Lactulax adalah obat pencahar untuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar. Lactulax mengandung laktulosa yang dapat melunakkan tinja yang keras sehingga lebih mudah dikeluarkan. Obat ini tersedia dalam bentuk sirop dan penggunaannya harus sesuai anjuran dokter atau aturan pakai di kemasan.
Laktulosa dalam Lactulax bekerja dengan cara menarik air ke dalam usus serta merangsang gerakan usus. Cara kerja ini membuat tinja menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Efek Lactulax dalam mengatasi sembelit umumnya dapat dirasakan dalam 1–2 hari setelah obat diminum.

Selain untuk mengatasi sembelit, laktulosa dalam Lactulax juga digunakan untuk menangani dan mencegah ensefalopati hepatik pada penderita penyakit hati. Pada kondisi ini, laktulosa membantu mengikat amonia, yaitu zat beracun yang dapat memengaruhi fungsi otak. Amonia yang telah diikat akan dikeluarkan bersama tinja.
Produk Lactulax
Lactulax tersedia dalam 3 varian, yaitu:
- Lactulax 200 ml, yang mengandung 3,335 g laktulosa tiap 5 ml
- Lactulax 120 ml, yang mengandung 3,335 g laktulosa tiap 5 ml
- Lactulax 60 ml, yang mengandung 3,335 g laktulosa tiap 5 ml
Apa Itu Lactulax
| Bahan aktif | Laktulosa |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Obat pencahar (laksatif osmotik) |
| Manfaat | Mengatasi sembelit dan menangani dan mencegah ensefalopati hepatik |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Lactulax untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Lactulax. |
| Lactulax untuk ibu menyusui | Lactulax umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama dikonsumsi sesuai aturan pakai atau saran dari dokter. |
| Bentuk obat | Sirup |
Peringatan sebelum Menggunakan Lactulax
Sebelum menggunakan Lactulax, perhatikan beberapa hal berikut:
- Jangan menggunakan Lactulax jika Anda alergi terhadap laktulosa.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda pernah atau sedang menderita diabetes, gangguan ginjal, ketidakseimbangan elektrolit, atau gangguan pencernaan tertentu, seperti obstruksi usus atau galaktosemia.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal, untuk menghindari interaksi obat.
- Informasikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Lactulax jika akan menjalani tindakan medis, termasuk proktoskopi atau kolonoskopi.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Segera periksakan diri ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Lactulax.
Dosis dan Aturan Pakai Lactulax
Berikut adalah dosis penggunaan Lactulax sesuai kondisi yang ditangani:
Kondisi: Sembelit
- Dewasa (sembelit ringan): Dosis awal 15 ml, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan adalah 10 ml, 1 kali sehari.
- Dewasa (sembelit sedang): Dosis awal 15–30 ml, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan 10–15 ml, 1 kali sehari.
- Dewasa (sembelit parah): Dosis awal 30 ml, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan 15–25 ml, 1 kali sehari.
- Anak usia 7–14 tahun: Dosis awal 15 ml, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan adalah 10–15 ml, 1 kali sehari.
- Anak usia 1–6 tahun: Dosis awal dan pemeliharaan 5–10 ml, 1 kali sehari.
- Anak usia <1 tahun: Dosis awal dan pemeliharaan 5 ml, 1 kali sehari.
Kondisi: Ensefalopati hepatik
- Dewasa: Dosis awal 30–50 ml, 3 kali sehari. Dosis pemeliharaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan respons pasien terhadap pengobatan.
Cara Menggunakan Lactulax dengan Benar
Agar hasil pengobatan maksimal, ikuti cara penggunaan berikut:
- Lactulax dapat diminum sebelum atau setelah makan. Jika perlu, obat bisa dicampur dengan air.
- Gunakan sendok takar agar dosis yang diminum sesuai.
- Jika lupa mengonsumsi Lactulax, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Pastikan untuk minum air putih yang cukup selama menggunakan obat ini.
- Simpan Lactulax di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
- Jangan gunakan obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Lactulax dengan Obat Lain
Beberapa efek interaksi yang dapat terjadi jika Lactulax digunakan bersama obat lain adalah:
- Penurunan efektivitas Lactulax jika digunakan bersama glutamin, antibiotik tertentu, seperti neomisin, atau obat maag yang mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida.
- Peningkatan risiko terjadinya dehidrasi dan hipokalemia (kadar kalium rendah) jika digunakan bersama diuretik tiazid, kortikosteroid, atau amphotericin B.
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang lebih berat jika digunakan bersama obat pencahar lain, misalnya gliserol.
- Peningkatan efek dan risiko efek samping obat tertentu, seperti digoxin, terutama jika terjadi gangguan elektrolit akibat penggunaan laktulosa.
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Lactulax bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Efek Samping dan Bahaya Lactulax
Jika digunakan sesuai anjuran, Lactulax jarang menimbulkan efek samping serius. Namun, beberapa efek samping yang mungkin terjadi, meliputi:
- Diare
- Sakit perut atau kram
- Mual
- Perut kembung
Konsultasikan dengan dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau semakin berat. Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.
Namun, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti diare berat yang menyebabkan dehidrasi atau gangguan elektrolit.