KB suntik merupakan jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Banyak wanita memilih metode KB suntik karena praktis dan efektif dalam mencegah kehamilan. Meski demikian, jika Anda hendak memilih KB suntik, ada beberapa efek samping KB suntik yang penting untuk diketahui.

KB suntik dilakukan dengan menyuntikkan hormon progestogen buatan ke lengan atau bokong setiap 12 minggu sekali. Hormon ini serupa dengan hormon progesteron alami yang diproduksi tubuh ketika wanita sedang menstruasi.

Memahami Cara Kerja dan Risiko Efek Samping KB Suntik - Alodokter

Selain itu, ada juga jenis KB suntik yang disuntikkan setiap 1 bulan sekali. KB suntik yang digunakan tiap bulan ini biasanya mengandung progestogen dan estrogen.

Jika dilakukan dengan benar dan sesuai jadwal, metode kontrasepsi KB suntik memiliki efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan, yakni hingga lebih dari 99%.

Cara Kerja KB Suntik

Setelah disuntikkan, hormon progestogen akan dilepaskan secara bertahap ke dalam aliran darah. Hormon di dalam KB suntik ini dapat mencegah proses pembuahan dengan tiga cara, yaitu:

  • Menghentikan ovulasi atau proses pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya
  • Mengentalkan lendir di leher rahim, sehingga sperma terhalang dan sulit masuk ke rahim untuk membuahi sel telur
  • Membuat lapisan rahim menjadi lebih tipis, sehingga bila ada sel telur yang berhasil dibuahi, sel tersebut tidak akan berkembang karena kondisi rahim tidak mendukungnya

Agar bekerja dengan efektif, KB suntik biasanya diberikan pada 5–7 hari pertama dalam siklus menstruasi. Jika KB suntik digunakan pada saat siklus menstruasi Anda sudah melewati hari ke-7, Anda perlu menggunakan alat kontrasepsi tambahan, seperti kondom atau pil KB.

Apabila Anda baru melahirkan dan sedang menyusui, KB suntik sudah bisa diberikan pada minggu ke-6 setelah bersalin. KB suntik juga bisa digunakan pada wanita yang baru saja mengalami keguguran dalam waktu beberapa hari.

Beberapa Efek Samping KB Suntik

Meski sangat efektif dalam mencegah kehamilan, ada beberapa efek samping KB suntik yang dapat terjadi, yaitu:

  • Peningkatan berat badan
  • Menstruasi tidak teratur
  • Muncul bercak darah pada vagina
  • Perubahan mood
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri payudara
  • Penurunan gairah seksual
  • Pengeroposan tulang dan peningkatan risiko terkena osteoporosis
  • Alergi

Selain itu, jika Anda berencana untuk hamil lagi, Anda perlu menunggu sekitar 1 tahun setelah penggunaan KB suntik dihentikan.

Karena bisa menimbulkan beberapa efek samping dan interaksi dengan beberapa obat-obatan, KB suntik juga tidak disarankan untuk digunakan oleh wanita yang memiliki kondisi berikut ini:

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti anakinra, aminoglutethimide, acarbose, dan atorvastatin
  • Pernah atau sedang menderita penyakit tertentu, seperti kanker payudara, penyakit jantung, stroke, atau penyakit liver
  • Memiliki tulang yang lemah atau keropos, misalnya karena osteoporosis
  • Sedang hamil atau memiliki rencana untuk menjalani progam hamil
  • Sering mengalami perdarahan pada vagina
  • Memiliki riwayat alergi terhadap KB suntik

Biarpun efektif dalam mencegah kehamilan, KB suntik tidak dapat melindungi Anda dari penyakit menular seksual (PMS). Oleh karena itu, untuk mencegah penularan penyakit tersebut, Anda tetap perlu menjalani perilaku seks yang aman dengan menggunakan kondom ketika berhubungan seksual dan tidak berganti pasangan seksual.

Agar KB suntik tetap aman dan efektif untuk Anda gunakan, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter kandungan terlebih dahulu.

Jika Dokter menilai Anda kurang cocok menggunakan KB suntik, baik karena efek samping KB suntik atau riwayat penyakit yang Anda miliki, maka dokter mungkin akan menyarankan penggunaan metode kontrasepsi lain, seperti KB susuk, IUD, atau penggunaan kondom.