Dokter dapat mencurigai pasien menderita konstipasi jika terdapat gejala-gejalanya, yang didukung dengan pemeriksaan fisik. Guna memastikan diagnosis, dokter perlu melakukan beberapa pemeriksaan penunjang yang meliputi:

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar hormon dalam tubuh, serperti hormon tiroid.
  • Kolonoskopi, untuk memeriksa kondisi usus dan rektum dengan alat kolonoskop, seperti penyumbatan dalam usus.
  • Manometri anorektal, untuk mengetahui koordinasi otot yang menggerakkan anus.
  • Defacography atau foto Rontgen rektum dengan barium, untuk mengetahui masalah pada fungsi dan koordinasi otot pada rektum.
  • MRI defacography, sama dengan defacography namun menggunakan teknologi MRI.
  • Tes pendorong balon, untuk mengukur lamanya balon berisi air, yang sebelumnya dimasukkan melalui dubur, untuk dikeluarkan dari rektum, sehingga dapat diperkirakan berapa lama seseorang buang air besar.