Keputihan saat hamil tua sering kali memicu kekhawatiran, apalagi menjelang persalinan. Padahal, keputihan saat hamil tua adalah respons alami tubuh terhadap perubahan hormon dan persiapan lahirnya Si Kecil. Meski demikian, Bumil tetap perlu memahami tanda yang harus diwaspadai, agar kehamilan tetap sehat.
Pada trimester akhir kehamilan, produksi hormon meningkat pesat dan memengaruhi kondisi lendir di area kewanitaan. Keputihan saat hamil tua biasanya muncul lebih sering, dengan volume yang terkadang makin banyak. Ini merupakan proses normal sebagai persiapan serviks untuk persalinan.

Namun, tidak semua perubahan lendir di area kewanitaan boleh dianggap remeh. Sangat penting bagi Bumil untuk bisa mengenali ciri keputihan normal dan tidak normal agar dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Ciri Keputihan Saat Hamil Tua yang Normal
Keputihan saat hamil tua berfungsi untuk menjaga kebersihan serta melindungi jalan lahir dari infeksi. Ciri-ciri keputihan yang masih tergolong normal pada masa ini, antara lain:
- Berwarna bening atau putih susu
- Tidak berbau menyengat
- Konsistensinya cair atau sedikit kental
- Tidak menimbulkan rasa gatal, panas, atau perih di area kewanitaan
Mendekati persalinan, keputihan dapat menjadi lebih pekat dan kadang bercampur sedikit darah (bloody show). Selama keputihan saat hamil tua tidak menimbulkan keluhan lain yang mengganggu, Bumil tidak perlu terlalu cemas.
Ciri Keputihan Saat Hamil Tua yang Harus Diwaspadai
Walaupun keputihan saat hamil tua umumnya aman, Bumil perlu memperhatikan perubahan yang mungkin mengindikasikan adanya gangguan. Segera periksakan diri ke dokter jika keputihan saat hamil tua berubah menjadi:
1. Berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
Keputihan yang berubah warna menjadi kuning, hijau, atau abu-abu dapat menjadi tanda adanya infeksi pada area vagina, seperti infeksi bakteri atau infeksi menular seksual. Keputihan warna ini biasanya juga disertai keluhan lain, seperti bau tidak sedap atau rasa tidak nyaman pada area kewanitaan.
2. Berbau amis atau sangat menyengat
Keputihan normal tidak memiliki bau yang menyengat. Oleh karena itu, jika tiba-tiba keputihan saat hamil tua berubah dan menjadi berbau amis, busuk, atau sangat tajam, hal ini bisa menandakan adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan, seperti pada vaginosis bakterialis.
Bau menyengat menjadi pertanda bahwa terjadi ketidakseimbangan flora di vagina, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jika tidak segera ditangani.
3. Teksturnya kental seperti keju
Apabila keputihan saat hamil tua berubah menjadi sangat kental, menggumpal, dan menyerupai keju, hal ini biasanya berkaitan dengan infeksi jamur, terutama Candida. Selain menggumpal, biasanya penderita juga akan merasakan gatal dan tidak nyaman di area kewanitaan.
Infeksi jamur yang tidak ditangani dapat mengakibatkan iritasi dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi menjelang persalinan.
4. Menimbulkan rasa gatal, panas, atau nyeri di area kewanitaan
Keputihan saat hamil tua yang disertai rasa gatal, panas, atau bahkan nyeri menandakan adanya iritasi atau infeksi pada vagina. Gejala ini bisa timbul akibat infeksi jamur, bakteri, atau virus.
5. Keluar darah segar sebelum waktu melahirkan tiba
Keputihan saat hamil tua yang disertai darah segar, apalagi bila keluarnya cukup banyak dan terjadi sebelum waktu persalinan, patut diwaspadai. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah serius, seperti plasenta previa atau solusio plasenta, yang membahayakan Bumil dan janin.
6. Volume keputihan bertambah sangat banyak secara tiba-tiba
Jumlah keputihan yang bertambah secara drastis dan mendadak juga harus diwaspadai, apalagi jika disertai perubahan warna atau bau yang tidak biasa. Pada beberapa kasus, keluarnya cairan dalam jumlah besar bisa menandakan pecahnya ketuban dini.
Kondisi ini perlu penanganan segera agar tidak terjadi komplikasi pada kehamilan maupun persalinan.
7. Keputihan disertai demam
Jika keputihan saat hamil tua disertai dengan demam, Bumil perlu waspada. Demam yang muncul bersamaan dengan perubahan keputihan dapat menandakan adanya infeksi serius pada saluran reproduksi atau organ dalam lainnya, seperti infeksi pada rahim (korioamnionitis) atau infeksi panggul.
Kondisi ini berisiko membahayakan kesehatan Bumil dan janin, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
Tips Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Vagina Saat Hamil Tua
Agar keputihan saat hamil tua tetap dalam batas normal dan tidak mengganggu aktivitas, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Bumil lakukan:
- Bersihkan area kewanitaan dengan air bersih, cukup dari depan ke belakang
- Hindari penggunaan sabun atau pembersih kewanitaan yang mengandung parfum
- Ganti celana dalam secara rutin bila terasa lembap
- Pilih celana dalam berbahan katun yang nyaman dan menyerap keringat
- Hindari pemakaian pantyliner beraroma, kecuali atas saran dokter
Dengan menjaga kebersihan area intim, kemungkinan keputihan saat hamil tua mengalami perubahan yang tidak wajar bisa diminimalkan. Selain itu, langkah-langkah ini juga mengurangi risiko iritasi atau infeksi yang dapat memperburuk keputihan.
Keputihan saat hamil tua merupakan bagian dari proses alami tubuh menjelang persalinan, dan tidak berbahaya selama ciri-cirinya masih normal. Namun, pantau terus perubahan warna, bau, volume, dan tekstur keputihan saat hamil tua.
Jika muncul keluhan tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter agar Bumil dan calon bayi tetap sehat, aman, dan nyaman sampai hari kelahiran. Untuk saran lebih lanjut mengenai keputihan saat hamil tua, Bumil dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER.