Bayi prematur atau lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan membutuhkan perawatan khusus. Langkah-langkah perawatan bayi prematur bertujuan agar bayi bisa bertahan hidup, dan memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga.

Merawat bayi prematur memerlukan usaha dan perhatian lebih, dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Hal ini karena organ-organ penting, seperti paru-paru, saluran pencernaan, dan kulit, serta daya tahan tubuhnya belum berfungsi optimal. Pada dasarnya, bayi prematur belum siap untuk berada di luar rahim ibu.

Lakukan 5 Langkah Merawat Bayi Prematur Ini - Alodokter

Bayi prematur memerlukan perawatan khusus di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan dirawat di rumah. Bayi prematur biasanya diperbolehkan keluar dari rumah sakit apabila telah bisa minum ASI atau susu formula langsung, berat badannya naik, serta suhu tubuhnya tetap stabil di suhu ruang.

Hal yang Perlu diperhatikan dari Bayi Prematur

Kebutuhan nutrisi pada bayi prematur adalah salah satu hal yang harus diperhatikan. Bayi prematur biasanya membutuhkan lebih banyak nutrisi agar bisa tumbuh sehat seperti bayi lainnya. Hingga usia bayi mencapai dua tahun, dia mungkin tidak tumbuh secepat bayi yang lahir sesuai waktu.

Selain itu, ada pula beberapa masalah medis yang berisiko dialami bayi prematur, yaitu:

  • Masalah pernapasan, sehingga mungkin memerlukan pemberian oksigen melalui alat bantu napas.
  • Masalah pelekatan puting dan menelan saat menyusui.
  • Apnea tidur atau jeda bernapas ketika tidur. Hal ini dapat mengganggu detak jantung bayi, sehingga bayi jadi tampak kebiruan.
  • Risiko terkena infeksi.

Langkah-langkah Perawatan Bayi Prematur

Langkah perawatan bayi prematur yang baik dapat membantunya untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Bunda terapkan:

1. Menjadi mama kanguru
Metode kanguru adalah posisi menggendong bayi dengan memasukkannya ke dalam baju atau menggunakan kain gendongan. Metode kanguru bertujuan agar kulit Bunda bersentuhan langsung dengan Si Kecil.

Melalui kontak kulit ini, Si Kecil akan mengenal aroma tubuh, sentuhan, serta irama napas dan detak jantung Bunda. Manfaat menggendong dengan metode kanguru antara lain:

  • Menjaga kehangatan tubuh bayi.
  • Menjaga keteraturan detak jantung dan pernapasan bayi.
  • Membantu menenangkan bayi dan membantunya untuk tidur lebih nyenyak.
  • Meningkatkan produksi ASI, sehingga peluang untuk menerapkan ASI eksklusif menjadi lebih tinggi.
  • Membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi.
  • Mengurangi stres, membangun rasa percaya diri, dan meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi.

Bunda bisa melakukan perawatan kanguru segera setelah bayi lahir. Namun, ada juga beberapa rumah sakit yang memiliki kebijakan untuk menunda perawatan kanguru hingga kondisi kesehatan bayi lebih stabil.

2. Perhatikan jadwal makan
Pada awalnya, kebanyakan bayi prematur perlu disusui sebanyak 8-10 kali sehari. Hindari pemberian jeda dari waktu menyusui ke waktu menyusui selanjutnya lebih dari empat jam, untuk mencegah bayi kekurangan cairan atau dehidrasi. Salah satu tanda bahwa bayi menyusu dengan cukup adalah ia pipis (buang air kecil) sebanyak 6-8 kali sehari.

Jangan panik bila bayi sering gumoh setelah disusui, karena hal ini normal, selama berat badannya tidak berkurang. Bila berat badan bayi prematur berkurang karena sering gumoh, segera periksakan ke dokter.

3. Perhatikan posisi tidur
Pastikan bayi tidur telentang, tidak miring atau tengkurap. Hal ini bertujuan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) yang lebih umum terjadi pada bayi prematur.

Untuk memastikan agar bayi dapat merasa lebih nyaman saat beristirahat, tidurkan bayi di kasur yang tidak terlalu lembek dan tanpa bantal.

4. Jauhkan dari orang yang sakit
Jauhkan bayi dari orang yang sedang sakit penyakit menular, seperti flu atau batuk. Lindungi bayi dari virus dan kuman penyebab penyakit, dengan cara membatasi dulu interaksi atau kontak antara bayi dengan orang-orang di sekitarnya, misalnya keluarga, teman, atau kerabat yang sedang menjenguk.

Selain itu, hindari membawa bayi ke tempat umum dan ramai, seperti mall. Paparan polusi termasuk asap rokok pun wajib untuk dihindari.

5. Jangan lewatkan jadwal imunisasi
Langkah ini diperlukan untuk melindungi bayi prematur dari serangan penyakit serius. Pada dasarnya, jadwal imunisasi bayi prematur sama dengan jadwal untuk bayi cukup bulan, namun konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak agar jenis dan jadwal imunisasi dapat disesuaikan dengan kondisi Si Kecil.

Tetap luangkan waktu bersama Si Kecil untuk mengajaknya bicara dan bercanda dengan penuh kasih sayang. Hal ini akan membantu menjaga ikatan batin antara ibu dan bayi.

Meskipun sibuk merawat bayi prematur, jangan lupa untuk merawat diri Bunda sendiri dan cukupi waktu istirahat. Jangan pernah ragu untuk meminta dukungan dan bantuan dari orang lain, misalnya untuk menjaga bayi ketika Bunda sedang tidur. Jangan pernah berkecil hati, karena bagaimanapun kondisi Si Kecil, dia tetap anugerah yang tidak ternilai.