Penyakit lidah bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari daya tahan tubuh yang lemah hingga penyakit tertentu, seperti kanker. Meski sebagian besar penyakit lidah dapat sembuh dengan sendirinya, langkah penanganan juga perlu dilakukan bila kondisi tersebut tak kunjung membaik.

Lidah merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Berkat lidah, kita dapat berbicara, mengecap rasa, hingga mengunyah dan menelan makanan serta minuman. Karena fungsinya yang begitu penting, tentunya kita akan merasa terganggu jika mengalami penyakit lidah.

Mengenal Penyakit Lidah dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Lidah yang sehat umumnya tampak basah, berwarna merah muda, dan ditutupi oleh selaput keputihan yang tipis di permukaannya. Perubahan warna lidah dari merah muda menjadi warna lain bisa menjadi pertanda bahwa tubuh mengalami kondisi tertentu.

Inilah salah satu alasan mengapa dokter sering meminta pasien menjulurkan lidah saat melakukan pemeriksaan kesehatan, selain untuk melihat kondisi pangkal tenggorokan dengan lebih jelas.

Beberapa Tanda dan Gejala Penyakit pada Lidah

Penyebab penyakit lidah sangat bervariasi, mulai dari bawaan lahir hingga gaya hidup, seperti kebiasaan mengonsumsi kopi dan minum minuman beralkohol. Penyebab penyakit lidah bisa dibedakan berdasarkan gejala yang muncul, yaitu:

Lidah berubah warna

Perubahan warna lidah menjadi merah muda terang terjadi ketika tubuh kekurangan asam folat, vitamin B12, zat besi, atau alergi gluten. Sementara itu, perubahan lidah menjadi warna putih biasanya disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, infeksi, dan sisa makanan yang menempel di lidah.

Lidah berwarna merah biasanya disebabkan oleh kekurangan vitamin, penyakit Kawasaki, atau demam skarlatina yang disebabkan infeksi bakteri. Jika lidah Anda berubah menjadi hitam, hal ini bisa dikarenakan kebiasaan merokok, jarang sikat gigi dan lidah, atau efek samping obat-obatan, seperti antibiotik dan kemoterapi.

Lidah berubah tekstur

Tekstur lidah yang tampak kasar atau muncul bercak hitam, kemungkinan besar disebabkan oleh antibiotik atau kebiasaan merokok. Terlalu sering mengonsumsi kopi atau menggunakan obat kumur, serta paparan radiasi di kepala atau leher juga bisa memengaruhi perubahan tekstur lidah.

Lidah terasa nyeri

Sariawan paling sering menyebabkan lidah nyeri. Penyebabnya bisa karena alergi makanan, kekurangan vitamin dan zat besi, penggunaan pasta gigi dan obat kumur berbahan keras, atau tidak sengaja menggigit lidah saat makan atau bicara.

Nyeri pada lidah juga bisa disebabkan oleh peradangan papila atau kuncup pengecap. Seseorang yang memiliki kebiasaan makan pedas dan memakai gigi palsu atau kawat gigi juga berisiko mengalami kondisi ini.

Lidah membengkak

Lidah bengkak bisa menjadi gejala dari kondisi medis, seperti sindrom Down, kanker lidah, leukimia, radang tenggorokan, anemia, dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Jika pembengkakan lidah terjadi secara tiba-tiba, penyebabnya mungkin adalah alergi.

Jangan mengabaikan kondisi lidah bengkak karena bisa menyebabkan sulit bernapas. Segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan medis, terutama jika lidah bengkak hingga menyebabkan Anda sulit bernapas.

Macam-Macam Penyakit Lidah dan Cara Mengatasinya

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit lidah dan cara mengatasinya:

1. Sariawan

Sariawan adalah luka kecil di lidah atau dalam mulut. Umumnya, sariawan terjadi karena kekurangan vitamin dan daya tahan tubuh lemah. Konsumsi buah-buahan dengan rasa asam dan pemakaian kawat gigi juga bisa menjadi faktor penyebab sariawan.

Sariawan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Rasa nyeri akan hilang dalam waktu 1–2 minggu. Bersihkan gigi dan lidah secara teratur terutama setelah makan dan hindari makanan pedas atau asam sampai sariawan sembuh.

2. Kandidiasis mulut (oral thrush)

Kandidiasis mulut adalah penyakit lidah yang disebabkan infeksi jamur Candida albicans. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak putih di lidah dan bagian dalam mulut. Kandidiasis mulut lebih sering menyerang balita, lansia, dan pengguna gigi palsu.

Penyakit lidah ini dapat diatasi dengan berkumur menggunakan garam atau 1 sendok teh baking soda yang dilarutkan ke dalam air hangat setiap 2 kali sehari. Obat antijamur juga dapat diresepkan oleh dokter gigi untuk mengatasi kondisi ini.

