Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal berhenti bekerja secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beragam hal, seperti berkurangnya aliran darah ke ginjal. Namun, dengan penanganan yang tepat, ginjal dapat kembali berfungsi secara normal.

Pada gagal ginjal akut, fungsi ginjal bisa hilang sebagian hingga hilang total. Kondisi ini terjadi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring kelebihan garam, cairan, dan limbah dari darah secara tiba-tiba. Jika tidak tersaring, zat-zat tersebut akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Ketahui Penyebab Gagal Ginjal Akut dan Pengobatannya - Alodokter

Biasanya, gagal ginjal akut muncul sebagai komplikasi dari penyakit serius, seperti gagal jantung dan diabetes. Kondisi ini juga bisa terjadi pada pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit, khususnya di ICU.

Gejala Gagal Ginjal Akut

Gejala gagal ginjal akut muncul tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Berikut adalah berbagai gejala gagal ginjal akut:

  • Jumlah urine berkurang
  • Kaki bengkak akibat kelebihan cairan tubuh
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Mual
  • Tidak nafsu makan
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Buang air besar berdarah
  • Mudah memar
  • Mimisan
  • Detak jantung tidak teratur (artimia)
  • Nyeri dada
  • Kejang atau koma untuk kasus gagal ginjal yang parah

Namun, tidak semua kasus gagal ginjal akut menimbulkan gejala. Gagal ginjal akut bisa saja baru ditemukan atau diketahui saat Anda menjalani pemeriksaan laboratorium untuk kondisi medis lainnya.

Penyebab Gagal Ginjal Akut

Lansia berusia lebih dari 65 tahun dan penderita penyakit atau kondisi medis tertentu lebih berisiko mengalami gagal ginjal akut. Berikut adalah beberapa penyakit atau kondisi medis yang menjadi penyebab utama gagal ginjal akut:

Berkurangnya aliran darah ke ginjal

Ada beberapa penyakit dan kondisi tertentu yang dapat menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang dan memicu gagal ginjal, yaitu:

  • Infeksi
  • Penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan gagal jantung
  • Gagal hati
  • Dehidrasi berat
  • Perdarahan hebat
  • Reaksi alergi yang parah (anafilaksis)
  • Luka bakar derajat 3 atau lebih
  • Konsumsi obat hipertensi, aspirin, ibuprofen, naproxen, atau penghambat enzim COX-2

Kerusakan pada ginjal

Gagal ginjal akut juga dapat disebabkan oleh kerusakan pada organ itu sendiri. Berapa penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal adalah:

Penyumbatan saluran kemih

Pada kasus tertentu, penyumbatan saluran kemih akibat penyakit atau kondisi medis dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Penyakit atau kondisi medis yang dapat menyumbat saluran kemih adalah:

  • Kanker prostat
  • Kanker serviks
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker usus besar
  • Pembesaran prostat (BPH)
  • Batu ginjal
  • Penggumpalan darah di saluran kemih
  • Gangguan sistem saraf yang memengaruhi kandung kemih dan proses buang air kecil

Selain beberapa penyebab di atas, gagal ginjal akut juga bisa menjadi komplikasi dari gangguan kehamilan, seperti plasenta previa dan solusio plasenta. Pernah menjalani operasi jantung, operasi di daerah perut, atau transplantasi sumsum tulang belakang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal akut.

Pengobatan Gagal Ginjal Akut

Dalam mendiagnosis gagal ginjal akut, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memeriksa kondisi darah, urine, dan ginjal pasien. Tes ini meliputi:

  • Tes darah, untuk mengukur kandungan kreatinin, nitrogen urea, kalium, dan sodium dalam darah, maupun cek laju filtrasi glomerulus (GFR)
  • Tes urine, untuk memeriksa darah, protein, dan elektrolit
  • Tes untuk mengukur jumlah urine yang keluar dalam 24 jam
  • Biopsi ginjal, untuk menentukan kerusakan atau adanya kelainan pada ginjal
  • USG atau CT scan, untuk menunjukkan apakah ada penyumbatan pada saluran kemih atau pembesaran ukuran ginjal

Setelah hasil diagnosis keluar dan pasien dinyatakan menderita gagal ginjal akut, dokter akan merekomendasikan perawatan gagal ginjal akut sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut.

Perawatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ginjal sehingga tidak terjadi penumpukan limbah dan garam berlebih di dalam tubuh.

Berikut ini adalah perawatan untuk mengatasi gagal ginjal akut:

Membatasi konsumsi makanan dan minuman tertentu

Untuk mengurangi penumpukan limbah akibat fungsi ginjal yang tidak optimal, pasien gagal ginjal akut sebaiknya membatasi konsumsi makanan dan minuman, terutama makanan yang tinggi akan kandungan protein, garam, dan kalium.

Namun, jika gagal ginjal akut disebabkan oleh dehidrasi, pasien dianjurkan untuk meningkatkan asupan cairan atau makanan yang mengandung air.

Mengonsumsi obat-obatan

Obat-obatan seperti antibiotik, diuretik, atau insulin biasanya akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasi penyebab gagal ginjal akut.

Antibiotik digunakan untuk mengobati atau mencegah infeksi, sedangkan diuretik diresepkan untuk membantu mengurangi cairan berlebih dalam tubuh. Sementara itu, pemberian kalsium dan insulin biasanya dilakukan untuk mencegah naiknya kadar kalium dalam darah.

Namun, jika pasien mengalami gagal ginjal akut akibat mengonsumsi obat-obatan tertentu, ia disarankan untuk menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut hingga kondisi ginjal kembali normal.

Melakukan dialisis (cuci darah)

Prosedur dialisis hanya dilakukan jika kerusakan ginjal tergolong cukup parah. Pasien yang memerlukan dialisis biasanya memiliki gejala gagal ginjal akut berupa tidak buang air kecil sama sekali, perikarditis, atau infeksi lain pada jantung.

Dialisis dilakukan untuk mengeluarkan limbah dari tubuh dengan cara menyaring darah menggunakan mesin cuci darah. Setelah limbah terbuang, darah yang telah disaring akan diedarkan kembali ke dalam tubuh.

Biasanya, pasien gagal ginjal akut akan mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk beberapa waktu hingga fungsi ginjal kembali normal. Dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, pasien memiliki peluang sembuh total yang lebih tinggi dan terhindar dari komplikasi, seperti gagal ginjal kronis.

Meski gagal ginjal cukup sulit untuk diprediksi dan dicegah, Anda tetap dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk menurunkan risiko terjadinya gagal ginjal akut:

  • Hati-hati dalam mengonsumsi obat yang dijual bebas. Pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai dengan cara dan dosis yang tertera pada kemasan.
  • Konsultasikan dengan dokter tentang cara menjaga kesehatan ginjal, terlebih jika Anda memiliki risiko terkena gagal ginjal akut.
  • Jalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi konsumsi minuman beralkohol, dan rutin berolahraga.

Apabila Anda merasakan gejala gagal ginjal akut seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk menghindari kemungkinan terjadinya komplikasi, seperti kerusakan ginjal permanen dan bahkan kematian.