Demam dapat dialami oleh semua orang tanpa memandang usia. Kompres demam sering kali menjadi cara yang dilakukan untuk membuat tubuh terasa lebih nyaman ketika demam melanda, sekaligus membantu menurunkan suhu tubuh.

Secara alami, tubuh memiliki sistem pertahanan yang mampu memberikan perlawanan terhadap serangan infeksi bakteri atau virus. Ketika “perang” di dalam tubuh ini terjadi, tubuh kita pun akan mengalami kenaikan suhu, alias demam. Tubuh dikatakan demam jika suhunya meningkat hingga lebih dari 38oC.

Fakta di Balik Kompres Demam saat Suhu Tubuh Meningkat - Alodokter

Selain akibat respons sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri atau virus, demam juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan, pemberian imunisasi, efek samping obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun.

Yang Perlu Diperhatikan saat Kompres Demam

Demam sering kali bukan disebabkan oleh hal yang berbahaya dan akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa hari. Meski begitu, suhu tubuh yang meningkat bisa membuat badan terasa tidak enak. Untuk meredakannya, Anda dapat melakukan kompres demam.

Meletakkan kain basah di dahi, leher, ketiak, atau daerah selangkangan adalah teknik umum yang biasa digunakan untuk menurunkan suhu tubuh ketika demam secara alami.

Yang perlu dilakukan hanyalah mencelupkan kain ke dalam air biasa (tidak terlalu dingin atau panas), memerasnya, lalu menaruh kain basah tersebut ke atas kulit. Ingat, jangan menggunakan es batu atau ice pack.

Metode kompres ini hanya dapat menurunkan suhu tubuh untuk sementara, bukan mengobati penyebab demam. Oleh karena itu, demam bisa muncul kembali beberapa waktu setelah kain kompres dilepas.

Selain dengan kompres demam menggunakan air dingin, demam juga bisa diredakan dengan mandi air hangat. Selama demam, Anda dianjurkan untuk tidak mandi dengan air dingin, karena mandi air dingin akan membuat Anda menggigil dan justru menaikkan suhu tubuh Anda.

Anda juga bisa menyejukkan badan dengan hanya mengenakan satu lapis pakaian dan selimut. Jika ruangan panas atau pengap, nyalakan kipas angin.

Kondisi-kondisi yang Harus Diperiksakan ke Dokter

Umumnya demam memang bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika demam tidak kunjung mereda atau dibarengi oleh keluhan lain, Anda perlu waspada. Segera hubungi dokter apabila demam disertai gejala berikut ini:

  • Terdapat ruam di kulit
  • Muncul rasa panas, perih, atau nyeri ketika buang air kecil
  • Jarang atau sama sekali tidak buang air kecil
  • Mengalami gangguan pencernaan, termasuk mual, muntah, diare, dan nyeri perut
  • Nyeri di daerah punggung
  • Detak jantung terasa lebih cepat
  • Sesak napas atau dada terasa nyeri ketika bernapas
  • Bibir, kulit, dan kuku berwarna biru
  • Sakit kepala yang tidak tertahankan dan leher terasa kaku
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran atau koma

Begitu pula jika demam berlangsung hingga lebih dari 3 minggu, demam tidak kunjung reda setelah mengonsumsi obat penurun panas, atau suhunya sangat tinggi (lebih dari 40oC).

Pada dasarnya, kompres demam hanya meredakan demam untuk sementara dan membuat tubuh menjadi lebih nyaman. Tindakan ini bukanlah langkah pengobatan yang utama. Oleh karena itu, Anda tetap dianjurkan untuk berobat ke dokter, jika demam yang Anda alami tak kunjung reda.