Penting bagi pria untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya. Pasalnya, kesehatan reproduksi yang terjaga dengan baik berkontribusi juga terhadap kemudahan program hamil Anda dan pasangan.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, faktor lingkungan, hingga kondisi medis tertentu. Anda bisa mengurangi risiko mengalami gangguan kesuburan dengan menjaga kesehatan organ reproduksi.

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria - Alodokter

Beberapa Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi pria, di antaranya:

Berhenti Merokok danTidak Mengonsumsi Minuman Beralkohol
Pria yang gemar merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, berisiko mengalami penurunan produksi dan kualitas sperma. Akibatnya, tingkat kesuburan juga akan menurun, sehingga Anda sulit mendapatkan keturunan.

Menjaga Berat Badan
Kesuburan pria juga dapat berkurang jika mengalami masalah berat badan, baik itu obesitas maupun sebaliknya, memiliki berat badan terlalu rendah. Ini dikarenakan status gizi yang kurang baik dapat memengaruhi kualitas sperma, sehingga mengurangi tingkat kesuburan pria. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda normal, Anda bisa menghitungnya dengan kalkulator indeks massa tubuh.

Jaga Testis Tetap Dalam Keadaan Sejuk
Jumlah sperma dapat ditentukan oleh suhu testis. Untuk memperbesar peluang mendapat keturunan, testis harus berada dalam suhu sekitar 34,5 derajat Celcius atau lebih rendah dibandingkan bagian tubuh lain, yaitu sekitar 37 derajat Celcius. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu testis.

  • Batasi mandi air hangat.
  • Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk diam selama berjam-jam, ambil jeda sejenak untuk berdiri dan berjalan ke tempat lain.
  • Bila Anda bekerja di area yang bersuhu panas, ambil waktu beberapa saat untuk berada di tempat sejuk.
  • Kenakan celana dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat.

Jika testis berada pada suhu yang optimal, yakni pada suhu yang sejuk, produksi sperma juga akan berlangsung dengan baik.

Hindari Paparan Racun
Hindarkan diri Anda dari paparan racun berbahaya, seperti pestisida, logam berat termasuk timbal dan merkuri, serta zat radioaktif. Paparan zat-zat tersebut berisiko mengurangi tingkat kesuburan Anda.

Konsumsi Makan Sehat
Sperma yang berkualitas bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan olahraga secara teratur. Namun hindari melakukan olahraga berlebihan karena bisa memicu tubuh mengeluarkan hormon steroid terlalu banyak, sehingga memengaruhi kesuburan. Selain itu, pastikan Anda mendapatkan nutrisi yang cukup dengan mengonsumsi setidaknya lima porsi sayur dan buah setiap hari, karbohidrat, protein, serta daging rendah lemak.

Lakukan Hubungan Seks Secara Teratur
Penis yang sehat adalah yang mengalami ereksi secara teratur. Saat ereksi, oksigen dalam darah memenuhi penis dan membuatnya tegang. Melakukan hubungan seks secara rutin khususnya pada saat pasangan sedang dalam masa subur adalah salah satu cara memperoleh momongan.

Terapkan Perilaku Seks yang Aman
Untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda, hindari perilaku seks berisiko dengan bergonta-ganti pasangan, dan rutinlah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi penyakit menular seksual.

Sunat
Kulit penis bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Setidaknya ada 42 jenis bakteri yang terdapat pada kulit penis. Untuk menghindari perkembangbiakan bakteri, sunat bisa menjadi solusinya, karena lipatan kulup pada penis yang tidak disunat berisiko menjadi tempat bakteri berkembang biak. Menurut beberapa penelitian, sunat dapat memberikan beragam manfaat kesehatan, antara lain:

  • Jenis bakteri pada pria yang disunat lebih sedikit dibandingkan yang tidak disunat.
  • Sunat juga dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko terkena HIV, kanker penis, infeksi HPV, hingga infeksi saluran kencing. WHO bahkan merekomendasikan sunat sebagai salah satu upaya mencegah HIV.

Dengan menerapkan cara-cara sederhana di atas, kesehatan reproduksi pria dapat lebih terjaga dan peluang untuk memiliki keturunan menjadi lebih besar. Namun jika sudah mencoba beberapa cara di atas, serta sudah rutin berhubungan seks dengan pasangan selama beberapa tahun, namun belum juga mendapatkan anak, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter.