Melakukan Hubungan Seks Sehat yang Berkualitas

Perilaku seks sehat adalah melakukan hubungan seks yang memberikan kepuasan, sekaligus melindungi diri dan pasangan dari penyakit menular seksual. Dengan melakukan seks sehat yang aman dan berkualitas, Anda dan pasangan dapat memperoleh manfaat seks yang menyehatkan tubuh.

Seks sehat yang aman bisa mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual, seperti HIV, gonore, sifilis, dan herpes genital. Melakukan seks sehat bukan berarti mengurangi atau menghilangkan kenikmatan hubungan seksual dengan pasangan. Justru dengan seks sehat, Anda dapat lebih menikmati keintiman tanpa khawatir akan risiko terkena penyakit. Untuk melakukan seks sehat, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

Berbagai Tips Melakukan Hubungan Seks Sehat yang Menyehatkan Tubuh

Berikut ini adalah berbagai cara melakukan hubungan seks yang aman tapi tetap tidak mengurangi keintiman dengan pasangan.

  • Melakukan hubungan seks hanya dengan satu orang
    Setia pada satu orang adalah cara paling aman agar tidak terkena penyakit menular seksual. Berganti-ganti pasangan berarti harus siap dengan risiko kesehatan yang mungkin ada pada mereka. Hal ini karena pasangan Anda mungkin membawa penyakit dari pasangan sebelumnya. Ada baiknya jika Anda dan pasangan saling mengetahui mengenai riwayat kesehatan masing-masing dengan jujur dan terbuka.
  • Membersihkan diri sebelum berhubungan
    Aktivitas seksual biasanya melibatkan ciuman dan memegang kelamin pasangan. Ada banyak bakteri di tangan, sehingga disarankan untuk mencuci tangan. Mencuci tangan adalah salah satu cara termudah untuk mencegah penyebaran kuman. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk membersihkan mulut dengan cara menyikat gigi dan berkumur, sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
  • Menggunakan kondom
    Kondom merupakan alat kontrasepsi yang efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Kondom berperan sebagai pelindung, sehingga tidak terjadi pertukaran antara air mani dan cairan vagina. Berikut serba-serbi kondom untuk seks sehat.
    - Kondom pria biasanya terbuat dari karet lateks dan tersedia dalam berbagai ukuran dan tekstur. Bagi Anda yang alergi terhadap lateks, Anda dapat menggunakan kondom dari polyurethaneAlat kontrasepsi ini dipakai dengan cara menyarungkannya pada penis.
    Kondom wanita umumnya terbuat dari polyurethane. Cara menggunakan kondom wanita adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina, seperti mengenakan tampon. Kondom wanita tidak disarankan digunakan bersama kondom pria karena dapat robek.
    - Saat menggunakan alat bantu seks (sex toys), kondom sebaiknya tetap digunakan demi mencegah infeksi. Lapisi sex toys dengan kondom sebelum dipakai.
    - Gunakan kondom mulai dari awal hubungan seksual hingga setelah ejakulasi.
    - Selalu cek tanggal kadaluarsa kondom sebelum digunakan, dan jangan menggunakan kondom yang sama dua kali.
    Agar kondom bisa berfungsi efektif, gunakan dengan benar sesuai dengan anjuran di kemasan. Jika ingin menggunakan pelumas kondom, gunakan yang berbahan dasar air. Pelumas berbahan dasar minyak dapat merusak kondom.
    Hubungan seks dengan menggunakan kondom bukan berarti benar-benar mencegah Anda dari penyakit menular seksual. Penyakit seperti kudis (skabies), kutil kelamin, herpes genital, dan kutu kemaluan masih bisa menular melalui kontak kulit. Meski demikian, memakai kondom tetap masih jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.
  • Melakukan foreplay
    Foreplay
    berarti mempersiapkan tubuh dengan memberikan rangsangan sebelum penetrasi. Foreplay membuat hubungan seksual menjadi lebih nikmat, karena dapat menstimulasi hormon, menstimulasi zat kimiawi di otak, dan mengalirkan lebih banyak darah ke kulit.
    Foreplay juga memicu serviks untuk mengeluarkan pelumas alami, sehingga wanita merasa lebih nyaman saat penetrasi. Saat wanita terangsang, otot vagina akan rileks sehingga seks terasa lebih nikmat. Selain bermanfaat dalam meminimalkan luka gesekan, lubrikasi vagina juga dapat membantu pria mempertahankan ereksi.  Dari sisi psikologis, foreplay membantu pasangan lebih terikat secara emosional.
  • Menjaga kebersihan kelamin
    Menjaga kelamin agar tetap bersih sangat penting sebagai bagian dari seks sehat. Terutama pada wanita yang lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih, karena letak saluran kemih sangat dekat dengan vagina. Untuk mencegah hal ini, setiap selesai berhubungan, wanita dianjurkan buang air kecil.
    Mengeluarkan urine dapat membantu membersihkan bakteri di sekitar vagina. Kemudian basuh vagina dari depan ke belakang (dari vagina ke arah anus). Membersihkan vagina dengan arah sebaliknya akan membuat bakteri yang berada di anus pindah ke vagina. Hindari menggunakan produk pembersih kewanitaan, karena dikhawatirkan malah membuat saluran kemih iritasi.
  • Melakukan vaksinasi
    Vaksin HPV bertujuan mencegah kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV (human papillomavirus). Vaksin HPV sangat dianjurkan untuk Anda yang aktif secara seksual. Tidak hanya wanita, pria pun dianjurkan melakukan vaksinasi HPV, karena virus HPV juga dapat menyebabkan kanker penis, kanker tenggorokan, dan kutil kelamin.
    Vaksin HPV memang disarankan diberikan pada anak berusia 11-12 tahun, atas dasar pertimbangan belum aktif secara seksual. Namun bagi orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin HPV, diharapkan segera melakukan vaksinasi sebelum berusia 26 tahun.
  • Memeriksakan diri ke dokter
    Ajak pasangan untuk memeriksakan diri secara rutin ke ke dokter, untuk mengetahui kondisi kesehatan seksual. Terbukalah kepada dokter mengenai riwayat, kebiasaan, serta preferensi Anda dan pasangan dalam berhubungan seksual. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat penyakit menular seksual, hentikan dulu berhubungan seksual sampai dokter menyatakan bahwa penyakit sudah benar-benar sembuh.

Untuk mewujudkan seks sehat yang berkualitas, Anda dan pasangan harus bekerja sama dalam melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sehat. Dengan melakukan seks sehat, manfaat hubungan seksual bisa didapatkan tanpa perlu khawatir dengan risiko penyakit menular seksual.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi