Mencegah konstipasi sama pentingnya dengan mengatasi gejalanya. Dengan menerapkan kebiasaan sehat setiap hari, risiko terjadinya konstipasi dapat berkurang secara signifikan. Berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah konstipasi:

1. Perbanyak konsumsi serat

Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dapat membantu melancarkan buang air besar karena tinja menjadi lunak sehingga mudah dikeluarkan. Contoh makanan berserat tinggi yang dianjurkan, misalnya pepaya, pir, jeruk, bayam, wortel, dan brokoli.

Sereal, biji-bijian, serta kacang-kacangan juga merupakan sumber makanan berserat yang baik untuk rutin dikonsumsi.

2. Minum cukup air

Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih setidaknya 1,5–2 liter tiap hari sangat penting agar serat dalam tubuh bekerja dengan optimal. Air membantu tinja tetap lunak dan mencegahnya menjadi kering dan keras.

3. Rutin berolahraga

Berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari dapat mencegah terjadinya sembelit. Selain itu, aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, berlari ringan, atau senam secara teratur bisa membantu memperkuat otot-otot perut dan usus sehingga gerakan usus lebih aktif dan memperkecil kemungkinan konstipasi.

4. Biasakan rutinitas BAB yang teratur

Membangun kebiasaan BAB pada waktu yang sama setiap hari, terutama setelah makan, dapat membantu tubuh mengenali sinyal BAB. Kebiasaan ini juga dapat mencegah tinja menumpuk terlalu lama di usus. 

5. Jangan menunda keinginan BAB

Menunda BAB bisa membuat tinja berada lebih lama di usus besar sehingga makin banyak cairan yang terserap kembali oleh tubuh. Akibatnya, tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Bila sudah merasa ingin BAB, segeralah pergi ke toilet.

6. Gunakan obat pencahar sesuai anjuran

Obat pencahar hanya boleh digunakan bila diperlukan dan setelah berkonsultasi dengan dokter. Pemakaian obat yang berlebihan atau tidak sesuai petunjuk bisa membuat usus bergantung pada obat dan justru memperburuk konstipasi.

7. Gunakan obat pencahar sesuai anjuran

Beberapa obat tertentu dapat menyebabkan konstipasi sebagai efek sampingnya. Obat-obatan tersebut, misalnya antasida, opioid, atau suplemen zat besi. Jika Anda sedang mengonsumsi obat atau suplemen tersebut dan mengalami konstipasi, konsultasikan dengan dokter mengenai cara menggunakannya yang aman.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan di atas secara konsisten, risiko konstipasi dapat berkurang dan kesehatan pencernaan terjaga. Namun, jika keluhan konstipasi tetap muncul atau sering kambuh, sebaiknya konsultasikan dengan dokter lewat chat untuk mendapatkan saran medis yang tepat.