Kulit miss v gatal dan mengelupas bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman dan memicu kekhawatiran tentang kesehatan area intim. Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba atau berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan langkah penanganannya agar keluhan ini tidak semakin parah.

Kulit di sekitar miss v cenderung lebih tipis dan lebih sensitif daripada kulit area tubuh lain sehingga mudah teriritasi oleh berbagai faktor, seperti kelembapan, infeksi, atau penggunaan produk yang kurang tepat. Tak heran jika masalah, seperti kulit miss v gatal dan mengelupas cukup sering dialami.

Kulit Miss V Gatal dan Mengelupas, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Jika dibiarkan, gatal dan kulit mengelupas di area miss v dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi sekunder. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali penyebabnya sehingga penanganan kulit miss v gatal dan mengelupas bisa segera diberikan.

Penyebab Kulit Miss V Gatal dan Mengelupas

Keluhan kulit miss v yang gatal dan mengelupas biasanya disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:

1. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah salah satu penyebab paling sering kulit miss v terasa gatal dan mengelupas. Kondisi ini terjadi akibat paparan zat yang memicu iritasi atau alergi pada kulit vulva, seperti sabun berpewangi, cairan pembersih kewanitaan, deterjen pada pakaian dalam, pembalut, tisu basah, kondom, atau pelumas tertentu.

Selain menyebabkan kulit miss v gatal dan mengelupas, dermatitis kontak juga bisa menyebabkan kulit miss v tampak kemerahan dan terasa perih, baik saat bergesekan dengan celana dalam maupun tidak.

2. Kulit terlalu kering

Kulit area miss v yang terlalu kering juga dapat menimbulkan rasa gatal dan pengelupasan. Penyebabnya antara lain kebiasaan mencuci area kewanitaan terlalu sering, penggunaan sabun dengan kandungan keras, seperti SLS atau alkohol, serta gesekan dari pakaian dalam yang terlalu ketat atau penurunan hormon estrogen setelah menopause.

3. Candidiasis

Candidiasis adalah infeksi akibat meningkatnya jamur Candida albicans di area miss v. Nah, pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan ini dapat menyebabkan kulit miss v gatal dan mengelupas. Selain itu, kulit miss v juga bisa menjadi kemerahan, bengkak, muncul bercak putih di sekitar vulva, serta keputihan kental seperti susu.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat area miss v yang terlalu lembap, penggunaan antibiotik, perubahan hormon, diabetes yang tidak terkontrol, atau daya tahan tubuh yang menurun.

4. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis terjadi ketika keseimbangan bakteri “baik” dan “jahat” di miss v terganggu. Kondisi ini bisa terjadi akibat sering membersihkan miss v dengan vaginal douche atau sabun yang mengiritasi, perubahan hormon, deterjen pada pakaian dalam, atau menggunakan obat antibiotik dalam jangka panjang.

Gejalanya antara lain, keputihan berwarna abu-abu atau putih, bau tidak sedap pada area miss v, serta kulit miss v gatal dan mengelupas. 

5. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit autoimun yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit sangat cepat. Jika terjadi di area genital, hal itu bisa menyebabkan kulit di sekitar miss v tampak kemerahan, terasa gatal, dan mengelupas. Berbeda dengan psoriasis pada bagian tubuh lainnya, sisik pada area genital biasanya lebih tipis karena lingkungan kulit area miss v yang lembap.

6. Lichen sclerosus

Lichen sclerosus merupakan penyakit kulit kronis yang paling sering terjadi pada area miss v. Kondisi ini umumnya diawali dengan bintik-bintik putih kecil berwarna putih di area miss v, kemudian lama-kelamaan bintik tersebut bertambah banyak dan bersatu membentuk bercak lebih luas dengan permukaan tampak mengelupas dan terasa gatal.

Meski lebih banyak terjadi pada wanita yang telah mengalami menopause, lichen sclerosus juga dapat terjadi pada wanita usia lebih muda. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan jaringan parut dan meningkatkan risiko kanker vulva.

7. Kudis

Kudis juga bisa menyebabkan kulit miss v gatal dan mengelupas. Kondisi ini terjadi ketika tungau Sarcoptes scabiei bersarang dan bertelur di bawah permukaan kulit miss v. Akibatnya, kulit miss v menjadi gatal. Selain itu, di area miss v juga akan timbul ruam bintik-bintik menyerupai jerawat yang membentuk garis atau juga dapat berupa lepuhan kecil yang disertai dengan kulit bersisik atau mengelupas.

Cara Mengatasi Kulit Miss V Gatal dan Mengelupas di Rumah

Untuk mengatasi kulit miss v gatal dan mengelupas, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

1. Jaga kebersihan area miss v

Cuci area miss v menggunakan air hangat saja, tanpa sabun berpewangi atau berbahan kimia keras. Bersihkan dari depan ke belakang untuk mencegah pemindahan kuman dari anus ke area vagina. Setelah dicuci, keringkan dengan tisu atau handuk bersih agar area miss v tetap kering, karena kelembapan berlebihan bisa membuat kulit miss v gatal dan mengelupas makin parah.

Selain it, biasakan untuk mengganti celana dalam minimal dua kali sehari, atau lebih sering jika pada hari tersebut Anda terlalu berkeringat.

2. Hindari produk pemicu iritasi

Jangan gunakan sabun pembersih kewanitaan, pembalut atau pantyliner berpewangi, tisu basah berbahan alkohol, atau produk lain yang mengandung parfum di area sensitif. Kalau Anda baru mengganti deterjen atau produk perawatan, dan keluhan muncul, hentikan penggunaannya.

3. Gunakan pakaian dalam berbahan katun

Pilih pakaian dalam dari katun yang mudah menyerap keringat dan sejuk di kulit. Hindari memakai celana dalam atau celana luar yang terlalu ketat, karena dapat meningkatkan gesekan dan kelembapan, yang memicu iritasi serta pengelupasan kulit.

4. Jangan menggaruk miss v

Meski  rasa gatal di miss v terasa sangat mengganggu, usahakan untuk tidak menggaruknya ya. Pasalnya, menggaruk kulit miss v yang gatal dan mengelupas bisa merusak kulit, menyebabkan luka baru, memperparah iritasi, dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder.

5. Kompres dingin

Untuk mengatasi kulit miss v gatal dan mengelupas, Anda dapat mengompres area tersebut dengan kain bersih yang telah dibasahi dengan air dingin. Agar hasilnya maksimal, lakukan cara ini selama 5–10 menit beberapa kali sehari sesuai kebutuhan dan pastikan area miss v dikeringkan setelahnya.

6. Gunakan obat-obatan

Jika beberapa cara mengatasi kulit miss v gatal dan mengelupas di atas tidak juga dapat meredakan keluhan yang Anda alami, Anda bisa mengoleskan salep antijamur atau antibiotik. 

Namun, obat-obatan tersebut hanya bisa digunakan sesuai dosis dari dokter dan jika keluhan disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Oleh karena itu, pastikan Anda periksakan diri ke dokter jika kulit miss v yang gatal dan mengelupas tidak juga reda. 

Meskipun beberapa penanganan awal untuk mengurangi keluhan bisa dilakukan secara mandiri, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter bila kulit miss v gatal dan mengelupas tidak juga membaik, atau disertai dengan munculnya keluhan lain. 

Dengan melakukan pemeriksaan, dokter dapat memastikan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai untuk mengatasi kulit miss v gatal dan mengelupas yang Anda alami.