Ada beberapa jenis makanan dan minuman penyebab dehidrasi yang perlu diketahui. Tak hanya membuat Anda merasa haus, berbagai jenis makanan dan minuman tersebut juga dapat mendorong Anda untuk lebih sering buang air kecil. Apa saja jenis makanan dan minuman yang dimaksud?

Beberapa jenis makanan dan minuman mengandung zat yang dapat merangsang kandung kemih menjadi lebih aktif, sehingga Anda akan lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsinya.

Kenali Jenis Makanan dan Minuman Penyebab Dehidrasi - Alodokter

Jika terlalu sering buang air kecil, terlebih jika tidak dibarengi dengan asupan cairan atau minum air putih yang cukup, Anda pun berisiko mengalami dehidrasi ringan.

Daftar Makanan dan Minuman Penyebab Dehidrasi

Berikut ini adalah daftar makanan dan minuman yang dapat memicu dehidrasi:

1. Makanan ringan

Makanan ringan, seperti kentang goreng, keripik kentang, dan aneka jenis gorengan, umumnya mengandung banyak garam atau natrium. Asupan garam yang tinggi ini bisa menyebabkan produksi urine meningkat dan membuat Anda lebih sering buang air kecil, sehingga berisiko memicu dehidrasi.

2. Buah-buahan

Buah-buahan memiliki aneka nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Namun, beberapa jenis buah, misalnya anggur, jeruk, lemon, tomat, dan nanas, memiliki kandungan asam sitrat yang tinggi.

Buah-buahan yang asam tersebut dapat merangsang saluran kemih menjadi lebih aktif untuk mengeluarkan urine, sehingga membuat Anda buang air kecil lebih sering. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.

Namun, bukan berarti Anda harus menjauhi buah-buahan tersebut. Jika hendak mengonsumsi buah yang dapat memicu Anda sering buang air kecil, imbangilah dengan minum air putih yang cukup.

Anda juga bisa memilih jenis buah-buahan lain yang tidak mengandung asam sitrat tinggi, seperti buah apel dan pisang.

3. Makanan pedas

Makanan pedas, seperti cabe, jahe, wasabi, dan bumbu kari, dapat menyebabkan iritasi pada kandung kemih sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil.

Selain itu, jahe juga diketahui memiliki efek diuretik alami sehingga bisa mendorong Anda untuk lebih sering buang air kecil dan meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.

4. Bawang

Beberapa jenis bawang, seperti bawang putih dan bawang bombay, diketahui memiliki efek diuretik yang mirip dengan jahe. Inilah sebabnya mengapa bawang termasuk jenis makanan yang dapat memicu dehidrasi.

Anda akan lebih sering buang air kecil jika mengonsumsi bawang putih atau bawang bombay mentah. Untuk mencegah dan mengurangi efek tersebut, sebaiknya Anda memasak bawang putih atau bawang bombay terlebih dahulu saat hendak mengonsumsinya.

5. Minuman ringan

Makanan dan minuman dalam kemasan umumnya ditambahkan pemanis buatan, seperti aspartam dan sakarin.

Apabila Anda mengonsumsi makanan atau minuman dengan pemanis buatan tersebut, jumlah kadar gula dalam darah akan meningkat. Kadar gula yang berlebih dapat memicu keinginan untuk buang air kecil lebih sering dan risiko terjadinya dehidrasi pun bisa meningkat.

Selain itu, beberapa jenis minuman ringan juga mengandung soda yang diketahui dapat merangsang Anda lebih sering buang air kecil. Inilah sebabnya mengapa minuman ringan atau makanan yang mengandung pemanis buatan bisa menyebabkan dehidrasi.

6. Kafein

Kopi, teh, dan cokelat adalah jenis makanan dan minuman yang mengandung kafein. Zat ini diketahui memiliki efek stimulan dan diuretik yang bisa memicu kandung kemih lebih aktif, sehingga Anda akan lebih sering buang air kecil ketika mengonsumsinya.

Selain itu, kafein juga sering kali ditambahkan di dalam minuman berenergi. Konsumsi kafein berlebihan diketahui dapat merangsang pembuangan urine lebih banyak dan membuat Anda lebih berisiko terkena dehidrasi.

7. Minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol tidak membuat asupan cairan dalam tubuh terpenuhi. Hal ini karena alkolol bersifat diuretik, sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol tidak hanya dapat membuat Anda rentan dehidrasi, tetapi juga bisa merusak organ-organ tubuh, seperti hati, ginjal, otak, dan jantung.

Beberapa jenis makanan dan minuman di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi apabila dikonsumsi secara berlebihan. Untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi, cukupilah kebutuhan cairan tubuh, yaitu dengan minum air putih setidaknya 8 gelas setiap harinya.

Konsumsi berbagai jenis makanan dan minuman penyebab dehidrasi umumnya hanya menyebabkan dehidrasi ringan yang tidak berbahaya. Namun, jika Anda mengalami dehidrasi berat hingga tubuh terasa lemas, urine berwarna kuning pekat, dan bibir kering, segera periksakan diri ke dokter.