Langkah penanganan konstipasi bertujuan untuk melancarkan pencernaan agar pengidap dapat buang air besar secara teratur (setidaknya sekali dalam 2-3 hari dan tanpa mengejan).Penanganan pertama untuk konstipasi yang sering dianjurkan adalah memperbaiki pola makan dan gaya hidup, terutama peningkatan konsumsi serat. Tingkat kecukupan serat yang terkandung di dalam asupan makanan, seperti buah, sayur, serta gandum, akan berdampak pada kelancaran sistem pencernaan.

Selain serat, ada juga beberapa langkah lain yang berguna dalam melancarkan sistem pencernaan tubuh kita. Langkah-langkah sederhana tersebut adalah:

  • Memperbanyak konsumsi air putih sehingga terhindar dari dehidrasi.
  • Hindari kafein karena dapat memicu dehidrasi.
  • Meningkatkan frekuensi olahraga, misalnya lari pagi atau sore tiap hari.
  • Jangan mengabaikan keinginan untuk buang air besar.
  • Coba letakkan lutut Anda pada posisi lebih tinggi dari pinggul pada saat buang air besar, misalnya saat duduk di toilet gunakan bangku kecil untuk meletakkan kaki.

Penanganan dengan Obat Pencahar

Apabila langkah penanganan awal kurang efektif, dokter umumnya akan menganjurkan penggunaan obat pencahar. Harap diingat bahwa selama menggunakan obat ini, Anda atau anak Anda disarankan mengonsumsi banyak air putih untuk menghindari dehidrasi. Obat pencahar ini akan melancarkan proses buang air besar dan tersedia dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Obat pencahar osmotik. Pencahar ini akan meningkatkan jumlah cairan dalam usus sehingga feses akan menjadi lebih lunak dan merangsang usus untuk mendorong tinja keluar. Contoh obat yang biasa diberikan oleh dokter adalah laktulosa dan macrogol.
  • Obat pencahar pembentuk tinja. Obat ini akan membuat tinja Anda mempertahankan cairan yang dikandung sehingga menjadi lunak dan dapat dikeluarkan dengan mudah. Oleh karena itu, penderita sebaiknya banyak minum air ketika menggunakan obat pencahar jenis ini. Sekam ispaghula dan metilselulosa adalah dua contoh obat pencahar pembentuk tinja yang sering diberikan oleh dokter.
  • Obat pencahar stimulan. Obat ini akan merangsang dan membantu otot saluran pencernaan untuk mendorong tinja dalam usus besar menuju anus. Pencahar stimulan diberikan jika tinja tetap sulit keluar, meski sudah lunak. Jenis yang sering diberikan adalah senna, bisacodyl dan sodium picosulphate.

Durasi penggunaan obat pencahar tergantung kepada tingkat keparahan konstipasi yang Anda alami. Jika mengalami konstipasi akibat obat atau penyakit lain, Anda mungkin harus mengonsumsi pencahar untuk waktu yang lebih lama seperti berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Dosisnya juga harus dikurangi secara bertahap dan satu demi satu apabila Anda menggunakan kombinasi dari beberapa jenis obat pencahar. Tapi bila konstipasi terjadi tiba-tiba dan dalam jangka waktu pendek, maka pencahar dapat segera dihentikan ketika feses sudah lunak dan mudah dikeluarkan.

Obat pencahar juga dapat digunakan oleh ibu hamil, karena sebagian besar obat ini tidak diserap oleh sistem pencernaan sehingga tidak akan berdampak pada janin. Pencahar yang aman untuk masa kehamilan adalah pencahar osmotik laktulosa dan macrogol. Jika keduanya tidak efektif, dokter akan menganjurkan bisacodyl atau senna (pencahar stimulan) dosis rendah. Tetapi senna tidak cocok untuk diminum pada masa kehamilan trimester ketiga, karena sebagian obat ini akan terserap oleh sistem pencernaan.

Penanganan Konstipasi Pada Bayi

Langkah penanganan untuk bayi tergantung pada apakah bayi Anda sudah mengonsumsi makanan padat atau belum.

Konstipasi pada bayi yang belum disapih atau belum mengonsumsi makanan padat dapat ditangani dengan memberikan air putih di sela-sela jadwal pemberian susu. Jika bayi Anda mengonsumsi susu formula, berikanlah sesuai takaran dan tidak perlu dikurangi. Menggerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda atau memijat perutnya dengan hati-hati mungkin bisa Anda lakukan untuk merangsang kontraksi ususnya.

Sedangkan penanganan konstipasi pada bayi yang sudah mengonsumsi makanan padat dapat dilakukan dengan memberinya air putih atau jus buah bercampur air. Jika memungkinkan, Anda juga bisa memberinya buah yang sudah dihaluskan atau dicincang. Buah-buahan yang cocok dikonsumsi bayi yang mengalami konstipasi antara lain anggur, apel, alpukat, kiwi, pisang, mangga, stroberi, dan pepaya.

Jika perubahan pola makan ini tidak efektif atau bayi yang mengalami konstipasi tingkat parah, dokter biasanya akan memberikan pencahar osmotik terlebih dulu sebelum pencahar stimulan jika memang dibutuhkan. Sementara obat pencahar pembentuk tinja tidak dianjurkan untuk bayi.

Langkah Pengobatan untuk Impaksi Feses

Impaksi feses terjadi saat ada tinja keras dan kering yang menumpuk serta menyumbat rektum. Pengobatan untuk komplikasi ini biasanya dilakukan dengan mengombinasikan obat pencahar osmotik macrogol dosis tinggi dan obat pencahar stimulan.

Tetapi, jika tubuh Anda tidak bereaksi terhadap pencahar ini, dokter akan memberikan enema kecil atau supositoria. Enema adalah obat cair yang disuntikkan ke dalam usus besar melalui anus. Docusate dan natrium sitrat bisa diberikan sebagai enema. Sedangkan supositoria adalah kapsul yang dimasukkan melalui anus. Obat ini akan larut secara bertahap, lalu terserap ke dalam aliran darah. Contohnya adalah bisacodyl.

Komplikasi

Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi, kecuali Anda mengalaminya dalam jangka panjang atau kronis. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Hemoroid atau wasir – pembengkakan dinding anus akibat pelebaran pembuluh darah yang biasanya disebabkan oleh proses mengejan yang terlalu lama. Pembuluh darah ini bisa pecah sehingga menyebabkan pendarahan.
  • Fisura pada anus. Mengejan terlalu lama dan tinja yang keras atau besar dapat mengakibatkan fisura atau robeknya kulit pada dinding anus.
  • Impaksi feses – menumpuknya tinja yang kering dan keras di rektum akibat konstipasi yang berlarut-larut.
  • Prolaps rektum rektum jatuh dari posisinya di dalam tubuh dan mencuat keluar dari anus akibat terlalu lama mengejan.