Kompres demam dapat membuat penderita demam lebih nyaman, namun nyatanya belum tentu bisa dimanfaatkan untuk menurunkan suhu panas pada tubuh. Anggapan bahwa lebih baik untuk memandikan anak dengan air dingin atau berendam di air yang dingin tidak benar karena berbahaya untuk anak. Hindari juga menggosok tubuh menggunakan alkohol.

Secara alami, tubuh memiliki sistem pertahanan yang mampu memberikan perlawanan terhadap serangan infeksi bakteri atau virus. Pada proses perlawanan ini, seseorang akan mengalami demam. Demam juga bisa disebabkan oleh tubuh yang terpapar sinar matahari berlebihan atau anak-anak yang baru saja menjalani imunisasi.

Kompres Demam Bukan Penanganan Utama Saat Suhu Tubuh Meningkat - Alodokter

Demam dapat dialami oleh semua orang tanpa memandang usia, namun biasanya seseorang dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah akan lebih berkemungkinan mengalami demam daripada seseorang dengan tingkat kekebalan tubuh yang lebih baik. Meski begitu tidak perlu dikhawatirkan karena kebanyakan kondisi demam tidak membahayakan. Umumnya, demam akan mereda setelah tiga hari.

Jadi Bagaimana dengan Manfaat Demam Kompres?

Sebagian orang tua lebih memilih untuk memakaikan kompres demam kepada anaknya yang sedang mengalami peningkatan suhu tubuh. Penanganan ini mudah dilakukan di rumah dan efektif untuk membuat anak merasa lebih nyaman. Caranya, celupkan kain ke dalam air bersuhu sejuk (bukan dingin) atau air hangat suam-suam kuku, peras, lalu letakkan di dahi anak. Baringkan anak di tempat bersuhu kamar. Disarankan untuk memberinya pakaian yang tipis, meski anak sedang menggigil. Pastikan saja anak mendapatkan asupan air minum harian secukupnya.

Obat penurun panas seperti paracetamol, dapat diberikan sepanjang kondisi anak belum pulih. Namun sebaiknya berikan sesuai dengan anjuran dokter, terutama bagi bayi di bawah usia 6 bulan. Harap waspada, jangan memberikan aspirin untuk menurunkan panas karena berbahaya bagi anak-anak, yaitu dapat memicu terjadinya sindrom Reye.

Tapi Apakah Anak Perlu Diberikan Obat atau Tidak?

Demam pada anak tidak selalu harus ditangani dengan pemberian obat-obatan pereda demam. Namun ketika suhu tubuh anak makin tinggi atau kondisi demam makin parah, disarankan untuk memberikannya obat-obatan. Demam bisa saja disebabkan oleh penyakit yang sudah lebih dahulu diderita, maka dalam hal ini pemberian obat pereda demam mungkin tidak akan memberi pengaruh signifikan, sebelum penyebab utamanya tertangani.

Bagi orang dewasa yang mengalami demam, kompres demam juga dapat membuat kondisi menjadi lebih nyaman. Selain itu, berendam dalam air hangat suam-suam kuku juga dapat membantu mengatasi demam yang dialami.

Kondisi-kondisi yang Harus Diperiksakan kepada Dokter

Meski demam bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, namun jika demam tidak kunjung mereda atau dibarengi oleh kondisi-kondisi tertentu, maka perlu diwaspadai. Segera hubungi dokter apabila mengalami:

  • Mual atau muntah
  • Sakit perut atau merasa kembung
  • Merasa sakit di daerah punggung
  • Ada rasa panas, perih, atau sakit ketika buang air kecil.

Ada pula kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera memeriksakan diri ke instalasi gawat darurat (IGD) apabila:

  • Anda merasakan sakit kepala tidak tertahankan dan leher terasa kaku.
  • Demam tidak kunjung reda meskipun sudah diberi obat.
  • Bibir berwarna biru, begitu juga dengan kulit dan kuku.
  • Anda mengalami sesak napas atau dada terasa nyeri ketika bernapas.
  • Detak jantung terasa lebih kencang daripada biasanya.

Pada dasarnya, kompres demam hanya membantu membuat tubuh menjadi lebih nyaman dan bukan dianggap sebagai langkah pengobatan yang utama. Karena itulah, Anda tetap harus waspada dan memahami waktu yang tepat untuk mendapatkan pertolongan dokter.