Hematohidrosis atau biasa disebut juga hematidrosis merupakan kondisi di mana seseorang dapat berkeringat darah. Kondisi ini sangat langka. Meski terkesan mengerikan, hematohidrosis belum terbukti membahayakan jiwa.

Penderita hematohidrosis akan mengeluarkan keringat darah, atau darah muncul dari pori-pori kulitnya, padahal tidak sedang terluka. Kasus seperti ini sangat jarang terjadi, dan penyebab munculnya keluhan ini juga masih belum diketahui dengan jelas.

Ketahui Hematohidrosis, Fenomena Berkeringat Darah - Alodokter

Salah satu kasus hematohidrosis yang pernah dilaporkan terjadi pada seorang anak perempuan di India. Serangkaian pemeriksaan medis kemudian dilakukan untuk mendeteksi kelainan ini. Namun, ternyata tidak ditemukan kelainan apa pun pada tubuh anak tersebut. Dia juga tidak memiliki riwayat operasi, tidak terdapat riwayat hematohidrosis pada keluarga, dan memiliki siklus menstruasi yang normal.

Penyebab Hematohidrosis

Belum banyak informasi yang diketahui tentang hematohidrosis karena langkanya penyakit ini. Diduga, hematohidrosis disebabkan oleh pendarahan pada pembuluh darah kapiler yang mengalirkan darah ke kelenjar keringat. Kapiler merupakan pembuluh darah kecil yang terletak di jaringan tubuh. Fungsinya untuk membawa nutrisi penting ke seluruh tubuh.

Normalnya, tubuh memproduksi zat kimia seperti hormon kortisol dan adrenalin, untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi ancaman. Keluarnya kortisol dan adrenalin membuat tubuh lebih berenergi dan waspada. Namun pada penderita hematohidrosis, reaksi pertahanan diri ini memicu pecahnya kapiler.  Akibatnya, darah keluar melalui kelenjar keringat dari pembuluh darah yang pecah. Hal ini kemungkinan bisa dipicu oleh tekanan darah tinggi, stres berat, tekanan emosional, atau kelelahan ekstrem.

Selain itu, ada faktor lain yang diduga menyebabkan hematohidrosis. Yang pertama adalah keluarnya darah menstruasi bukan dari rahim. Yang kedua yakni psychogenic purpura, kondisi di mana terjadi pendarahan tiba-tiba tanpa luka atau memar. Namun semua dugaan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Gejala Hematohidrosis

Gejala hematohidrosis yang paling jelas adalah keluar keringat berupa darah dari pori-pori kulit. Kondisi ini bisa terjadi pada bagian tubuh manapun, namun paling umum terjadi pada wajah. Darah juga bisa keluar dari lapisan mukosa, seperti dari mulut dan hidung.

Kulit di sekitar area yang mengeluarkan darah mungkin mengalami pembengkakan sementara. Penderitanya juga bisa mengalami dehidrasi. Meski terkesan mengerikan, hematohidrosis belum terbukti berbahaya. Darah yang keluar akan berhenti dengan sendirinya.

Cara Mengatasi Hematohidrosis

Hematohidrosis tidak membahayakan jiwa. Namun darah yang keluar dari permukaan kulit pasti sangat mengganggu dan memengaruhi penampilan.

Selain itu, penderita hematohidrosis juga mungkin perlu melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik dan penunjang berupa tes fungsi hati, ginjal, urine, USG, serta endoskopi. Jika ternyata hasil tes tidak menunjukkan adanya kelainan dan pasien memang sedang merasa stres, kemungkinan dokter akan menyarankan terapi untuk mengontrol stres agar hematohidrosis tidak muncul.

Untuk menghentikan pendarahan, dokter akan menangani faktor pemicunya, seperti stres atau tekanan darah tinggi. Penderita hematohidrosis mungkin akan diberikan obat-obatan sebagai berikut:

Jika terdapat keluhan berupa keringat berdarah, Anda disarankan berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.