lebih tertekan. Selain itu, bayi yang lahir prematur juga lebih rentan memiliki kepala lonjong, karena tulang tengkoraknya lebih lunak dan mudah berubah bentuk. 

Jumlah air ketuban yang sedikit di dalam rahim juga bisa menambah tekanan pada kepala bayi sejak dalam kandungan. Akibatnya, bentuk kepala bayi bisa lebih fleksibel dan mudah berubah.

Penting untuk diketahui bahwa penyebab kepala bayi lonjong umumnya tidak berbahaya dan merupakan bagian dari proses alami kelahiran. Dalam waktu beberapa minggu hingga bulan, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tulang tengkorak bayi, bentuk kepala biasanya akan membaik dengan sendirinya. 

Setelah lahir, posisi tidur bayi juga bisa memengaruhi bentuk kepala. Jika Si Kecil terlalu sering tidur dengan posisi yang sama, misalnya hanya miring ke satu sisi, kepalanya bisa tampak makin lonjong atau rata di satu bagian. 

Cara Membuat Kepala Bayi Lonjong Kembali Normal

Pada dasarnya, kepala bayi yang lonjong akan kembali membulat dengan sendirinya seiring waktu. Tulang kepala bayi yang masih lentur akan perlahan menyatu dan bentuknya membaik. Namun, Bunda bisa membantu proses ini dengan beberapa langkah sederhana, seperti:

  • Ubah posisi tidur bayi secara berkala, misalnya miring ke kanan, ke kiri, dan telentang, agar tekanan tidak terus-menerus pada satu sisi kepala.
  • Usahakan lebih sering menggendong bayi agar tekanan pada kepala saat bayi berbaring bisa dikurangi.
  • Lakukan tummy time atau waktu tengkurap dalam pengawasan, yang juga baik untuk melatih otot leher serta perkembangan motorik bayi.
  • Hindari penggunaan bantal dengan permukaan keras atau penyangga kepala yang belum terbukti aman untuk bayi.
  • Pastikan bayi mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh kembang tulangnya optimal.

Pada sebagian besar kasus, perubahan posisi tidur dan perhatian sederhana dari orang tua sudah cukup untuk membantu kepala bayi kembali bulat. Namun, apabila bentuk kepala bayi tidak membaik setelah beberapa bulan atau tampak asimetris, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Merawat bayi memang penuh tantangan, terutama jika muncul kekhawatiran tentang bentuk kepalanya. Ingat, kepala bayi lonjong setelah lahir biasanya bukan tanda masalah serius dan hampir selalu membaik seiring waktu. 

Namun, apabila Bunda melihat kepala Si Kecil sangat asimetris, bentuknya tidak juga membulat setelah beberapa bulan, atau disertai gejala lain seperti pertumbuhan lambat atau gangguan perkembangan, segera konsultasi ke dokter.

Bunda bisa memulai dengan Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penjelasan awal dan saran praktis. Apabila dokter menyarankan pemeriksaan langsung, Bunda juga bisa membuat janji dengan dokter anak untuk memastikan tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal.