Kurap di selangkangan sering terjadi karena area ini lembap dan mudah berkeringat, sehingga jamur penyebab kurap bisa lebih cepat berkembang. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal dan ruam yang cukup mengganggu, sehingga diperlukan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi makin parah.

Kurap umumnya terjadi karena infeksi jamur dermatofita yang menyerang kulit, termasuk di selangkangan. Infeksi ini lebih mudah berkembang pada area tubuh yang sering lembap dan tertutup, misalnya akibat keringat berlebih atau kebiasaan tidak segera mengeringkan tubuh setelah mandi atau berolahraga.

Kurap di Selangkangan, Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Selain menimbulkan rasa gatal, kurap di selangkangan juga dapat memunculkan gejala lain, seperti kemerahan pada kulit, ruam berbentuk lingkaran dengan tepi yang lebih menonjol, atau kulit tampak bersisik. Pada beberapa kasus, infeksi bisa menyebar ke area sekitarnya atau terjadi berulang, terutama jika kebersihan tubuh kurang terjaga.

Kurap di Selangkangan dan Penyebabnya

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kurap di selangkangan, di antaranya:

1. Keringat berlebih di area lipatan kulit

Keringat berlebih di area lipatan kulit, seperti selangkangan, menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur penyebab kurap. Kondisi ini sering terjadi jika Anda sering berkeringat, jarang mengganti pakaian dalam, atau tidak mengeringkan area selangkangan dengan baik setelah mandi dan berolahraga.

Jika area selangkangan terus-menerus dalam keadaan lembap dan hangat, jamur akan lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kurap di selangkangan.

2. Penggunaan celana yang terlalu ketat

Celana yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan sintetis yang tidak menyerap keringat dapat membuat area selangkangan menjadi lebih panas dan lembap. Keadaan ini mempercepat pertumbuhan jamur dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi kulit seperti kurap di selangkangan.

Selain itu, gesekan antara celana yang ketat dengan kulit juga bisa menyebabkan iritasi ringan. Iritasi ini membuat kulit menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur jika kebersihan tubuh kurang terjaga.

3. Berat badan berlebih

Orang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki lebih banyak lipatan kulit, termasuk di sekitar selangkangan. Lipatan kulit ini lebih mudah lembap, sehingga jamur dapat tumbuh dengan cepat di area tersebut.

Tidak hanya itu, aktivitas sehari-hari pada orang obesitas sering menyebabkan gesekan antar lipatan kulit, yang makin meningkatkan risiko timbulnya infeksi jamur seperti kurap di selangkangan.

4. Sering berolahraga atau aktivitas fisik berat

Olahraga atau aktivitas fisik yang menyebabkan banyak berkeringat bisa meningkatkan risiko kurap di selangkangan, terutama jika keringat tidak segera dibersihkan. Keringat yang menumpuk di area lipatan kulit menjadi lembap, sehingga jamur lebih mudah berkembang.

Jika Anda aktif berolahraga, penting untuk segera membersihkan dan mengeringkan area selangkangan setelah beraktivitas. Selain itu, segera ganti pakaian dalam agar area tetap kering dan mencegah pertumbuhan jamur.

5. Sistem imun lemah

Sistem imun atau daya tahan tubuh yang lemah, seperti pada penderita diabetes, HIV, atau orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu, dapat memudahkan jamur berkembang di kulit. Tubuh yang tidak mampu melawan infeksi secara optimal akan lebih rentan terkena kurap di selangkangan.

Orang dengan masalah daya tahan tubuh juga cenderung mengalami infeksi jamur yang lebih luas atau sulit sembuh. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan secara umum dan segera mengobati penyakit yang mendasari sangat penting untuk mencegah kurap.

6. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi

Penularan jamur penyebab kurap bisa terjadi melalui kontak langsung dengan kulit orang yang sedang terinfeksi atau melalui benda yang terkontaminasi jamur, seperti handuk, pakaian, dan seprai. Kebiasaan berbagi barang pribadi sangat meningkatkan risiko penularan infeksi jamur di area selangkangan.

Jamur dermatofita yang menyebabkan kurap mudah menempel dan bertahan di permukaan lembap. Jika Anda menggunakan barang yang sama dengan orang terinfeksi tanpa mencucinya terlebih dahulu, risiko terkena kurap di selangkangan menjadi lebih besar.

Kurap di Selangkangan dan Cara Mengatasinya

Penanganan kurap di selangkangan perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan gejalanya. Pada kasus ringan, kurap biasanya bisa diatasi sendiri di rumah dengan langkah-langkah berikut:

  • Membersihkan dan mengeringkan area selangkangan secara rutin, terutama setelah mandi atau berkeringat, agar area tidak lembap.
  • Mengoleskan salep antijamur yang dijual bebas di apotek, seperti clotrimazole atau terbinafine, sesuai petunjuk pemakaian. Lanjutkan penggunaan salep beberapa hari setelah ruam hilang untuk memastikan jamur benar-benar teratasi.
  • Menghindari menggaruk area yang gatal, untuk mencegah iritasi atau penyebaran infeksi ke bagian kulit lain.
  • Memakai pakaian yang longgar dan berbahan mudah menyerap keringat, sehingga area selangkangan tetap kering dan sirkulasi udara terjaga.
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh area yang terinfeksi, guna mencegah penyebaran jamur ke bagian tubuh lain atau ke orang lain.

Kurap di selangkangan umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting agar infeksi tidak menyebar atau berulang. 

Jika keluhan kurap di selangkangan tidak kunjung sembuh atau ruam yang semakin luas, terasa nyeri, bernanah, dan demam, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER agar bisa mendapatkan saran medis yang cepat dan sesuai dengan kondisi Anda.