Ruang ICU atau Intensive Care Unit adalah ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan keadaan yang membutuhkan pengawasan ketat. Untuk membantu memulihkan kondisi pasien, ruang ICU dilengkapi dengan peralatan medis khusus.

Selama berada di dalam ruang ICU, pasien akan dipantau selama 24 jam oleh dokter spesialis, dokter jaga, dan perawat yang sudah kompeten. Untuk memantau kondisi pasien secara lebih detail, pasien akan terhubung dengan berbagai peralatan medis melalui selang atau kabel.

Kondisi yang Memerlukan Ruang ICU dan Peralatan di Dalamnya - Alodokter

Kapan Pasien Harus Masuk Ruang ICU?

Kapan seorang pasien harus dirawat di ruang ICU tidak bisa diprediksi. Namun, pada banyak kasus yang terjadi, pasien akan dirujuk ke ruang ICU bila mengalami koma atau gagal napas.

Beberapa kondisi lain yang membuat pasien harus masuk ruang ICU adalah:

Selain itu, orang yang terkonfirmasi COVID-19 juga harus dirawat ruang ICU, tepatnya di ruangan isolasi khusus pasien COVID-19. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit tersebut pada orang lain.

Alat-Alat Medis yang Ada Ruang ICU

Bagi sebagian orang, ruang ICU terasa sangat menakutkan karena di dalamnya terdapat banyak peralatan medis yang terhubung dengan pasien. Meski begitu, peralatan medis tersebut sangat membantu menstabilkan kondisi pasien.

Beberapa peralatan medis yang terdapat di dalam ruang ICU di antaranya adalah:

1. Monitor

Monitor akan menampilkan grafis tentang kinerja organ tubuh, misalnya detak jantung, kadar oksigen di dalam darah, atau tekanan darah.

2. Ventilator

Ventilator dapat membantu pasien bernapas. Alat ini dihubungkan dengan selang yang bisa dimasukkan lewat hidung, mulut, atau tenggorokan.

3. Defibrilator (alat kejut jantung)

Defibrilator diperlukan untuk memulihkan detak jantung normal jika tiba-tiba detak jantung berhenti. Alat ini bekerja dengan cara mengirimkan kejutan listrik ke jantung agar jantung bisa bekerja lagi.

4. Selang makanan

Selang makanan digunakan untuk memasukkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama perawatan, jika pasien dalam keadaan kritis dan tidak bisa makan sendiri. Biasanya alat ini dimasukkan melalui hidung dan menuju lambung.

5. Infus

Infus berfungsi untuk memasukkan cairan, nutrisi, serta obat-obatan melalui pembuluh darah vena.

6. Kateter

Kebanyakan pasien yang berada di ICU tidak bisa buang air kecil sendiri. Pada sebagian pasien, jumlah cairan yang keluar dari tubuhnya, termasuk jumlah urine, juga harus dihitung sebagai bagian dari pemantauan kondisi pasien. Oleh karena itu, dibutuhkan kateter yang dimasukkan lewat lubang kencing untuk membuang urine dari dalam tubuh pasien.

Sejumlah peralatan medis ruang ICU di atas dibutuhkan untuk menunjang pasien agar tetap bertahan hidup dan segera pulih. Walau mungkin terlihat mengerikan dan berisiko, pemasangan alat-alat ini dilakukan berdasarkan pertimbangan yang akan menguntungkan pasien. Selain itu, pasien juga akan selalu berada dalam pengawasan selama 24 jam.

Selama berada di ruang ICU, pasien mungkin akan diberikan obat pereda rasa sakit dan obat sedatif untuk membuat pasien tertidur. Hal ini dilakukan agar pasien tidak terganggu dan resah oleh suara dan keberadaan peralatan medis di ruang ICU.

Aturan Khusus Kunjungan ke Ruang ICU

Penjagaan di ruang ICU sangat ketat agar kondisi pasien dapat dipantau dengan baik dan pasien bisa beristirahat dengan tenang. Ruang ICU juga dijaga agar selalu steril untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. Oleh karena itu, diterapkan beberapa aturan berikut:

  • Jam kunjungan ke ruang ICU umumnya sangat terbatas, begitu juga dengan jumlah pengunjung yang diizinkan untuk menjenguk pasien
  • Pengunjung yang ingin masuk ke ruang ICU harus mencuci tangan terlebih dulu untuk mencegah penularan infeksi. Pengunjung juga tidak diizinkan untuk membawa benda-benda dari luar ruangan, misalnya bunga.

Pada kondisi tertentu, pengunjung mungkin diizinkan untuk berinteraksi langsung dengan pasien, bahkan membawakan barang-barang tertentu yang diinginkan pasien di ruang ICU. Hal ini bertujuan untuk menemani, menghibur, serta membantu penyembuhan pasien secara psikologis.

Jika kondisi pasien di ruang ICU sudah mulai stabil, pasien bisa dipindahkan ke ruang perawatan untuk pemulihan. Namun, jika kondisi pasien kembali memburuk setelah keluar, pasien mungkin perlu masuk ruang ICU lagi.

Pasien yang keluar dari ruang ICU bisa pulih dengan baik. Meski begitu, selama pemulihan, mungkin saja muncul keluhan-keluhan seperti badan kaku dan lemah, susah tidur, nafsu makan berkurang, dan berat badan menurun. Jika hal itu terjadi, sampaikan kepada dokter saat sedang kontrol.

Jika keluarga atau kerabat dekat Anda masuk ruang ICU, perlu dimengerti bahwa Anda memang tidak bisa berada di sisi pasien setiap saat. Namun, sebaiknya Anda tetap siaga selama 24 jam di luar ruangan.

Segala sesuatu yang terjadi di ruang ICU biasanya membutuhkan keputusan yang cepat. Keputusan ini sering kali membutuhkan persetujuan keluarga sebelum dilakukan. Jadi, dokter atau perawat pasti akan menghubungi keluarga terlebih dahulu.