Labia mayora dan minora adalah bagian penting dari organ reproduksi wanita yang memiliki struktur, fungsi, dan karakteristik berbeda antara satu dengan lainnya. Penting untuk memahami bagian ini, termasuk cara perawatannya, supaya kesehatan organ intim Anda selalu terjaga.
Tidak jarang wanita merasa khawatir jika menemukan bentuk atau warna labia mayora dan minora yang berbeda dari milik orang lain. Sebenarnya, variasi pada kedua bagian alat reproduksi wanita ini adalah hal yang wajar dan tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan.

Dengan mengenal labia mayora dan minora lebih jauh, Anda dapat mengetahui mana saja kondisi yang masih normal atau justru perlu mendapatkan perhatian medis.
Fungsi Labia Mayora dan Minora
Labia mayora dan minora merupakan dua lipatan kulit yang membentuk bagian luar vulva. Labia mayora adalah lipatan yang paling luar, tebal, dan membantu melindungi bagian dalam vulva dari tekanan atau gesekan. Sementara itu, labia minora terletak di sebelah dalam labia mayora, lebih tipis, dan mengelilingi bukaan vagina serta klitoris.
Keduanya bekerja sama dalam menjaga kebersihan, kelembapan, serta melindungi organ intim dari cedera dan infeksi. Labia mayora dan minora memiliki peran penting dalam menunjang kesehatan organ intim wanita. Berikut beberapa fungsinya:
Labia mayora
Labia mayora berfungsi melindungi bagian dalam vulva dari kotoran, debu, dan gesekan, serta menjaga kelembapan alami area genital. Bagian ini juga menjadi benteng penghalang masuknya kuman atau bakteri dari luar tubuh.
Labia minora
Labia minora adalah pelindung bukaan vagina dan klitoris. Berkat banyaknya pembuluh darah dan ujung saraf yang dimilikinya, labia minora menjadi area yang sangat sensitif, sehingga berperan dalam memberikan sensasi saat berhubungan seksual dan menjaga kenyamanan.
Perbedaan Labia Mayora dan Minora
Labia mayora dan minora memang terlihat serupa, tetapi memiliki sejumlah perbedaan mendasar. Berikut perbedaannya:
1. Letak dan bentuk
Perbedaan labia mayora dan minora yang paling umum adalah letak serta bentuknya. Labia mayora terletak di bagian terluar vulva dan tampak seperti dua lipatan tebal yang memanjang dari bagian depan ke belakang. Bagian ini membentuk semacam “pelindung” bagi area di dalamnya.
Sebaliknya, labia minora terletak persis di bagian dalam labia mayora. Labia minora memiliki bentuk yang lebih tipis, memanjang, dan menyerupai dua lipatan halus di sekitar bukaan vagina serta klitoris. Pada sebagian wanita, labia minora dapat terlihat menonjol keluar dari labia mayora, sedangkan pada wanita lain, labia minora sepenuhnya tersembunyi di dalam.
2. Warna dan tekstur
Labia mayora biasanya memiliki warna yang sedikit lebih gelap dibanding kulit di sekitarnya. Selain itu, labia mayora ditutupi rambut kemaluan sejak masa pubertas dan kulitnya cenderung lebih kasar.
Sementara itu, labia minora umumnya berwarna lebih terang, seperti merah muda atau coklat kehitaman, dan tidak memiliki rambut sama sekali. Tekstur labia minora terasa lebih lembut, tipis, dan elastis, karena kaya akan pembuluh darah dan saraf.
3. Variasi ukuran
Labia mayora dan minora memiliki ukuran dan bentuk yang sangat beragam antar individu. Labia mayora bisa tampak lebih besar atau kecil, sedangkan labia minora bisa lebih pendek atau bahkan lebih panjang dari labia mayora, sehingga tampak keluar.
Variasi ini bersifat alami dan tidak memengaruhi kesehatan organ intim, selama tidak menimbulkan keluhan.
4. Elastisitas
Labia minora memiliki jaringan yang lebih elastis dan sangat mudah meregang. Hal ini membuatnya dapat melar secara alami saat wanita berhubungan seksual atau proses persalinan. Elastisitas ini juga membantu mengurangi risiko robekan pada jaringan selama aktivitas tersebut.
Sementara itu, labia mayora cenderung lebih kaku dan tidak seelastis labia minora.
5. Saraf dan pembuluh darah
Saraf dan pembuluh darah juga menjadi pembeda antara labia mayora dan minora. Labia minora memiliki lebih banyak ujung saraf serta pembuluh darah dibanding labia mayora. Itulah sebabnya, saat disentuh, labia minora terasa lebih sensitif dan mudah menimbulkan sensasi tertentu.
Sebaliknya, labia mayora tidak sepeka labia minora, karena lapisan kulitnya lebih tebal dan jaringan sarafnya lebih sedikit.
6. Pertumbuhan rambut
Salah satu ciri utama labia mayora adalah adanya pertumbuhan rambut kemaluan yang mulai muncul saat pubertas. Fungsi rambut ini untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kotoran dan gesekan. Di sisi lain, labia minora tidak pernah mengalami pertumbuhan rambut, sehingga permukaannya selalu halus.
7. Fungsi perlindungan
Labia mayora bertugas sebagai pelindung fisik utama organ genital dari kontak, tekanan, atau cedera dari luar. Ia membungkus dan menjaga bagian dalam vulva agar tetap aman.
Sementara itu, labia minora memiliki peran protektif terhadap bukaan vagina dan klitoris dari gesekan langsung, bakteri, atau partikel asing yang bisa menyebabkan iritasi. Kedua bagian ini saling melengkapi dalam menjaga kesehatan organ intim.
Cara Merawat Labia Mayora dan Minora
Agar labia mayora dan minora tetap sehat, langkah berikut ini bisa Anda terapkan:
- Cucilah area vulva, termasuk labia mayora dan minora, setiap hari menggunakan air hangat. Hindari penggunaan sabun keras dan berpewangi, atau cairan antiseptik yang berisiko menimbulkan iritasi.
- Pilih celana dalam berbahan katun supaya area genital tetap kering dan bebas iritasi. Kain katun juga lebih mudah menyerap keringat.
- Saat menstruasi, gantilah pembalut minimal setiap 4 jam untuk mencegah penumpukan bakteri di sekitar labia mayora dan minora.
- Ketika membersihkan vagina, cukup bersihkan bagian luar tanpa perlu melakukan douching.
- Saat mencukur rambut kemaluan, gunakan alat cukur yang bersih dan teknik aman untuk mencegah luka atau infeksi pada labia mayora dan minora.
Menjaga kebersihan dan kesehatan labia mayora dan minora dapat dimulai dengan langkah sederhana setiap hari. Selain itu, perlu diingat, setiap perubahan bentuk atau ukuran labia mayora dan minora umumnya masih tergolong normal, asalkan tidak disertai keluhan seperti nyeri, gatal, atau keputihan berbau.
Namun, jika Anda merasakan gatal yang tidak kunjung hilang, nyeri, perubahan warna, bentuk, atau keputihan berbau pada labia mayora dan minora, segera Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Hindari menggaruk area yang gatal agar tidak memperparah kondisi atau menimbulkan infeksi, ya.