3. Lichen planus

Lichen planus merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang lidah. Kondisi ini terjadi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh dan ditandai dengan munculnya bercak serta garis-garis putih di lidah dan mulut.

Terkadang lichen planus juga dapat menimbulkan gejala lain berupa sensasi perih atau nyeri di lidah, rasa tidak nyaman di mulut, serta gusi bengkak, kemerahan, dan terasa nyeri.

Lichen planus yang tergolong ringan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus, namun Anda dianjurkan untuk rutin membersihkan mulut dengan obat kumur guna meredakan rasa tidak nyaman di mulut. Jika kondisi tersebut semakin parah atau tidak kunjung sembuh, dokter biasanya akan memberikan obat kortikosteroid.

4. Lidah geografik (geographic tongue)

Lidah geografik adalah kondisi ketika muncul bercak kemerahan dengan pinggiran berwarna putih. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun diduga berkaitan dengan penyakit tertentu, seperti psoriasis dan lichen planus.

Sebenarnya, penyakit lidah geografik dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Anda disarankan untuk memeriksakan diri jika dalam waktu 2 minggu bercak tidak hilang. Kurangi konsumsi makanan pedas, asam, minuman beralkohol, dan rokok untuk mencegah penyakit ini semakin parah.

5.  Lidah pecah-pecah (fissured tongue)

Lidah pecah-pecah atau fissured tongue ditandai dengan terbentuknya celah di lidah, sehingga lidah tampak retak. Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini normal terjadi pada lidah. Penyebab lidah pecah-pecah diduga diturunkan secara genetik, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Pada beberapa kondisi, lidah pecah-pecah tidak memerlukan penanganan khusus. Untuk mencegah lidah pecah mengalami infeksi, Anda disarankan untuk rutin membersihkan lidah karena sisa-sisa makanan yang terselip dapat menimbulkan infeksi.

6. Glossitis

Glossitis adalah peradangan pada lidah yang membuat lidah menjadi bengkak dan kemerahan. Penyakit lidah ini terkadang dapat membuat penderitanya susah makan dan berbicara.

Glossitis dapat dicegah dan ditangani dengan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut secara teratur dan konsumsi makanan bergizi. Pada kasus tertentu, glossitis perlu diobati dengan antibiotik dan kortikosteroid sesuai resep dokter.

7. Lidah terbakar (burning mouth syndrome)

Sensasi lidah perih atau terbakar sering kali dialami oleh wanita yang memasuki masa menopause. Selain menopause, keluhan lidah perih juga bisa disebabkan oleh alergi, penggunaan pasta gigi atau obat kumur berbahan kimia keras, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga stres.

Untuk mencegah dan meringankan keluhan lidah perih, Anda dianjurkan menghindari makanan dan minuman asam, makanan pedas, minuman beralkohol, dan merokok. Selain itu, jika keluhan yang dirasakan cukup parah, Anda mungkin perlu mendapatkan pengobatan dari dokter.

8. Leukoplakia

Leukoplakia merupakan kondisi adanya bercak putih di lidah. Bercak putih pada leukoplakia tidak bisa hilang meski dibersihkan menggunakan sikat gigi. Penyebab kondisi ini berkaitan dengan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

Umumnya, leukoplakia tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, penyakit ini bisa menjadi gejala awal dari kanker mulut. Jenis leukoplakia bisa disebabkan oleh virus Epstein-Barr dan lebih sering menyerang seseorang dengan sistem imun rendah, misalnya penderita HIV.

Pengobatan leukoplakia dilakukan di bawah pengawasan dokter dan bertujuan untuk menghilangkan bercak putih yang membesar. Metode laser atau operasi mungkin dilakukan jika leukoplakia bersifat ganas (kanker).

9. Kanker lidah

Kanker lidah adalah salah satu jenis kanker yang dapat muncul di rongga mulut. Penyakit lidah ini bisa disebabkan oeh berbagai faktor, misalnya infeksi HPV dan kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang.

Kanker lidah pada tahap awal sering kali tidak bergejala. Namun, seiring waktu, penderita kanker lidah mungkin dapat merasakan gejala berupa sariawan di lidah yang tak kunjung sembuh selama lebih dari 2 minggu, lidah berdarah, muncul benjolan di lidah, hingga lidah mati rasa.

Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, segeralah ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada umumnya, penyakit lidah tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, ada pula penyakit lidah yang berbahaya dan perlu segera ditangani oleh dokter, misalnya kanker lidah.

Untuk mencegah berbagai penyakit lidah, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin menyikat gigi dan menggunakan benang gigi, minum air putih yang cukup, konsumsi makanan bergizi, serta tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Jangan lupa pula untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Hal ini penting dilakukan agar dokter dapat mengevaluasi kondisi kesehatan lidah, gigi, gusi, dan mulut serta memberikan penanganan yang tepat jika Anda memiliki penyakit lidah.