Konimag adalah obat untuk meredakan keluhan akibat produksi asam lambung yang berlebihan, misalnya mual, nyeri perut, atau perut terasa kembung. Obat ini tersedia dalam bentuk suspensi dan dikemas dalam bentuk saset, sehingga mudah dibawa kemana pun.

Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium trisilikat pada Konimag termasuk dalam golongan antasida. Antasida bekerja dengan menetralkan asam lambung sehingga keluhan yang timbul akibat kadar asam lambung yang tinggi dapat berkurang.

Konimag

Selain antasida, Konimag juga mengandung simethicone yang bermanfaat untuk meredakan perut kembung atau rasa tidak nyaman di perut akibat penumpukan gas. Zat ini bekerja dengan memecah gelembung gas di dalam saluran pencernaan sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Karena kombinasi dari bahan aktif tersebut, Konimag dapat digunakan untuk membantu mengatasi sakit maag, tukak lambung, tukak duodenum, atau penyakit asam lambung (GERD).

Produk Konimag

Konimag memiliki 2 varian yang berbeda berdasarkan kandungannya. Berikut ini adalah varian produknya:

  • Konimag, mengandung 300 mg aluminium hidroksida, 300 mg magnesium trisilikat, dan 25 mg simethicone tiap 7 ml sirup
  • Konimag Forte, mengandung 306 mg aluminium hidroksida, 400 mg magnesium hidroksida, dan 80 mg simethicone per 5 ml sirup

Apa Itu Konimag

Bahan aktif Aluminium hidroksida, magnesium trisilikat, dan simethicone
Golongan  Obat bebas 
Kategori  Antasida dan antiflatulensi (antikembung)
Manfaat Mengatasi gejala asam lambung berlebih
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Konimag untuk ibu hamil Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida, serta magnesium trisilikat dan simethicone terhadap ibu hamil maupun janin.
Antasida dan simethicone dalam Konimag umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter.
Konimag untuk ibu menyusui Semua kandungan dalam varian produk Konimag aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai.
Bentuk obat Suspensi

Peringatan sebelum Menggunakan Konimag

Meski termasuk obat bebas, Konimag tetap perlu digunakan dengan hati-hati. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi Konimag:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Konimag tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan di dalam obat ini.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum memberikan Konimag kepada anak-anak.
  • Sampaikan kepada dokter sebelum mengonsumsi Konimag jika keluhan Anda disertai dengan rasa panas hingga ke dada, sulit menelan, muntah berwarna hitam seperti bubuk kopi.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit liver, atau kecanduan alkohol.
  • Bicarakan dengan dokter perihal konsumsi Konimag jika Anda perlu menjalani pola makan rendah magnesium.
  • Konsultasikan dengan dokter jika keluhan tidak kunjung mereda setelah mengonsumsi obat ini selama 2 minggu. Konimag tidak dianjurkan untuk digunakan terus-menerus.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter terkait penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan Konimag.

Dosis dan Aturan Pakai Konimag

Untuk mengatasi gejala asam lambung berlebih, Konimag bisa digunakan sesuai dengan dosis umum penggunaan berikut ini:

  • Dewasa: 1–2 saset, 3–4 kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: ½–1 saset, 3–4 kali sehari

Cara Menggunakan Konimag dengan Benar 

Gunakan Konimag sesuai petunjuk pada kemasan atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Agar manfaat obat dapat diperoleh secara optimal, perhatikan cara penggunaan Konimag yang benar berikut ini::

  • Konsumsilah Konimag menjelang tidur dan saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Pastikan untuk mengocok kemasan saset sebelum obat dikonsumsi. Minumlah Konimag sesuai dengan aturan yang tertera dalam kemasan.
  • Jika Anda juga sedang mengonsumsi obat lain, beri jarak minimal 2 jam sebelum atau sesudah minum Konimag.
  • Hentikan konsumsi obat begitu keluhan membaik. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi Anda belum membaik atau malah memburuk setelah menggunakan Konimag selama 2 minggu.
  • Jika lupa mengonsumsi Konimag, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Simpan Konimag di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Konimag dengan Obat Lain 

Kandungan aluminium hidroksida, magnesium trisilikat, dan simethicone dalam Konimag dapat menurunkan penyerapan sekaligus efektivitas beberapa obat jika digunakan bersamaan atau dalam waktu yang terlalu berdekatan. Beberapa obat tersebut adalah:

  • Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cephalexin, atau tetracycline
  • Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
  • Antipsikotik, seperti chlorpromazine 
  • Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
  • Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
  • Antiaritmia, seperti digoxin
  • Antagonis H2, seperti cimetidine
  • Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
  • Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia

Untuk mencegah terjadinya interaksi obat, beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi Konimag dan obat lain. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda ingin menggunakan Konimag bersama obat, suplemen, maupun produk herbal lainnya.

Efek Samping dan Bahaya Konimag

Seperti obat pada umumnya, Konimag juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Konimag meliputi:

Konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter apabila efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau justru makin berat. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: