Langkah penanganan konstipasi bertujuan untuk mempercepat gerakan tinja melalui usus, sehingga penderita bisa buang air besar kembali secara teratur. Penanganan yang pertama dilakukan adalah dengan mengubah pola makan atau gaya hidup. Perubahan tersebut meliputi:

  • Memperbanyak konsumsi serat dan buah setiap hari, serta lebih sering minum air putih dan menghindari minuman beralkohol.
  • Lebih rutin melakukan olahraga.
  • Jangan mengabaikan keinginan buang air besar dan upayakan buang air besar secara teratur.

Jika penanganan awal tidak memperbaiki kondisi sembelit, terutama jika perut menjadi nyeri atau kram, serta tidak bisa buang angin atau buang air besar, maka dokter dapat memberi beberapa jenis obat pencahar yang terdiri dari:

  • Obat pencahar osmotik. Pencahar ini akan meningkatkan jumlah cairan dalam usus, sehingga feses akan menjadi lebih lunak dan merangsang usus untuk mendorong tinja keluar. Contoh obat ini adalah laktulosa dan macrogol.
  • Obat pencahar pelembut tinja. Obat ini menarik cairan dalam usus sehingga tinja menjadi lembut dan mudah dikeluarkan. Contohnya natrium docusate.
  • Obat pencahar stimulan. Obat ini akan merangsang konstraksi usus. Beberapa contoh obat stimulan adalah bisacodyl.
  • Suplemen serat. Obat ini menambah massa pada tinja. Contoh obat ini adalah psyllium, calcium polycarbophil, dan methylcellulose fiber.
  • Pelumas, untuk memudahkan pergerakan tinja melalui usus. Contohnya adalah minyak mineral.

Sementara pada kasus konstipasi kronis, obat yang dapat diberikan salah satunya misoprostol.

Konsumsi obat pencahar sebaiknya digunakan dalam waktu singkat, dan dihentikan setelah kondisi konstipasi membaik. Di sisi lain, obat pencahar dapat menimbulkan efek samping, seperti perut kembung, sakit perut, atau dehidrasi. Pemakaian obat pencahar dalam waktu lama dapat membuat penderita diare, mengalami gangguan usus, serta mengalami ketidakseimbangan kadar garam dan mineral dalam tubuh.

Selain pemberian obat pencahar, penderita juga perlu melatih otot panggul sehinga otot tersebut dapat mengencang atau mengendur. Buang air besar akan lebih mudah jika otot panggul dalam keadaan mengendur. Latihan untuk ini bisa dilakukan dengan terapi yang dinamakan biofeedback.

Untuk mengatasi konstipasi karena penyumbatan atau obstruksi usus, maka dokter dapat melakukan prosedur operasi. Operasi tersebut dilakukan dengan menghilangkan sebagian kolon sehingga pergerakan tinja dapat lebih cepat.