Mendengar kata persalinan mungkin membuat bulu kuduk wanita berdiri karena dibayangi ketakutan ketika harus mengeluarkan bayi yang besar melalui lubang vagina yang kecil. Apakah menyakitkan?

Pergolakan di dalam tubuh sudah mulai terjadi beberapa minggu sebelum persalinan, seperti perubahan hormon dalam merespons proses persalinan. Hormon progesteron menurun sementara hormon lain sebagai penunjang persalinan meningkat, misalnya oksitosin yang dapat memicu kontraksi dan prostaglandin yang bertugas melunakkan serviks agar mudah dilalui janin saat persalinan.

Melahirkan Normal adalah Suatu Proses Alami, Jadi Tidak Perlu Takut - Alodokter

Proses melahirkan normal yang dialami tiap wanita tidaklah sama. Namun yang pasti, kamu akan melewati tiga tahapan persalinan yang tiap fasenya memiliki sensasi yang berbeda-beda.

Kontraksi awal

Pada tahapan pertama persalinan, tubuhmu sudah mulai mempersiapkan diri untuk melahirkan. Di tahapan ini kamu akan mengalami fase awal, fase aktif dan fase transisi.

Apa saja yang bisa kamu rasakan? Di fase awal, atau yang sering disebut fase laten, kontraksi sudah bisa mulai terasa. Intensitas kontraksi yang terjadi kali ini masih belum terlalu kuat dan belum muncul secara rutin. Selain kontraksi, biasanya kamu juga akan mengalami kram, sakit punggung, dan keluarnya lendir darah dari vagina akibat serviksmu yang sudah mulai terbuka. Air ketubanmu bisa pecah saat ini atau bisa juga tidak. Jika sudah pecah, segera hubungi dokter.

Oia, bagi sebagian wanita, mungkin fase ini adalah fase yang dianggap paling tidak nyaman. Namun jangan khawatir, langkah terbaik adalah tetap tenang dan rileks karena semua adalah bagian dari proses yang wajar.

Selanjutnya kamu akan memasuki fase aktif. Kali ini, kontraksi yang muncul bisa lebih kuat, lho! Intensitas kehadirannya juga sudah rutin dengan jarak yang berdekatan. Rasa mual dan kram kaki juga mungkin kamu rasakan di fase ini. Jika air ketubanmu masih utuh di fase awal, kemungkinan besar akan pecah di fase ini.

Terakhir adalah fase transisi, yaitu ketika kontraksi sudah mulai terasa sangat kuat dan tajam. Ditandai dengan kepala bayimu yang sudah mulai bergerak turun dari rahim dan keinginan untuk mengejan juga sudah mulai terasa.

Proses mengejan dan menyambut bayimu

Bersiap-siaplah karena seluruh tenagamu akan terkuras di tahap kedua ini. Ya, proses mengejan atau mengeluarkan bayi dari rahim terjadi sekarang.

Apa saja yang kamu akan rasakan? Dorongan untuk mengejan akan muncul di tiap kontraksi. Kamu akan merasakan perih ketika kepala bayi sudah mulai keluar dari vaginamu. Proses mengejan bisa memakan waktu beberapa menit hingga beberapa jam atau bahkan bisa lebih lama jika ini pengalaman pertamamu melahirkan dan jika kamu mendapatkan suntik bius epidural.

Akhirnya di pengujung tahap kedua ini, perjuanganmu terbayar lunas. Sambutlah kehadiran bayi mungil yang bersembunyi di balik perutmu selama kurang lebih sembilan bulan lamanya. Letakkan dia di dadamu dan berikan kecupan di keningnya.

Mengeluarkan plasenta

Perasaan lega mungkin kamu sudah rasakan saat ini, namun proses persalinan belum selesai. Kamu masih harus mengeluarkan plasenta dari rahimmu.

Apa saja yang kamu akan rasakan? Di fase ini, kontraksi akan kembali muncul guna membantu proses melahirkan plasenta. Tapi tenang saja, kontraksi yang muncul dinilai ringan dan tidak semenyakitkan sebelumnya. Normalnya, tubuhmu akan terasa panas-dingin atau gemetaran.

Jika disimpulkan, melahirkan itu rasanya campur aduk dan tiap wanita akan merasakan hal yang berbeda-beda. Sebagian wanita mengatakan bahwa kontraksi terasa seperti kram menstruasi versi parah dan ada juga yang mengatakan kontraksi terasa seperti ada seseorang yang meremas perutnya dengan sekuat tenaga.

Lalu apakah artinya semua proses melahirkan normal terasa sangat sakit? Tidak sepenuhnya benar, karena nyatanya rasa sakit melahirkan berlebihan bisa diredakan setelah menjalani berbagai persiapan persalinan dengan matang.

Para Calon Ibu, tidak perlu takut menghadapi persalinan normal. Terlepas dari rasa sakit melahirkan normal yang akan dialami, tubuh seorang wanita sudah secara alami dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi siklus kehidupan manusia yang satu ini. Ingat, kebahagiaan menimang Buah Hati Tercinta telah menanti di pengujung hari!