Mata cekung pada bayi adalah kondisi mata yang tampak lebih dalam atau seperti masuk ke dalam. Ini bukan hal yang wajar terjadi pada bayi sehat. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai, seperti dehidrasi atau kondisi medis serius lainnya.

Pada umumnya, mata cekung pada bayi erat kaitannya dengan dehidrasi. Ini adalah situasi ketika tubuh bayi kekurangan cairan, bisa karena kurang minum, demam, atau terkena penyakit yang menyebabkan kehilangan cairan, seperti diare dan muntah. Jika tidak segera diatasi, dehidrasi berisiko mengganggu tumbuh kembang bayi secara keseluruhan.

Mata Cekung pada Bayi, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Mengenali mata cekung pada bayi beserta gejala penyertanya sangat penting agar Bunda dapat mengambil langkah tepat. Makin cepat gangguan terdeteksi, makin besar pula peluang Si Kecil pulih tanpa mengalami komplikasi.

Penyebab Mata Cekung pada Bayi

Mata cekung pada bayi bisa dipicu oleh berbagai kondisi. Berikut penyebab yang perlu Bunda waspadai:

1. Dehidrasi

Dehidrasi adalah penyebab paling umum mata cekung pada bayi. Kondisi ini terjadi saat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkannya, sehingga jaringan tubuh, termasuk area di sekitar mata, menjadi kurang cairan. 

Dehidrasi pada bayi bisa cepat terjadi karena kebutuhan cairan mereka sangat tinggi, sedangkan kemampuan tubuh untuk menahan cairan masih terbatas.

2. Infeksi saluran cerna

Penyakit seperti gastroenteritis sering menyebabkan muntah dan diare berulang. Pada bayi, setiap kali mereka muntah atau buang air besar cair, cairan tubuh langsung berkurang dalam jumlah signifikan. Bila cairan yang hilang tidak segera digantikan, mata cekung pada bayi dapat muncul sebagai pertanda tubuh mulai kekurangan cairan.

3. Demam tinggi

Saat tubuh bayi mengalami demam, suhu tubuh yang meningkat akan membuat cairan tubuh menguap lebih banyak melalui kulit dan napas. Hal ini menyebabkan bayi lebih rentan mengalami kekurangan cairan, apalagi jika mereka menjadi rewel dan malas minum selama sakit. Akibatnya, mata cekung pada bayi dapat terlihat lebih jelas saat demam.

4. Kurang asupan nutrisi

Bayi yang sedang sulit makan atau minum, misalnya karena sariawan, masalah pada mulut, atau gangguan pencernaan, akan menerima asupan cairan dan nutrisi lebih sedikit dari biasanya. Jika hal ini berlangsung beberapa waktu, tubuh akan mengalami kekurangan cairan dan jaringan di sekitar mata menjadi cekung.

5. Cuaca panas

Indonesia sebagai negara tropis memiliki suhu yang cukup tinggi. Bayi mudah berkeringat lebih banyak saat cuaca panas atau setelah beraktivitas. Jika asupan cairan tidak seimbang dengan cairan yang keluar, risiko dehidrasi akan semakin besar dan mata cekung pada bayi akan makin tampak.

6. Penyakit kronis

Beberapa penyakit jangka panjang, seperti gagal ginjal atau diabetes insipidus, membuat tubuh bayi tidak mampu menjaga keseimbangan cairan. Misalnya, pada diabetes insipidus, bayi akan sering buang air kecil sehingga cairan tubuh terus berkurang. Jika cairan tidak tergantikan, mata cekung pada bayi bisa terjadi sebagai salah satu gejalanya.

7. Efek obat tertentu

Obat-obatan jenis diuretik atau obat yang bekerja meningkatkan pengeluaran urine bisa menyebabkan bayi lebih sering buang air kecil. Penggunaan obat tersebut tanpa pengawasan dokter dapat membuat bayi kehilangan cairan dengan cepat, yang lalu memicu mata cekung pada bayi.

8. Cedera

Cedera parah, seperti luka bakar atau kecelakaan, membuat cairan tubuh banyak menguap melalui kulit yang rusak. Selain itu, cedera menyebabkan tubuh mengarahkan cairan ke bagian tubuh yang mengalami luka, sehingga jumlah cairan di jaringan lain, seperti sekitar mata, menjadi berkurang dan menyebabkan mata cekung pada bayi.

9. Kelainan bawaan

Beberapa kondisi sejak lahir, misalnya gangguan metabolisme atau kelainan pada sistem endokrin, mengganggu kemampuan tubuh bayi dalam mengelola keseimbangan cairan. Ketidakseimbangan ini dapat memudahkan terjadinya dehidrasi. Sebagai akibatnya, muncul mata cekung pada bayi.

Perlu Bunda ketahui, mata cekung pada bayi umumnya terjadi bersama gejala dehidrasi. Berikut ini adalah tanda lain yang perlu Bunda waspadai:

  • Bibir dan mulut kering
  • Ubun-ubun tampak cekung
  • Bayi menjadi rewel atau tampak lemas
  • Jumlah urine berkurang, popok jarang basah
  • Kulit terlihat pucat dan kurang elastis

Jika mata cekung pada bayi disertai dengan gejala-gejala tersebut, artinya Si Kecil kekurangan cairan dan membutuhkan penanganan segera. Soalnya, dehidrasi pada bayi bisa berbahaya bila dibiarkan terlalu lama.

Pertolongan Pertama Mata Cekung pada Bayi

Penanganan awal mata cekung pada bayi sangat penting agar dehidrasi tidak semakin parah. Berikut langkah yang bisa Bunda lakukan di rumah:

  • Berikan ASI eksklusif atau susu formula yang cukup sesuai usia dan kebutuhan bayi.
  • Jika muntah atau diare, terus berikan cairan sedikit-sedikit tapi sering.
  • Pantau tanda bahaya lainnya, seperti bayi sangat lemas, tidak mau menyusu, atau tidak buang air kecil lebih dari 6 jam.

Di Indonesia yang beriklim tropis, risiko infeksi dan dehidrasi pada anak sangat tinggi, sehingga pemantauan cairan tubuh wajib dilakukan setiap hari.

Jangan sepelekan mata cekung pada bayi, terutama jika disertai tanda dehidrasi berat, muntah atau diare terus-menerus, demam tinggi, atau bayi benar-benar tidak bisa minum. Segera ke dokter atau IGD jika kondisi memburuk, karena keterlambatan penanganan bisa berdampak jangka panjang.

Untuk pertolongan pertama, Bunda dapat berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar penanganan mata cekung pada bayi bisa tepat dan efektif. Dengan begitu, komplikasi yang membahayakan keselamatan Si Kecil dapat dicegah.