Konimag Forte adalah obat yang digunakan untuk meredakan keluhan akibat kelebihan asam lambung, seperti mual, nyeri pada perut, maupun perut terasa kembung. Obat ini tersedia dalam bentuk suspensi yang dikemas dalam saset dan botol sirop.

Konimag Forte mengandung aluminium hidroksida dan magnesium trisilikat yang termasuk golongan antasida. Antasida bekerja dengan cara menetralkan asam lambung sehingga gejala yang muncul akibat peningkatan kadar asam lambung dapat berkurang.

Konimag Forte

Selain itu, Konimag Forte juga mengandung simethicone yang bermanfaat untuk mengurangi rasa kembung atau ketidaknyamanan di perut akibat penumpukan gas. Simethicone bekerja dengan memecah gelembung gas di dalam saluran pencernaan sehingga gas lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Berkat kombinasi bahan aktif tersebut, Konimag Forte dapat digunakan untuk membantu meredakan sakit maag, tukak lambung, tukak duodenum, maupun penyakit asam lambung atau GERD.

Apa Itu Konimag Forte

Bahan aktif 306 mg aluminium hidroksida, 400 mg magnesium trisilikat, dan 80 mg simethicone per 5 ml sirup
Golongan  Obat bebas 
Kategori  Antasida dan antiflatulensi (antikembung)
Manfaat Mengatasi gejala asam lambung berlebih
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Konimag Forte untuk ibu hamil Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida, serta magnesium trisilikat dan simethicone terhadap ibu hamil maupun janin.
Antasida dan simethicone dalam Konimag Forte umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter.
Konimag Forte untuk ibu menyusui Semua kandungan dalam varian produk Konimag Forte aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai.
Bentuk obat Suspensi

Peringatan sebelum Menggunakan Konimag Forte

Meski termasuk obat bebas, Konimag Forte tetap perlu digunakan secara hati-hati. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Konimag Forte tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan di dalam obat ini.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Konimag Forte kepada anak-anak.
  • Informasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi Konimag Forte jika keluhan Anda disertai dengan rasa panas hingga ke dada, sulit menelan, muntah berwarna hitam seperti bubuk kopi.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit liver, atau kecanduan alkohol.
  • Diskusikan dengan dokter perihal konsumsi Konimag Forte jika Anda perlu menjalani pola makan rendah magnesium.
  • Konsultasikan dengan dokter jika keluhan tidak kunjung mereda setelah mengonsumsi obat ini selama 2 minggu. Konimag Forte tidak dianjurkan untuk digunakan terus-menerus.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter terkait penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan Konimag Forte.

Dosis dan Aturan Pakai Konimag Forte

Untuk membantu meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, Konimag Forte dapat digunakan dengan dosis umum sebagai berikut:

Kemasan saset

  • Dewasa: 1–2 saset, 3–4 kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: ½–1 saset, 3–4 kali sehari

Kemasan botol

  • Dewasa: 1–2 sendok takar (5-10 ml), 3–4 kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: ½–1 sendok takar (2.5 – 5 ml), 3 – 4 kali sehari

Cara Menggunakan Konimag Forte dengan Benar 

Gunakan Konimag Forte sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter. Jangan menambah maupun mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Agar manfaat obat dapat diperoleh secara maksimal, perhatikan cara penggunaannya berikut ini:

  • Konsumsilah Konimag Forte menjelang tidur dan saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Kocok kemasan saset sebelum obat dikonsumsi. Minumlah Konimag Forte sesuai dengan aturan yang tertera dalam kemasan.
  • Jika Anda juga sedang mengonsumsi obat lain, beri jarak minimal 2 jam sebelum atau sesudah minum Konimag Forte.
  • Hentikan konsumsi obat begitu keluhan membaik. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi Anda belum membaik atau malah memburuk setelah menggunakan Konimag Forte selama 2 minggu.
  • Jika lupa mengonsumsi Konimag Forte, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Simpan Konimag Forte di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Konimag Forte dengan Obat Lain 

Kandungan aluminium hidroksida, magnesium trisilikat, dan simethicone dalam Konimag Forte dapat mengurangi penyerapan serta efektivitas beberapa obat jika dikonsumsi bersamaan atau dalam waktu yang terlalu berdekatan. Obat-obatan tersebut antara lain:

  • Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cephalexin, atau tetracycline
  • Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
  • Antipsikotik, seperti chlorpromazine 
  • Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
  • Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
  • Antiaritmia, seperti digoxin
  • Antagonis H2, seperti cimetidine
  • Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
  • Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia

Untuk mengurangi risiko interaksi obat, berikan jeda minimal 2 jam antara konsumsi Konimag Forte dan obat lain. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda ingin menggunakan obat ini bersamaan dengan obat, suplemen, atau produk herbal lainnya.

Efek Samping dan Bahaya Konimag Forte

Seperti halnya obat lain, Konimag Forte dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini adalah:

Segera konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah makin buruk. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: