Bibir bayi hitam atau terlihat membiru dan lebih gelap bisa menjadi gejala suatu gangguan yang serius. Kondisi ini harus diwaspadai dan harus segera mendapat penanganan medis.

Dalam kaidah medis, kondisi bibir bayi hitam atau biru keunguan dan terlihat lebih gelap dapat disebabkan oleh kondisi yang disebut sianosis. Pada orang berkulit putih, sianosis lebih jelas terlihat dengan warna kebiruan atau keunguan pada kulit, sedangkan pada orang berkulit  gelap akan lebih jelas di daerah membran seperti bibir dan gusi yang menjadi lebih gelap atau kehitaman.

Bibir Bayi Hitam, Waspadai Penyebabnya - Alodokter

Sianosis ini terjadi ketika pasokan oksigen yang dibawa oleh sel darah ke jaringan tubuh terlalu sedikit atau tidak mencukupi. Warna bibir kebiruan atau kehitaman tersebut disebabkan oleh kadar hemoglobin yang terlalu sedikit di dalam sel darah yang berada dekat permukaan kulit. Hemoglobin adalah molekul yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen. Kadar oksigen yang tinggi akan menyebabkan haemoglobin berwarna merah cerah, sedangkan oksigen yang rendah akan membuat hemoglobin tampak berwarna kebiruan.

Bibir bayi hitam atau membiru dan terlihat lebih gelap merupakan kondisi klinis yang  umum ditemukan pada bayi baru lahir. Kondisi ini bisa dialami bayi yang baru lahir 5 hingga 10 menit setelah dilahirkan dan biasanya bertahan selama satu hingga dua hari. Kondisi yang disebut dengan akrosianosis ini dikarenakan pembuluh darah bayi berkontraksi disertai pengeluaran oksigen yang meningkat.

Namun jika sianosis terjadi terus menerus, maka perlu dievaluasi segera. Pasalnya kondisi tersebut bisa dikaitkan dengan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa seperti gangguan jantung, metabolik, infeksi dan lainnya.

Jika bibir bayi hitam atau kebiruan terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun, bisa jadi merupakan gejala dari respiratory syntical virus. Ini adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak sebelum mereka menginjak usia 2 tahun. Namun tetap pastikan penyebab bibir bayi yang berubah warna dengan berkonsultasi pada dokter anak.

Jenis-jenis Sianosis

Ada dua kategori utama sianosis, yakni sianosis sentral dan sianosis perifer. Simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini.

Sianosis Sentral

Kondisi ini umumnya menyebabkan warna kebiru-biruan di bibir, lidah, dan kulit badan Sianosis sentral memiliki banyak kemungkinan penyebab. Penyakit jantung bawaan merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan darah dengan pasokan rendah oksigen terpompa ke seluruh tubuh. Adapun penyakit jantung bawaan yang dapat menyebabkan sianosis meliputi transposisi arteri besar, atresia paru, tetralogi Fallot, atresia trikuspid, sindroma jantung kiri hipoplastik, truncus arteriosus, dan lengkungan aorta yang terganggu. Kondisi lain yang dapat menyebabkan sianosis sentral antara lain:

  • Masalah aliran darah dari dan ke paru-paru, kondisi ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah atau koneksi pembuluh darah antara jantung dan paru-paru tidak normal.
  • Penumpukan cairan di paru-paru (edema paru-paru) yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif.
  • Gangguan hemoglobin, kondisi di mana darah tidak bisa membawa oksigen dengan baik ke seluruh tubuh.

Sianosis Perifer

Pada kondisi ini, ujung tangan dan kaki akan tampak membiru. Sianosis jenis ini biasanya bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  • Bayi yang menangis sesaat setelah dilahirkan
  • Udara dingin
  • Kejang berkepanjangan
  • Syok

Bibir bayi hitam atau kebiruan yang disebabkan oleh kondisi klinis tertentu biasanya akan hilang dengan cara mengidentifikasi dan mengobati penyebab yang mendasarinya. Waktu penyembuhannya pun sangat bervariasi, tergantung pada apa yang menyebabkannya.

Yang perlu Anda pahami adalah, meski perubahan warna bibir tidak selalu menunjukkan kondisi darurat, namun perubahan warna pada bibir bayi juga bukan gejala yang bisa diabaikan. Terlebih jika bibir bayi hitam dan kebiruan disertai dengan gejala lain seperti kesulitan bernapas dan nyeri dada, itu bisa jadi pertanda yang dapat mengancam jiwa. Anda disarankan untuk segera membawa Si Kecil ke IGD rumah sakit jika menemui gejala-gejala tersebut.