Lexacrol adalah obat yang digunakan untuk meredakan keluhan akibat produksi asam lambung yang berlebihan, seperti mual, nyeri pada perut, atau perut terasa kembung. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan bisa diperoleh tanpa resep dokter.
Aluminium hidroksida dan magnesium trisilikat di dalam Lexacrol merupakan antasida. Antasida bekerja dengan cara menetralkan asam lambung, sehingga gejala akibat asam lambung berlebih bisa mereda.

Selain antasida, Lexacrol juga mengandung simethicone yang dapat mengatasi perut kembung atau rasa tidak nyaman di perut akibat penumpukan gas. Kandungan ini bekerja dengan membuat gelembung-gelembung gas di dalam saluran pencernaan lebih mudah dikeluarkan.
Berkat kombinasi kandungannya, Lexacrol dapat digunakan untuk mengobati sakit maag, tukak lambung, tukak duodenum, atau penyakit asam lambung (GERD).
Produk Lexacrol
Lexacrol memiliki 2 varian yang berbeda berdasarkan kandungannya. Berikut ini adalah varian produknya:
- Lexacrol Tablet, mengandung aluminium hidroksida, magnesium trisilikat, dan simethicone tiap tabletnya
- Lexacrol Forte, mengandung aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simethicone per 5 ml sirup
Apa Itu Lexacrol
| Bahan aktif | Aluminium hidroksida, magnesium trisilikat, dan simethicone |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Antasida dan antiflatulensi (antikembung) |
| Manfaat | Mengatasi gejala asam lambung berlebih |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Lexacrol untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida, serta magnesium trisilikat dan simethicone terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Antasida dan simethicone dalam Lexacrol umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter. | |
| Lexacrol untuk ibu menyusui | Semua kandungan dalam varian produk Lexacrol aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai. |
| Bentuk obat | Tablet kunyah |
Peringatan sebelum Menggunakan Lexacrol
Meski bisa diperoleh tanpa resep dokter, Lexacrol tidak boleh digunakan sembarangan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Lexacrol:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Lexacrol tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan di dalam obat ini.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Lexacrol kepada anak-anak.
- Bicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi Lexacrol jika keluhan Anda disertai dengan rasa panas hingga ke dada, sulit menelan, muntah berwarna hitam seperti bubuk kopi.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit liver, atau kecanduan alkohol.
- Diskusikan dengan dokter perihal konsumsi Lexacrol jika Anda perlu menjalani pola makan rendah magnesium.
- Sampaikan kepada dokter jika keluhan tidak kunjung mereda setelah mengonsumsi obat ini selama 2 minggu. Lexacrol tidak dianjurkan untuk digunakan terus-menerus.
- Konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan Lexacrol.
Dosis dan Aturan Pakai Lexacrol
Secara umum, berikut ini adalah dosis penggunaan Lexacrol yang disesuaikan dengan usia pasien:
- Dewasa: 1–2 tablet kunyah, 3–4 kali sehari
- Anak usia 6–12 tahun: ½–1 tablet kunyah, 3–4 kali sehari
Cara Menggunakan Lexacrol dengan Benar
Gunakan Lexacrol sesuai petunjuk pada kemasan atau ikuti anjuran dokter. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Agar hasil pengobatan maksimal, perhatikan cara penggunaan Lexacrol berikut ini:
- Konsumsilah Lexacrol menjelang tidur dan saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
- Jika Anda juga sedang mengonsumsi obat lain, beri jarak minimal 2 jam sebelum atau sesudah minum Lexacrol.
- Hentikan konsumsi obat begitu keluhan membaik. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi Anda belum membaik atau malah memburuk setelah menggunakan Lexacrol selama 2 minggu.
- Jika lupa mengonsumsi Lexacrol, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan Lexacrol di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Lexacrol dengan Obat Lain
Aluminium hidroksida, magnesium trisilikat, dan simethicone dalam Lexacrol dapat dapat menurunkan penyerapan dan efektivitas beberapa obat apabila dikonsumsi bersamaan atau dalam waktu yang berdekatan. Berikut ini adalah beberapa obatnya:
- Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cephalexin, atau tetracycline
- Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
- Antipsikotik, seperti chlorpromazine
- Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
- Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
- Antiaritmia, seperti digoxin
- Antagonis H2, seperti cimetidine
- Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
- Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia
Untuk menghindari efek interaksi, beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi Lexacrol dengan obat lain. Konsultasikan dengan dokter jika Anda hendak menggunakan Lexacrol bersamaan dengan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Lexacrol
Sama seperti obat lainnya, Lexacrol juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Lexacrol adalah:
- Mual
- Muntah
- Perut kembung
- Sembelit
- Diare
- Sakit kepala
Konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter jika keluhan tersebut tidak kunjung reda atau justru memburuk. Segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Telinga berdenging
- Lelah yang tidak biasa
- Lemah otot
- Detak jantung tidak teratur
- Perubahan suasana hati
- Pingsan