Ada berbagai mitos seputar kesehatan kulit yang dipercaya oleh masyarakat. Berbekal informasi yang tersebar di media sosial, banyak orang menerapkan cara merawat kulit sehat, padahal info tersebut belum tentu benar.

Meski berbeda-beda warna, kulit memiliki fungsi yang sama, yaitu menjaga suhu tubuh, melindungi tulang, otot, dan organ-organ dalam tubuh, serta mencegah dehidrasi, infeksi, dan masuknya kuman atau benda asing ke dalam tubuh.

Meluruskan Mitos tentang Kesehatan Kulit - Alodokter

Mengingat pentingnya peran kulit dalam melindungi tubuh, tak salah jika kesehatan kulit harus selalu dirawat dan dijaga. Namun, jangan langsung percaya begitu saja dengan berbagai tips perawatan kesehatan kulit yang ada. Bisa saja, itu merupakan mitos belaka.

Mitos dan Fakta tentang Kesehatan Kulit

Berikut adalah beberapa mitos tentang kesehatan kulit yang perlu diluruskan kebenarannya:

1. Semakin tinggi SPF, semakin kulit terlindungi

Sinar ultraviolet (UV) terdiri dari tiga macam, yaitu UVA, UVB dan UVC. Sinar UVA mampu menembus kulit hingga kedalaman tertentu dan memicu produksi pigmen, alias membuat kulit menjadi gelap.

Sedangkan sinar UVB bisa merusak DNA kulit serta menyebabkan penuaan, keriput perubahan pigmen, dan kanker kulit. Sedangkan sinar UVC sendiri tidak pernah sampai ke bumi karena sudah hilang terserap atmosfer.

SPF pada krim tabir surya menggambarkan tingkat perlindungan untuk kulit. SPF umumnya ditujukan untuk melindungi kulit dari sinar UVB atau mencegah kulit terbakar matahari.

Anda dianjurkan untuk memilih tabir surya jenis broad spectrum, yang memberikan perlindungan dari sinar UVA dan UVB, minimal dengan SPF 15, serta mengandung mexoryl, oxybenzone, avobenzone (Parsol 1789) yang melindungi dari paparan UVA, atau titanium dioksida.

Jadi, pemakaian SPF tinggi untuk melindungi kesehatan kulit merupakan mitos. Untuk menjaga kesehatan kulit, yang terpenting adalah menggunakan tabir surya sesuai dengan kebutuhan dan aturan pakai yang benar.

2. Udara dingin tak usah pakai tabir surya

Walaupun cuaca sedang berawan, radiasi sinar UV dari matahari tetap mencapai permukaan bumi. Disarankan untuk selalu mengoleskan tabir surya setiap hari. Ulangi pemakaian tiap dua jam sekali, terutama setelah berenang atau berkeringat.

Jadi, tetap gunakan juga tabir surya meski Anda memakai make-up yang mengandung SPF agar kesehatan kulit selalu terjaga.

3. Harus sering melakukan facial

Merawat wajah dengan melakukan facial secara rutin merupakan salah satu tren kecantikan yang diikuti banyak orang. Faktanya, tidak semua orang perlu melakukan facial secara rutin. Melakukan facial terlalu sering justru dapat merusak kulit wajah.

Jadi, menjaga kesehatan kulit tidak harus dengan melakukan facial terlalu sering. Perlu tidaknya facial tergantung dari beberapa faktor, seperti usia serta jenis dan kondisi kulit.

4. Produk kesehatan kulit yang baik harganya mahal

Harga tidak menentukan efektivitas suatu produk perawatan untuk kesehatan kulit. Yang penting adalah kandungannya. Bahan aktif dalam produk perawatan kulit, misalnya krim antipenuaan yang harganya jutaan rupiah dengan yang harganya ratusan ribu rupiah, ternyata memiliki kandungan yang sama.

Produk yang dijual di toko dekat rumah belum lebih buruk dari yang dijual di mal besar dan bergengsi.

5. Lebih baik pakai banyak produk

Banyak yang menganggap menggunakan banyak produk perawatan baik untuk kesehatan kulit. Faktanya, terlalu banyak mengoleskan produk kecantikan atau perawatan dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan produk perawatan kesehatan kulit. Produk yang wajib dimiliki adalah pembersih wajah, pelembap, tabir surya, dan toner sesuai jenis kulit.

6. Produk perawatan kulit lebih penting dari makanan sehat

Pola makan yang sehat dan seimbang mampu menjaga kesehatan kulit, seiring bertambahnya usia. Mengonsumsi makanan bernutrisi bisa membantu kulit terlihat awet muda. Sebaliknya, pola makan yang tidak sehat bisa membuat rambut rontok, kulit menjadi pucat, pecah-pecah, dan mempercepat penuaan.

Merawat kulit memang penting. Tapi jika Anda tergoda dengan saran mengenai mitos perawatan kesehatan kulit lain, periksa dulu kebenarannya. Jangan ragu berkonsultasi ke dokter kulit untuk memastikan bahwa informasi mengenai kesehatan kulit yang Anda terima bukan mitos yang bisa menyesatkan.