Operasi amandel atau tonsilektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat amandel (tonsil), yang paling sering dilakukan akibat peradangan amandel (tonsilitis). Tonsilitis sering terjadi pada anak-anak, dikarenakan sistem imun atau kekebalan tubuh mereka yang belum sepenuhnya aktif

Amandel merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di tenggorokan. Lokasinya berada di belakang sisi kiri dan kanan uvula (daging kecil yang menggantung di langit-langit mulut). Amandel memproduksi sejumlah sel darah putih yang berfungsi untuk mencegah penyakit.

Ketahui Apa Itu Operasi Amandel - Alodokter

Indikasi Operasi Amandel

Amandel akan diangkat bila penderita mengalami gangguan kesehatan seperti:

  • Abses peritonsil: infeksi bakteri yang ditandai dengan munculnya nanah di sekitar amandel, yang terjadi secara berulang-ulang (kambuhan). Infeksi ini ditandai dengan gejala berupa nyeri, bengkak, dan penyumbatan pada tenggorokan.
  • Radang amandel yang menyebabkan kejang demam.
  • Pembesaran atau pembengkakan pada amandel yang menyebabkan gangguan pernapasan, kesulitan menelan atau disfagia berat, gangguan tidur, serta komplikasi jantung dan paru-paru.
  • Radang amandel yang terjadi tiga kali atau lebih dalam satu tahun.
  • Radang amandel berulang yang tidak respons terhadap pengobatan antibiotik. Pembesaran amandel yang dicurigai ganas.Bau mulut yang disebabkan oleh radang amandel yang tidak bisa ditangani dengan obat-obatan.

Peringatan Operasi Amandel

Operasi amandel berisiko menimbulkan komplikasi bila pasien memiliki kondisi-kondisi berikut:

  • Anemia.
  • Sedang mengalami infeksi.
  • Alergi terhadap obat bius.
  • Gangguan pembekuan darah.

Sebelum Operasi Amandel

Pasien akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, beberapa hari sebelum operasi amandel. Baik pasien anak-anak maupun orang dewasa dianjurkan untuk berpuasa kurang-lebih selama 6 jam sebelum operasi dimulai. Pasien yang akan menjalani operasi amandel wajib didampingi oleh keluarga atau kerabat terdekat.

Anak-anak yang akan melakukan operasi amandel sebaiknya diberikan semangat, dan orang tua diharapkan dapat menenangkan kecemasan anak yang timbul sebelum operasi, misalnya dengan mengajaknya bermain atau lebih sering berada di dekatnya. Sebelum operasi, orang tua dapat memberi tahu kepada anak bahwa rasa sakit mungkin akan dialami, tetapi hanya sebentar. Jika diperlukan, bawalah mainan kesukaan anak untuk memberikan dia rasa nyaman sewaktu di rumah sakit.

Untuk pasien dewasa disarankan untuk menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman. Perhiasan sebaiknya tidak digunakan atau disimpan di tempat yang aman sebelum menjalani operasi.

Prosedur Operasi Amandel

Operasi amandel bisa dilakukan di rumah sakit dan berlangsung sekitar 20-30 menit.

Dokter akan mengawali operasi amandel dengan memberikan anestesi umum (bius total). Pasien dibuat dalam kondisi tertidur, sehingga tidak merasa sakit saat pembedahan berlangsung.

Setelah efek bius total sudah bekerja pada tubuh pasien, dokter akan membuka mulut pasien untuk melakukan pengangkatan amandel, sehingga tidak ada sayatan dari luar. Proses pengangkatan ini dilakukan dengan berbagai teknik. Berikut ini sejumlah teknik operasi pengangkatan amandel:

  • Cold steel surgery. Merupakan teknik operasi amandel yang paling sering diterapkan. Pembedahan amandel dilakukan dengan menggunakan pisau bedah.
  • Diathermy. Teknik ini menggunakan energi panas yang dikonsentrasikan di sekitar amandel. Energi ini akan menghancurkan jaringan amandel dan menutup pembuluh darah untuk menghentikan perdarahan.
  • Coblation atau ablasi. Kebalikan dari diathermy, ablasi menggunakan energi dari suhu dingin.
  • Laser. Menggunakan gelombang energi tinggi untuk memotong amandel.

Setelah amandel diangkat, dokter akan mengeluarkan amandel secara hati-hati dari mulut pasien.

Setelah Operasi Amandel

Pasien akan terbangun di ruang pemulihan, dan dokter akan memantau kondisi pasien setelah operasi. Tergantung dari kondisinya, ada pasien yang diizinkan pulang ke rumah tidak lama setelah operasi, namun ada juga yang harus menjalani rawat inap sampai kondisi benar-benar pulih.

Dalam banyak kasus, pasien akan mengalami nyeri setelah operasi yang biasanya terjadi di tenggorokan, rahang, leher, dan telinga. Pasien dianjurkan untuk:

  • Tirah baring (bed rest) selama beberapa hari setelah operasi.
  • Menghindari aktivitas atau olahraga berat, seperti berlari atau bersepeda, setidaknya dua minggu setelah operasi.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.
  • Menjaga asupan cairan dengan mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang mudah ditelan, seperti puding, yogurt, atau es krim. Hindari makanan yang bersifat asam, pedas, dan bertekstur keras.

Risiko Operasi Amandel

Operasi amandel merupakan operasi yang umum dilakukan dan tindakan yang sangat aman. Namun, tiap prosedur pembedahan tetap memiliki risiko. Sejumlah komplikasi yang dapat timbul akibat operasi amandel adalah:

  • Perdarahan. Operasi yang melibatkan pengangkatan jaringan berisiko menyebabkan perdarahan. Perdarahan umumnya bisa dihentikan saat operasi berjalan, namun bisa kembali terjadi setelah beberapa jam atau beberapa hari. Pada perdarahan yang serius, dibutuhkan operasi lanjutan untuk mengontrol perdarahan.
  • Infeksi. Daerah luka operasi cukup rentan terkena infeksi. Untuk mencegah infeksi, pasien akan diberikan antibiotik saat operasi berlangsung.
  • Nyeri tenggorokan. Gejala ini umumnya dialami oleh tiap pasien operasi amandel. Nyeri dapat berlangsung selama 2 minggu setelah operasi. Pada beberapa pasien, nyeri yang ditimbulkan bisa sangat serius. Oleh sebab itu, pasien disarankan untuk mengonsumsi obat pereda rasa sakit setelah operasi.
  • Kerusakan gigi dan rahang. Pemakaian alat-alat bedah saat operasi berisiko menyebabkan kerusakan pada gigi. Karena itu, dokter perlu mengetahui kondisi gigi pasien. Pada beberapa kasus, pasien dapat mengalami nyeri dan tidak nyaman pada rahang akibat posisi rahang yang terus terbuka selama operasi berjalan.
  • Dehidrasi dan turun berat badan. Umumnya terjadi pada anak-anak yang tidak bisa mengonsumsi makanan setelah operasi karena nyeri yang dirasakan.
  • Perubahan suara. Pengangkatan amandel yang berukuran besar dapat mengubah resonansi pada suara.