Manfaat rumput laut sudah populer sejak zaman dahulu kala. Sejak 300 tahun sebelum Masehi, rumput laut telah dikonsumsi di Asia timur sebagai lauk sehari-hari, dan untuk mengobati penyakit. Sementara, kebudayaan Romawi memanfaatkan rumput laut untuk mengobati luka, luka bakar, dan ruam kulit.

Rumput laut merupakan bagian dari keluarga ganggang multi sel yang mencakup ganggang hijau, ganggang merah, serta ganggang cokelat. Selama berabad-abad, rumput laut menjadi primadona untuk bahan obat-obatan, industri, dan makanan karena kandungan gizinya. Hingga kini, memang uji klinis untuk rekomendasi terapi menggunakan rumput laut masih sedikit, namun manfaat rumput laut telah dipercaya oleh masyarakat, terutama sebagai sumber nutrisi penting yang baik untuk kesehatan.

Mari Kita Nikmati Manfaat Rumput Laut! - Alodokter

Jenis Rumput Laut yang Dapat Dikonsumsi

Ada beragam jenis rumput laut yang bisa dikonsumsi baik saat masih segar, dikeringkan, dimasak, hingga diolah menjadi suplemen bubuk, yaitu:

  • Nori: Ganggang merah yang kemudian diolah menjadi lembaran kering dan digunakan untuk menggulung sushi.
  • Sea lettuce: Nori hijau yang bentuknya menyerupai daun selada, bisa dikonsumsi mentah dalam hidangan salad atau dimasak untuk campuran sup.
  • Kelp: Ganggang cokelat yang diolah dan dikeringkan menjadi lembaran. Bisa juga digunakan sebagai bahan baku mie bebas gluten.
  • Kombu: Sejenis rumput laut dengan rasa yang kuat dan biasa digunakan untuk membuat kaldu sup.
  • Arame: Rumput laut dengan rasa ringan, manis, dan tekstur yang kuat. Jenis rumput laut ini bisa diolah untuk berbagai hidangan, termasuk makanan yang dipanggang.
  • Wakame: Ganggang cokelat yang biasa digunakan untuk membuat salad rumput laut segar. Juga bisa dimasak untuk sup atau direbus.
  • Dulse: Ganggang merah dengan tekstur lembut dan lebih kenyal. Rumput laut jenis ini digunakan untuk menambah rasa ke berbagai hidangan atau dimakan sebagai camilan kering.
  • Chlorella: Ganggang air tawar hijau yang umumnya diolah menjadi suplemen dalam bentuk bubuk.
  • Agar dan karagenan: Berbentuk jelly yang biasanya digunakan sebagai bahan pengikat dan pengental dalam berbagai produk makanan yang dijual secara komersial.
  • Spirulina: Sering disebut sebagai ganggang air tawar biru-hijau yang dapat dimakan dan dijual dalam bentuk tablet, serpihan atau bubuk.

Kandungan dan Manfaat Rumput Laut

Rumput laut rendah kalori dan serat, tetapi mengandung beragam nutrisi, seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral termasuk magnesium, mangan, yodium, kalium, sodium, kalsium, folat, zat besi, dan tembaga, dalam jumlah yang cukup tinggi. Rumput laut juga mengandung vitamin A, C, E, K, fosfor, dan kolin meski dalam jumlah sedikit. Selain itu, rumput laut juga kaya akan antioksidan yang membuat rumput laut memiliki beragam manfaat kesehatan.

Apa pun jenisnya, berikut manfaat rumput laut yang bisa Anda peroleh ketika mengonsumsinya:

  • Meningkatkan fungsi tiroid

Tiroid punya peranan penting bagi sistem metabolisme tubuh. Untuk menjalankan fungsinya, kelenjar tiroid butuh asupan yodium yang bisa didapat dengan mengonsumsi rumput laut atau garam beryodium. Kekurangan yodium dapat menyebabkan hipotiroid.

  • Meningkatkan kesehatan jantung

Rumput laut merupakan sumber serat larut air yang baik, dan mengandung asam lemak omega-3 serta antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi dalam rumput laut terlihat mampu menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol total, serta mencegah pembekuan darah. Namun penelitian klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat bukti tersebut.

  • Menstabilkan gula darah

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat, yang bisa didapat dari sayur, buah, dan rumput laut, dapat membantu memperbaiki kadar gula darah. Senyawa fucoxantin dan alginat dalam rumput laut diyakini dapat mengurangi resistensi insulin dan menstabilkan kadar gula darah, serta mencegah diabetes tipe 2.

  • Membantu menurunkan berat badan

Kandungan serat dan fucoidan, sejenis sulfat polisakarida yang terdapat dalam rumput laut diketahui dapat meningkatkan pemecahan lemak serta mencegah pembentukan lemak. Rumput laut juga diyakini dapat mengatur hormon leptin, mengurangi rasa lapar, serta membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Sejumlah penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa senyawa antioksidan dan anti-alergenik dalam rumput laut memiliki kemampuan untuk melawan berbagai virus, seperti herpes dan HIV, dengan menghalanginya masuk ke dalam sel tubuh. Namun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan efeknya pada manusia.

  • Meningkatkan kesehatan usus

Kandungan serat dalam rumput laut dapat membantu mencegah sembelit dan memastikan pencernaan berjalan lancar. Rumput laut juga mengandung prebiotik yang menguntungkan untuk usus dan mengurangi risiko infeksi bakteri tertentu yang berbahaya.

  • Menurunkan risiko kanker tertentu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat rumput laut yang rutin dikonsumsi dapat menurunkan risiko kanker payudara. Serat larut yang ditemukan dalam rumput laut juga dipercaya dapat membantu menekan perkembangan kanker usus besar. Namun, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk membuktikan hal ini.

Rumput laut juga diketahui memberikan perlindungan untuk melawan beberapa penyakit, seperti sindrom metabolik, kerusakan kulit, hingga penyakit radang sendi.

Meski baik untuk kesehatan, sebaiknya jangan terlalu banyak juga mengonsumsi rumput laut yang kaya yodium ini. Kelebihan yodium dapat mendatangkan masalah kesehatan berupa risiko perdarahan, gangguan tiroid, dan masalah ginjal. Rumput laut juga mengandung zat logam, seperti merkuri, timbal, dan cadmium, yang bisa berbahaya bagi tubuh. Karena itu, disarankan untuk membatasi asupan rumput laut sebanyak 4 gram per hari.