Lidah sehat dapat menandakan bahwa kondisi tubuh juga dalam keadaan sehat. Jadi, cukup penting bagi kita untuk senantiasa memperhatikan kondisi lidah dan juga menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Lidah merupakan indera pengecap yang berfungsi untuk mendukung berbagai aktivitas tubuh, seperti mengecap, menelan, dan berbicara. Lidah sehat umumnya ditandai dengan permukaan yang berwarna merah muda dan terlihatnya bintil-bintil atau disebut juga dengan papillae.

Membedakan Lidah Sehat dan Tidak, serta Cara Menjaga Kebersihannya - Alodokter

Perubahan pada Lidah dan Penyebabnya

Salah satu gejala dari lidah yang tidak sehat adalah perubahan warna yang signifikan dari warna normalnya, yakni merah muda. Gejala lain yang mungkin juga terjadi adalah rasa sakit saat makan, minum, menelan, serta adanya benjolan atau bentukan tidak normal di lidah.

1. Lidah berbintik-bintik putih atau seluruhnya putih

Bercak putih pada lidah adalah salah satu masalah paling umum yang dapat memengaruhi lidah sehat. Berikut ini adalah beberapa penyebab lidah berbintik-bintik putih:

  • Infeksi jamur mulut

Infeksi jamur pada mulut biasanya berupa candidiasis Kondisi ini tampak sebagai bercak putih yang terasa perih dan lebih mudah dialami oleh orang dengan sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, bayi, dan lansia, terutama yang menggunakan gigi palsu.

Selain itu, orang yang mengonsumsi antibiotik, pasien diabetes, atau pasien penyakit jantung dan asma yang menggunakan kortikosteroid hirup juga lebih rentan mengalami infeksi jamur ini.

  • Lichen planus oral

Lichen planus oral adalah garis putih pada permukaan lidah yang terlihat mirip renda. Penyebabnya tidak selalu diketahui secara pasti, namun biasanya kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya.

  • Leukoplakia

Leukoplakia adalah bercak putih yang bisa terdapat pada lidah atau bagian dalam mulut akibat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan. Leukoplakia biasanya terjadi karena lidah sering iritasi atau terpapar bahan iritan, seperti pada perokok. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi awal mula kanker lidah.

2. Lidah berwarna merah

Lidah sehat biasanya berwarna merah muda. Namun, lidah berwarna merah terang atau bahkan keunguan bisa menandakan adanya suatu penyakit. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan lidah tampak merah atau merah keunguan:

  • Geographic tongue

Pada geographic tongue, permukaan lidah dipenuhi bercak kemerahan yang dibatasi pinggiran putih, sehingga terlihat seperti bentuk pulau pada peta. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan posisi bercak kemerahan dapat berpindah seiring waktu.

  • Kekurangan vitamin B

Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan lidah menjadi kemerahan, terutama pada defisiensi vitamin B12 dan asam folat. Namun, jika kebutuhan vitamin B terpenuhi, lidah akan kembali ke warna normalnya.

Jadi, coba perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam folat. Vitamin B12 banyak terkandung pada makanan hasil olahan laut, seperti kerang, kepiting, ikan sarden, ikan salmon, dan ikan tuna. Selain itu, perbanyak juga konsumsi produk makanan nabati, seperti rumput laut, jamur, dan tempe.

  • Demam scarlet

Demam scarlet atau scarlet fever adalah infeksi dan demam tinggi dengan gejala lidah berwarna merah seperti stroberi, serta ruam di tubuh dan nyeri tenggorokan. Kondisi ini merupakan kondisi serius yang membutuhkan perawatan dokter sesegera mungkin.

  • Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit berbahaya pada balita yang ditandai dengan demam tinggi yang juga disertai gejala lidah merah seperti stroberi. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko komplikasi pada jantung jika tidak segera ditangani.

3. Lidah berwarna kuning

Lidah berwarna kuning biasanya disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Namun, ada juga beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan lidah menjadi berwarna kuning, yaitu merokok, mengonsumsi vitamin tertentu, psoriasis, atau penyakit kuning.

4. Lidah berwarna hitam dan berbulu

Meski tampak menyeramkan, kondisi lidah ini sebenarnya bukan sesuatu yang berbahaya. Pada beberapa orang, bintil lidah tumbuh terlalu panjang, sehingga mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menyebabkan lidah berwarna gelap dan tampak seperti berbulu. Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang yang menjalani kemoterapi, mengonsumsi antibiotik, dan pada orang yang tidak menjaga kebersihan mulut.

5. Lidah bertonjolan atau nyeri

Lidah bertonjolan atau nyeri dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah:

  • Merokok, karena dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit pada lidah.
  • Sariawan, yang dapat bertambah parah jika kadar stres meningkat atau pada saat menstruasi.
  • Cedera, seperti akibat mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau saat tak sengaja menggigit lidah.
  • Penyakit kronis tertentu, seperti kanker mulut, diabetes, dan anemia.

Cara Menjaga Lidah agar Tetap Sehat

Meski terlihat datar, sebenarnya permukaan lidah memiliki celah-celah dan perbedaan ketinggian, sehingga dapat menjadi tempat bakteri bersembunyi dan berkembang biak. Bakteri yang menumpuk pada lidah tentunya berpotensi menimbulkan banyak penyakit, apalagi jika dibarengi dengan gaya hidup tidak sehat.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kesehatan lidah dapat terjaga, antara lain adalah:

  • Sikat gigi 2 kali sehari atau setiap sehabis makan setiap harinya.
  • Sikat lidah dari dengan sikat gigi dari depan ke belakang, lalu kiri ke kanan, namun jangan terlalu keras.
  • Kumur dengan air bersih setiap kali habis menyikat gigi dan lidah.
  • Kumur dengan cairan antiseptik saat sedang tidak bisa menyikat gigi sehabis makan, misalnya setelah makan siang.
  • Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Batasi konsumsi makanan yang terlalu panas, asam, dan pedas.
  • Konsumsi berbagai makanan sehat serta kaya akan vitamin dan mineral.

Lidah sehat merupakan salah satu kunci hidup yang berkualitas, karena dengan lidah yang sehat Anda bisa beraktivitas dengan produktif dan percaya diri. Jadi, jangan lupa untuk menyikat gigi dan membersihkan lidah secara teratur serta menjaga gaya hidup yang sehat. Selain itu, periksakan kesehatan gigi dan mulut Anda ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

Bila Anda mengalami perubahan warna, nyeri, bengkak, atau bahkan perubahan bentuk pada lidah, terutama yang bertahan hingga 2 minggu, segera kunjungi dokter gigi untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat. Semakin cepat keluhan Anda diperiksa, semakin cepat pula Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.