Keputihan normal kerap dialami oleh banyak wanita. Hal ini tidak membutuhkan penanganan karena tidak berbahaya. Namun, jika keputihan yang muncul dirasa mengganggu atau muncul bersama keluhan lain, maka kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa jadi merupakan tanda keputihan yang tidak normal.

Keputihan merupakan cara alami tubuh wanita untuk menjaga kebersihan dan kelembapan area kewanitaannya. Tak hanya itu, keputihan juga dapat melindungi vagina dari risiko infeksi. Umumnya keputihan normal tidak mengganggu aktivitas dan dapat mereda dengan sendirinya.

Ini Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Abnormal pada Wanita - Alodokter

Namun, terkadang keputihan bisa juga disebabkan oleh infeksi atau penyakit tertentu. Ciri-ciri keputihan yang tidak normal ini tentu berbeda dengan keputihan yang normal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri keputihan normal dan tidak normal agar Anda tidak salah menyikapiny

Begini Ciri-Ciri Keputihan yang Normal

Keputihan normal memiliki ciri-ciri dan karakteristik sebagai berikut:

  • Berwarna bening atau sedikit putih menyerupai putih telur mentah.
  • Teksturnya encer atau sedikit kental dan lengket.
  • Tidak berbau.
  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
  • Berwarna putih pekat atau sedikit kecoklatan. Keputihan seperti ini biasanya menandakan bahwa tubuh wanita sudah mendekati waktu menstruasi.

Keputihan normal merupakan keputihan yang paling sering terjadi dan bisa dialami oleh semua wanita, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hanya saja, jumlah, warna, dan konsistensi cairan keputihan yang keluar dapat berbeda-beda.

Berubahnya ciri-ciri keputihan normal wanita dapat dipengaruhi oleh proses menyusui, ovulasi, efek samping penggunaan pil KB, banyak berolahraga, stres, atau rangsangan seksual.

Tanda-Tanda Keputihan Abnormal yang Perlu Diwaspadai

Keputihan yang tidak normal biasanya akan membuat wanita merasa terganggu akibat munculnya gejala-gejala tertentu. Berikut ini adalah ciri-ciri keputihan abnormal yang perlu diperhatikan:

  • Berbau tidak sedap (misalnya bau busuk atau amis) dan menyengat.
  • Jumlahnya meningkat secara tiba-tiba tidak seperti biasanya.
  • Berwarna kuning, kehijauan, atau keabu-abuan dengan tekstur kental. Terkadang keputihan abnormal juga bisa memiliki tekstur yang menggumpal.
  • Keluar darah dan nyeri setiap berhubungan seks atau di luar waktu menstruasi.
  • Vagina terasa gatal atau nyeri.
  • Vulva dan vagina tampak kemerahan dan bengkak.

Kadang keputihan yang tidak normal juga dapat membuat wanita merasakan nyeri panggul dan nyeri atau perih ketika buang air kecil (anyang-anyangan).

Seperti yang telah dibahas di awal artikel ini, keputihan abnormal dapat menjadi tanda adanya penyakit. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan keputihan abnormal adalah:

Selain itu, keputihan abnormal juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan, seperti antibiotik dan kortikosteroid, iritasi vagina akibat penggunaan sabun berpewangi atau pembersih vagina, dan cara membersihkan vagina yang tidak benar.

Penanganan keputihan abnormal tidaklah sama pada tiap wanita dan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Contohnya, jika keputihan abnormal yang Anda alami disebabkan oleh infeksi jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur untuk menanganinya.

Oleh sebab itu, ketika Anda mengalami gejala-gejala keputihan abnormal yang mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan keluhan tersebut dengan dokter.

Cara Mencegah Keputihan Abnormal

Ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi risiko keputihan abnormal, antara lain:

  • Gunakan celana dalam berbahan katun, karena dapat menyerap keringat dan menjaga kelembapan area kewanitaan.
  • Bersihkan area dengan menggunakan air hangat dan sabun yang berbahan lembut. Setelah itu, keringkan vagina dari arah vagina menuju anus untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina.
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat.
  • Hindari menggunakan produk pembersih vagina atau sabun yang mengandung pewangi. Hal ini karena penggunaan produk tersebut dapat membasmi bakteri baik di vagina yang berfungsi untuk melindungi vagina dari infeksi.
  • Hindari berendam atau mandi dengan air panas terlalu lama dan sering.
  • Segera ganti pakaian dalam atau celana ketika basah, misalnya ketika banyak berkeringat atau setelah berenang.
  • Ganti pembalut secara rutin selama menstruasi.

Agar terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal, Anda juga disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim dan hindari berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.

Jika keputihan dirasa tidak mengganggu atau mengarah pada keputihan normal, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila keputihan disertai gejala lain yang menandakan keputihan abnormal, maka Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebabnya. Setelah penyebabnya diketahui, barulah dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai.