Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi, kecuali konstipasi tersebut dalam jangka panjang atau kronis. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Hemoroid atau wasir, yaitu pembengkakan dinding anus akibat pelebaran pembuluh darah yang biasanya disebabkan oleh proses mengejan yang terlalu lama.
  • Fisura ani. Mengejan terlalu lama dan tinja yang keras atau besar dapat mengakibatkan fisura atau robeknya kulit pada dinding anus.
  • Impaksi feses, yaitu menumpuknya tinja yang kering dan keras di rektum akibat konstipasi yang berlarut-larut.
  • Prolaps rektum. Pada kondisi ini, rektum pindah dari posisinya di dalam tubuh dan menonjol keluar dari anus akibat terlalu lama mengejan.

Pencegahan Konstipasi

Konstipasi termasuk kondisi kesehatan yang bisa kita hindari. Beberapa langkah sederhana untuk mencegah kondisi ini adalah:

  • Memperbanyak konsumsi serat, misalnya dengan makan sayur, buah, beras merah, sereal, biji-bijian, serta kacang-kacangan.
  • Meningkatkan konsumsi cairan, setidaknya 1,5-2 liter tiap hari.
  • Menghindari terlalu banyak mengonsumsi susu dan kafein. Konsumsi terlalu banyak susu dapat meningkatkan kemungkinan konstipasi, sedangkan kafein dapat menimbulkan dehidrasi yang bisa memicu sembelit.
  • Rutin berolahraga setidaknya 30 menit sehari.
  • Jangan mengabaikan keinginan untuk buang air besar. Kebiasaan menahan keinginan buang air besar akan meningkatkan risiko konstipasi.
  • Mengatur kebiasaan buang air besar agar dapat dilakukan dengan leluasa dan nyaman.