Lidah yang sehat berwarna pink atau merah muda, dan ditutupi oleh nodul atau bintil-bintil kecil yang disebut papila. Sedangkan lidah putih, bisa muncul saat tubuh kekurangan cairan atau mulut kering, namun bisa juga menjadi tanda-tanda penyakit tertentu.

Lidah putih terjadi karena papila pada permukaan lidah mengalami pertumbuhan berlebih dan pembengkakan. Lapisan putih ini muncul akibat sisa makanan, bakteri, serta sel-sel mati tersangkut di antara papila yang membesar dan meradang.

4 Kondisi Penyebab Lidah Putih - Alodokter

Berbagai Penyebab Lidah Berwarna Putih

Lidah putih mungkin terlihat mengkhawatirkan, tapi biasanya tidak berbahaya dan bersifat sementara. Namun, lidah putih juga bisa menjadi indikasi dari beberapa kondisi serius, mulai dari infeksi hingga kondisi prakanker. Berikut beberapa penyakit lidah yang membuat lidah berubah warna menjadi putih:

  • Leukoplakia
    Leukoplakia adalah suatu kondisi di mana terjadi pembentukan bercak-bercak putih di dalam mulut, termasuk di lidah. Bercak putih ini kemungkinan terjadi karena terlalu banyak sel dan protein keratin di mulut. Meskipun tidak sakit, bercak putih tersebut tidak dapat dihilangkan dengan disikat atau dikorek. Leukoplakia bisa terjadi ketika lidah mengalami iritasi, lebih sering ditemukan pada perokok dan mereka yang mengonsumsi banyak minuman beralkohol. Leukoplakia tidak berbahaya, tapi terkadang bisa berubah menjadi kanker jika bertahun-tahun dibiarkan tanpa penanganan. Segera konsultasikan ke dokter jika bercak putih di lidah tidak hilang setelah dua minggu.
  • Oral thrush
    Oral thrush atau disebut juga kandidiasis oral, disebabkan oleh penumpukan atau pertumbuhan jamur Candida albicans yang terlalu cepat. Jamur ini adalah organisme yang normal ada dalam mulut. Oral thrush dapat menyebabkan sensasi terbakar atau perih di lidah, serta plak putih (terkadang merah) yang terasa nyeri dan dapat dikerok. Candidiasis lebih mungkin terjadi pada bayi dan orang tua, pada orang yang memiliki penyakit diabetes, sering minum antibiotik, kekurangan zat besi atau vitamin B, memiliki sistem kekebalan tubuhnya yang lemah, atau memakai gigi palsu. Periksakan diri ke dokter jika menderita oral thrush, karena kondisi ini bisa bertahan lama dan membuat mulut terasa tidak nyaman.
  • Oral lichen planus
    Oral lichen planus adalah gangguan sistem kekebalan tubuh jangka panjang yang menimbulkan garis-garis putih berenda serta bercak putih di dalam mulut dan pada lidah. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar atau perih, mulut terasa tidak nyaman, gusi merah dan sakit, serta plak yang menimbulkan nyeri. Gejala ini mungkin tidak muncul pada kasus yang ringan. Oral lichen planus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, dan penyebabnya sering kali tidak diketahui dengan pasti. Merawat kebersihan gigi dan mulut, membatasi asupan makanan yang menyebabkan iritasi pada mulut, serta berhenti merokok, diduga dapat membantu menurunkan risiko terjadinya oral lichen planus.
  • Geographic tongue
    Geographic tongue adalah kondisi di mana papila pada permukaan lidah hilang dan terlihat seperti “pulau” merah halus dengan pinggiran berwarna putih. Penyebabnya tidak diketahui, namun kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada orang dewasa atau lansia. Mungkin ada hubungannya dengan faktor genetik, atau kondisi tertentu seperti psoriasis dan lichen planus. Tetapi pendapat tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Geographic tongue tidak menyebabkan masalah kesehatan dan tidak berhubungan dengan infeksi atau kanker, namun terkadang dapat membuat lidah terasa tidak nyaman dan sensitif terhadap zat tertentu.

Lidah putih umumnya tidak berbahaya, namun sebaiknya tetap berkonsultasi pada dokter gigi, terutama jika terjadi perubahan yang mengkhawatirkan pada lidah, lidah terasa sakit, mati rasa, atau lidah putih berlangsung selama lebih dari beberapa minggu.