Obat nyeri dada karena batuk harus dikonsumsi berdasarkan penyebabnya. Beberapa jenis penyakit paru-paru kemungkinan menjadi penyebab batuk semacam ini. Sebaiknya periksa ke dokter jika Anda mengalami batuk yang disertai dengan rasa nyeri di dada, agar dokter dapat memberi penanganan yang tepat.

Gejala berupa batuk-batuk yang disertai dengan rasa nyeri di dada biasanya berhubungan dengan penyakit tertentu, seperti tuberkulosis, bronkitis, pleuritis atau abses paru. Untuk menentukan penyebabnya, Anda perlu mendapat pemeriksaan medis dari dokter.

Konsumsi Obat Nyeri Dada Karena Batuk Sesuai Penyebabnya - Alodokter

Jenis Obat yang Sesuai

Secara umum, untuk meringankan batuk parah yang disebabkan nyeri dada dapat mengonsumsi obat batuk ekspektoran. Jenis obat batuk ekspektoran yang Anda konsumsi bisa berupa dekstrometorfan atau guaifenesin. Obat batuk ekspektoran dapat mencairkan dahak atau lendir di dalam saluran pernapasan, sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Namun, beberapa kondisi nyeri dada karena batuk memerlukan obat dan penanganan khusus berdasarkan penyebabnya:

  • Tuberkulosis (TB)
    Pengobatan TB dilakukan dengan pemberian obat anti tuberkulosis (OAT). Obat ini perlu dikonsumsi minimal 6 bulan dan pasien penderita TB wajib menjalani pengobatan hingga tuntas. Hal ini penting untuk mengurangi risiko gagalnya pengobatan, mencegah penularan TB, serta mencegah tuberkulosis yang resisten atau TB-MDR.
  • Asma
    Penyakit asma dapat menimbulkan keluhan batuk disertai nyeri dada dan sesak napas. Pengobatan serangan asma akut akan memerlukan obat hirup (inhaler) seperti beta agonis kerja singkat, ipratroprium, dan kortikosteroid. Penderita asma perlu menghindari faktor pencetus dan menggunakan obat pencegah gejala (controller) sesuai rekomendasi dokter untuk mencegah kekambuhan.
  • Bronkitis
    Penyakit bronkitis dapat disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, serta paparan polusi seperti asap rokok dan asap pabrik. Pengobatannya disesuaikan dengan penyebabnya. Bronkitis karena infeksi virus seringkali dapat sembuh sendiri, namun kadang diperlukan pemberian antibiotik jika sudah ditumpangi juga oleh infeksi bakteri (infeksi sekunder).
  • Pleuritis
    Untuk mengatasi batuk dan nyeri dada karena pleuritis, dokter perlu melakukan pemeriksaan lengkap untuk mencari penyebabnya. Pengobatan akan disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Jika diperlukan, dokter akan mengeluarkan kelebihan cairan dari dalam rongga pleura dengan memasukkan selang ke dalam rongga tersebut. Sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan mendapat bius lokal terlebih dulu dari dokter. Dokter juga akan memberikan obat antibiotik untuk Anda jika ditemukan tanda-tanda infeksi bakteri pada paru-paru.  Untuk kasus yang berat akan diperlukan tindakan operasi.
  • Abses Paru
    Antibiotik merupakan pengobatan utama untuk mengatasi nyeri dada karena batuk yang berhubungan dengan abses paru, dan biasanya harus dikonsumsi dalam jangka panjang. Selama sakit, penderita abses paru juga mungkin perlu menjalani fisioterapi untuk membantu pengeluaran lendir dan nanah dari dalam paru-paru. Untuk kasus yang berat, diperlukan tindakan pembedahan.

Perawatan Batuk di Rumah

Pada prinsipnya, batuk merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dan kotoran dari dalam paru-paru atau saluran pernapasan. Selain mengonsumsi obat nyeri dada karena batuk, beberapa perawatan tambahan di rumah dapat membantu mengatasi batuk yang mengganggu:

  • Minum air putih yang cukup.
  • Berkumur dengan air garam yang hangat, secara berkala.
  • Hindari paparan zat iritan dan polusi seperti debu, asap rokok, dan pengharum ruangan.
  • Tidur dengan bantal tambahan agar posisi kepala lebih tinggi.
  • Minum teh yang ditambahkan madu dan jahe untuk melegakan tenggorokan.

Batuk yang menyebabkan nyeri dada dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dari yang ringan hingga yang berat. Anda perlu mewaspadai jika terdapat gejala batuk yang disertai dengan:

  • Batuk darah.
  • Sesak napas.
  • Kulit tampak pucat atau kebiruan.
  • Penurunan kesadaran atau pingsan.
  • Demam.
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.

Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika nyeri dada karena batuk disertai gejala-gejala tersebut, atau jika batuk yang Anda rasakan sering kambuh dan sulit diobati.