Operasi amandel (tonsilektomi) adalah prosedur operasi untuk mengangkat amandel. Tak hanya dengan pisau bedah, pengangkatan amandel dalam operasi ini juga dapat dilakukan dengan paparan gelombang suara dan energi laser.

Amandel (tonsil) adalah dua kelenjar kecil yang masing-masing berada di sisi kiri dan kanan tenggorokan. Amandel berfungsi untuk mencegah infeksi, walau terkadang organ ini juga terserang infeksi.

Ketahui Apa Itu Operasi Amandel - Alodokter

Operasi amandel atau tonsilektomi biasanya dilakukan untuk mengatasi tonsilitis atau radang amandel dan pembengkakan amandel. Perlu diketahui, mengangkat amandel tidak akan meningkatkan risiko seseorang terserang infeksi.

Indikasi Operasi Amandel

Dokter umumnya menyarankan operasi amandel dilakukan pada kondisi sebagai berikut:

  • Perdarahan pada amandel
  • Radang amandel yang menyebabkan kejang demam, sudah berlangsung lama (kronis), sering kambuh, dan tidak sembuh dengan antibiotik
  • Bau mulut akibat radang amandel yang tidak sembuh dengan obat-obatan
  • Pembengkakan amandel yang menyebabkan sulit menelan (disfagia), gangguan pernapasan, sleep apnea, sering mendengkur, serta komplikasi penyakit jantung dan paru-paru
  • Abses peritonsil, yaitu infeksi bakteri yang menyebabkan munculnya kumpulan nanah (abses) di amandel
  • Pembesaran amandel yang dicurigai ganas atau bersifat kanker

Peringatan Operasi Amandel

Sebelum menjalani operasi amandel, beri tahu dokter obat, produk herbal, atau suplemen yang sedang Anda gunakan. Pasalnya, penggunaan obat atau suplemen tertentu dikhawatirkan bisa menghambat proses operasi.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang tidak dibolehkan untuk menjalani operasi amandel. Jika Anda menderita kondisi di bawah ini, informasikan ke dokter:

  • Anemia
  • Infeksi
  • Alergi terhadap obat bius
  • Gangguan pembekuan darah

Sebelum Operasi Amandel

Sebelum menjalani operasi amandel, pasien disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dalam sesi konsultasi, dokter akan menanyakan obat apa saja yang sedang digunakan, terutama aspirin, ibuprofen dan naproxen.

Dokter juga akan bertanya apakah pasien atau keluarganya memiliki riwayat gangguan pembekuan darah dan riwayat alergi pada obat bius atau obat-obatan lain.

Setelah sesi konsultasi selesai, dokter akan menyarankan pasien melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengurangi dosis obat-obatan atau menghentikan konsumsi obat-obatan untuk sementara, beberapa hari sebelum operasi
  • Meminta keluarga atau teman untuk mengantar pulang setelah operasi selesai
  • Berpuasa yang dimulai sejak malam hari sebelum operasi

Prosedur Operasi Amandel

Dokter akan mengawali operasi amandel dengan memberikan bius total, sehingga pasien akan tertidur dan tidak merasakan sakit selama operasi berlangsung. Setelah bius bekerja, dokter akan membuka mulut pasien untuk mengangkat amandel.

Pengangkatan amandel bisa dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain:

  • Memotong amandel menggunakan pisau bedah atau disebut juga dengan cold knife (steel) surgery
  • Menghancurkan jaringan amandel dan menghentikan perdarahan menggunakan energi panas atau disebut juga electrocautery (diathermy)
  • Menghancurkan amandel menggunakan suhu dingin atau disebut juga dengan coblation (radiofrequency ablation)
  • Memotong amandel menggunakan energi laser dan gelombang suara

Keseluruhan proses operasi amandel berlangsung sekitar 20–30 menit. Setelah itu, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan.

Setelah Operasi Amandel

Dokter akan memantau tekanan darah dan detak jantung pasien secara berkala. Pasien umumnya diizinkan pulang ke rumah tidak lama setelah operasi. Namun, pada beberapa kasus, pasien harus menjalani rawat inap sampai benar-benar pulih.

Perlu diketahui, merupakan hal yang normal jika pasien mengalami sejumlah gejala setelah operasi. Gejala tersebut dapat berlangsung sampai beberapa minggu. Berikut ini adalah gejala yang dapat pasien rasakan usai menjalani operasi amandel:

  • Mual dan muntah
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit di telinga, leher, dan rahang
  • Gangguan tidur dan rewel (pada pasien anak-anak)
  • Lidah membengkak
  • Demam ringan
  • Bau mulut

Untuk meredakan gejala tersebut, dokter akan menyarankan pasien melakukan hal-hal berikut:

  • Menggunakan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter
  • Menjaga kadar cairan tubuh dengan banyak minum air putih, agar tidak terjadi dehidrasi
  • Mengonsumsi makanan yang mudah ditelan, seperti ice cream dan puding, serta menghindari makanan asam, pedas, dan bertekstur keras
  • Menjalani bed rest atau tirah baring dan tidak melakukan aktivitas berat sampai 2 minggu setelah operasi

Komplikasi Operasi Amandel

Operasi amandel merupakan operasi yang aman dijalani. Kendati demikian, sebagaimana prosedur medis pada umumnya, operasi amandel tetap memiliki risiko untuk menimbulkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat operasi amandel adalah:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius, seperti sakit kepala, mual, muntah, dan nyeri otot
  • Pembengkakan di lidah dan area langit-langit mulut yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan
  • Perdarahan saat operasi atau dalam masa pemulihan
  • Kerusakan pada gigi dan rahang
  • Sakit tenggorokan
  • Infeksi